ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
MENCARI ROSE


“Kau berbohong !” Rose baru sadar jika Daniel sudah membohonginya.


“Kau mau kemana ?” tanya Daniel kemudian.


“Pulang !” jawab Rose ketus menuju pintu, namun sedetik kemudian tiba-tiba tubuh Rose merasakan panas yang amat dahsyat.


“Astaga..kenapa dengan tubuh ku ?” batinnya kemudian, Rose meraih gagang pintung namun nyatanya pintu tersebut sudah dikunci oleh Daniel.


“Daniel buka pintunya !” pinta Rose


“Tidak, aku tidak mau membukanya. Aku akan membukanya kalau kau mau kembali lagi padaku !” ucap Daniel dengan suara beratnya.


“Apa kau gila ? Aku sudah menikah !” Rose menatap nanar Daniel, dulu ia memang mencintai Daniel tapi pada saat ia tahu faktanya Daniel sudah berselingkuh dengan wanita lain rasa cinta itu sudah sirna padanya.


“Aku tahu kau tidak mencintainya ! Lihat sudah satu tahun kalian menikah, tapi kau tidak kunjung hamil juga !”


Ucapan Daniel memang benar adanya, ia memang tak mencintai suaminya tapi itu dulu.


“Kau salah Daniel, aku dan suamiku saling mencintai. Jadi hentikan omong kosong mu !” tubuh Rose semakin memanas bahkan keringat mulai membasahi tubuhnya.


Daniel yang melihat perubahan sikap mantan kekasihnya tersebut, ia tersenyum. Ia tahu pasti obat perangsang yang ia campurkan di minuman Rose sudah bekerja di dalam tubuh Rose.


“Rose ayolah, kita saling mencintai. Aku masih mencintai mu !” Daniel memembelai wajah Rose hingga Rose menepisnya.


“Hah…bajingan !” Rose menarik sudut bibirnya membentuk senyuman mengejek pada Daniel. Cinta yang mana lagi Daniel tawarkan untuknya ? sedangkan Daniel dengan tega menghinatinya, dan tak setia.


... ………...


‘Ahhh…Daddy…uuhh…’


Suara erangan dan de.sa.han memenuhi seisi kamar Rain dan Asha, yang tengah melakukan pertempuran panas di atas ranjang cinta mereka berdua.


“Daddy, aahh….ada telepon !” Rain terus menghujam istrinya jika sudah bersama istrinya, ia memang tidak bisa menahan diri apalagi ini adalah hari buka puasa pertama baginya setelah Asha selesai masa nifas.


Ponsel Rain terus berbunyi hingga Asha merabakan tangannya meraih ponsel suaminya dan menjawab panggilan tersebut dengan Rain yang masih bergerak di belakang tubuhnya.


“Asha, aku perlu bicara dengan suami mu !” jawab Marcus.


“I..iyah…Daddy..aahh…Marcus menelpon mu..uuhh…”


Marcus yang mendengar suara Asha yang begitu aneh menjauhkan poonselnya dari telinganya.


“Apa mereka sedang main ?” ucap Marcus seorang diri.


“Sialan kau Marcus ! Ada apa !” jawab Rain yang begitu kesal karena telah menganggu aktivitasnya bersama Asha.


Sedangkan Asha dengan cepat menjauh dari suaminya dan meminum segelas air putih, gila ! ini adalah ronde ke tiga ia melakukannya bersama Rain seolah tak ada puasnya menjamah dirinya.


“Rain, istri ku hilang !” jawab Marcus cepat, ia menghubungi Rain karena Marcus yakin Rain bisa membantunya.


“What !” pekik Rain yang ikut merasa terkejut dengan kabar istri sahabatnya tersebut yang menghilang.


“Daddy ada apa ?” tanya Asha cepat.


“Roseline hilang, sayang !” jawab Rain


“Kenapa bisa hilang ?” tanya Rain kemudian yang membuat Marcus melongo mendengarnya.


“Kalau aku tahu aku tidak akan menghubungi mu, tolong aku suruh tim IT mu melacak keberadaan istri ku !” Marcus semakin cemas karena tak bisa menemukan Rose dimana pun sejak tadi.


“Kau tunggu sebentar !” Rain kemudian mematikan ponselnya dan menghubungi tim IT untuk melacak kebaradaan Rose.


Tak lama Rain mendapatkan titik lokasi dimana Rose berada dan mengirimkannya pada Marcus.


“Daddy, ini daerah rumah mantan pacarnya Rose.” Asha tahu dimana alamat tersebut, karena Asha pernah kesana bersama Rose saat menjenguk Ibu Daniel yang tengah sakit.


“Mantan pacar ?”


... ………...