ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
BERKAT ROSE


Tiga jam berlalu Rain dan beserta anak buahnya masih belum menemukan keberadaan Asha jangan tanyakan bagaimana kalang kabutnya dia dan khawatirnya dia pada Asha, sebab sudah dipastikan kondisi Rain sudah kacau karena memikirkan istrinya.


Rain terhalang gps Asha yang tiba-tiba hanya berada disatu titik lokasi, saat Rain ke lokasi tersebut ternyata hanya ada ponsel Asha disana tak ia temukan keberadaan Asha.


Rain kemudian meneguk air putih di gelasnya hingga tandas. Lalu ia memejamkan kedua matanya berpikir kemana lagi ia harus mencari keberadaan istrinya tersebut.


‘Dia mau memukul aku Dad, beruntung Rose menyelamatkan aku, jika tidak pasti dia sudah menyakiti aku dan kandungan ku !’


Rain membuka kedua matanya dan terpikirkan satu nama yang membuatnya yakin jika dibalik hilangnya Asha saat ini ada sangkut paut dengannya.


“Maria !” ucap Rain dengan suara beratnya.


Rain, Leon dan Marcus kemudian menuju apartemen yang tempati oleh Maria. Saat mereka tiba disana ternyata Maria tak lagi tinggal diapartemennya karena menurut tetangganya ia sudah menikah dua bulan lalu dengan pria kaya.


Rain semakin frustasi namun tiba-tiba ponselnya berbunyi ia melihat ada nomor baru masuk menelponnya. Ia mengangkat panggilan itu dan ternyata Rose yang menelponnya.


“Akhirnya aku menemukan nomor ponsel mu, Tuan Rain.”


“Kau siapa ?”


“Aku Roseline, Tuan. Sahabat istri mu, bisakah kau menemui aku aku sedang berada di gedung tua di jalan xxx cepat temui aku karena aku sejak tadi mengikuti kemana Asha dibawa oleh orang yang tak dikenal !”


“Apa ?! kau tetap ditempat mu, aku segera kesana !”


... ……...


Rose bersembunyi dibalik tembok dimana ia tengah berada disebuah gedung tua yang cukup jauh dari ibu kota. Rose sebenarnya tadi berada di dalam sebuah acara yang sama dengan Asha, saat Rose ingin menyapa Asha Rose melihat ada beberapa pria yang mengawasi pergerakan Rain dan Asha.


Saat lampu padam Rose melihat bagaimana mulut Asha dibekap dan dibawa keluar oleh beberapa orang pria tersebut.


Rose tentu saja merasa khawatir ia kemudian mengikuti kemana perginya mobil yang membawa Asha hingga ke sebuah gedung tua.


Rose semakin khawatir dengan Asha dan tak bisa berbuat apa-apa karena jika sampai ia ketahuan bisa jadi Rose ikut menjadi korban.


Saat Rose tengah mengintip tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu membuat Rose menjadi panik sebab beberapa pria yang berjaga di depan ruangan itu melihat ke arahnya. Rose kemudian berlari menjauh dari sana dan mencari tempat lain untuk bersembunyi.


Beberapa pria yang berjaga di depan ruangan tersebut menyadari jika ada penguntit dan mereka berlari mengejar bayangan yang menjauh dari mereka.


“Bagaimana ini, astaga mereka mengejarku !” Rose semakin panik karena beberapa pria itu semakin dekat mengejarnya.


‘Hei jangan lari kau !’


“Hah…Mommy tolong aku !” Rose semakin kuat berlari ia semakin ketakutan namun tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh seseorang dan membekap mulutnya hingga Rose meronta.


‘emph..’


“Shut ! diamlah !” ujar pria itu matanya melihat kesana kemari agar tempat yang ia pakai untuk bersembunyi benar-benar aman.


Pria itu adalah Marcus, ia dan Rain beserta Leon berpisah untuk mencari keberadaan Asha. Saat Marcus tengah hati-hati berjalan ia melihat seorang wanita yang Marcus pastikan itu adalah teman Asha yang menelpon Rain.


Marcus melepaskan bekapan tangannya di bibir karena merasa aman dan tidak ada yang tahu keberadaannya namun sedetik kemudian Marcus mendengar suara seorang pria yang berteriak.


Rose yang merasa kesal karena tiba-tiba pria di hadapannya itu membekap mulutnya ia hendak bicara namun dengan cepat Marcus kembali membekap mulut Rose bukan dengan tangannya melainkan dengan bibirnya.


“Hei apa yang kau..”


‘emph’


Marcus membekap bibir Rose agar tak bersuara, bahkan ia memeluk tubuh Rose agar tak bergerak dan menciptakan suara apapun supaya orang yang mencari Rose tak dapat menemukan mereka.


... ……...