ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
MARI KITA MULAI DARI AWAL


“Aku minta maaf, atas apa yang pernah terjadi padamu dulu dan sekarang. Aku mencintai mu, bisakah kita memulai hubungan pernikahan kita selayaknya pasangan suami istri yang normal ?” ucap Leon dengan lembut setelah ia melepaskan pangutan bibirnya pada Diana.


Diana masih ragu dan bimbang dengan perasaannya sendiri pada Leon, karena ia takut jika harus merasakan kekecewaan untuk yang kesekian kalian pada Leon.


Lalu Diana mencoba memancing Leon dengan menanyakan prihal perasaannya pada Hera, karena yang Diana tahu, Leon sangat mencintai Hera.


“Lalu bagaimana dengan Hera ?”


Leon menghembuskan nafasnya pelan dan kemudian tersenyum pada Diana. Leon akui Hera adalah cinta pertamanya sejak ia masih kuliah sampai ia berani menikahi wanita itu, namun ternyata ia salah. Ia sudah menghabiskan waktu dengan wanita yang salah.


Cinta yang ia miliki pada Hera hilang begitu saja, saat ia bisa menilai sendiri seperti apa watak dan prilaku Hera selama ini padanya.


“Apa kau tahu cinta itu jatuh pada pandangan pertama. Memang benar aku mencintainya tapi dulu, karena yang ku tahu dia wanita yang lemah lembut. Tapi ternyata aku salah, seharusnya aku memperjuangkan wanita yang jauh lebih baik darinya, dan itu adalah dirimu !”


Deg


Jantung Diana berdegup dengan kencang saat mendengar ungkapan Leon untuknya. Hati Diana seolah merasa bahagia dan berbunga-bunga, mungkinkah ia sendiri sudah mencintai Leon tanpa ia sadari.


“Aku terlalu bodoh sampai aku sendiri tak menyadari jika hatiku sudah terpaut padamu, aku jatuh cinta padamu.” Jeda Leon sebelum meneruskan kata-katanya.


“Diana, maukah kau memulai hubungan pernikahan kita dari awal lagi ? Hubungan pernikahan layaknya suami istri yang normal pada umumnya. Kita tidur di kamar yang sama dan membesarkan Alana dengan penuh kasih sayang yang kita berikan.” Leon menggenggam tangan Diana hingga Diana diam terpaku.


“Kau mau kan ?”


Diana menatap manik mata Leon yang memancarkan ketulusan disana, Diana kemudian meyakinkan hatinya dan dirinya. Lalu ia menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


Leon tersenyum senang karena Diana mau menerima dirinya. Saking bahagianya ia mengangkat tubuh Diana dan menggendongnya hingga ia tertawa.


“Leon turunkan aku !”


“Tidak, aku tidak mau. Aku begitu bahagia, terimakasih.”


Cup


“Kenapa pipi mu manis sekali ?” goda Leon saat melihat pipi Diana memerah karena malu.


“Jangan menggodaku !” Diana mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Leon semakin gemas.


Namun sedetik kemudian Diana merasakan kakinya menyentuh sesuatu di bawah sana, benda yang begitu hangat dan keras.


Diana menundukkan wajahnya ke bawah, betapa terkejutnya ia saat melihat handuk yang dipakai oleh Leon sudah tak ia kenakan lagi itu artinya Leon dalam keadaan polos tanpa sehelai benang.


“Le..leon handuk mu !” cicitnya


Leon membulatkan kedua matanya saat ia baru sadar tak mengenakan handuk sama sekali. Namun sedetik kemudian ia tersenyum pada Diana.


“Sepertinya kita harus merayakan hari pertama pernikahan kita.” Leon mengedipkan satu matanya ke arah Diana dan itu membuat Diana diam terpaku mendengarnya.


“Bolehkah kita mengulang ritual malam pertama kita seperti dulu ?” tanya Leon dengan lembut.


Diana menelan kasar silvanya sebagai pasangan suami istri yang normal permintaan Leon tentu saja adalah hal yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri lainnya di luar sana. Karena itu adalah kewajiban seorang istri yang melayani suaminya lahir dan batin dan juga hak suami yang memberikan seorang istri nafkah lahir dan batin pula.


“Ayo !” ajak Diana dengan tersenyum manis pada Leon. Leon seperti mendapatkan durian runtuh atas persetujuan Diana. Ia kemudian memangut bibir Diana dan membawa tubuh mereka ke atas ranjang. Hingga terjadilah pergulatan panas diantara keduanya, menyalurkan rasa cinta mereka berdua.


“Sayang, aku akan masuk !” bisik Leon hendak memasukkan miliknya ke dalam milik Diana, sedangkan Diana hanya bisa menggigit bibirnya dengan menganggukkkan kepalanya.


“Kenapa susah sekali !” Leon mencoba memasukkan miliknya ke dalam milik Diana yang begitu susah ia masukkan.


“Aaah…Le…leon !” Diana memejamkan matanya saat Leon mencoba memasukkan miliknya.


“Sayang kenapa semakin sem..pit !” Leon masih berusaha memasukkannya hingga pada akhirnya milik Leon masuk dengan sempurna dan Diana menjerit merasakan milik Leon yang begitu besar dan panjang tersebut berada di dalam rahimnya.


“Aaahh…” erang Leon merasakan miliknya seolah dijepit di dalam sana.


... …….....