
“Aku seperti Laura di film 360 days.” Asha mengucapkan itu pada saat ia tengah berbaring dikursi panjang menikmati pemandangan laut yang luas bersama Rain. Ini hari ke dua mereka mengelilingi lautan dengan kapal pesiar bersama suaminya. Hal yang mereka lakukan tidak jauh-jauh dari urusan bercinta.
Dan itu membuat Asha menyamakan dirinya dengan film 360 days dimana peran wanitanya selalu melakukan hubungan intim pada saat di kapal pesiar, luar dan di dalam kamar yang ada di kamar hotel tersebut.
... ASHA AL JABER ...
“Kau bahkan menonton film itu, Sayang.” Jawab Rain terkekeh mendengar ucapan Asha barusan.
“Venus yang mengajak ku dan Rose menonton film itu.” Jawab Asha apa adanya karena beberapa waktu lalu sebelum menikah dengan Rain Venus pernah mengajak Asha dan Rose menonton film tersebut di rumahnya.
“Wajar saja istriku sangat pintar melayaniku.” Rain mencubit pipi Asha dengan gemas.
“Daddy, sakit ! Pipi kun anti merah !” suggut Asha ia mengelus-elus pipinya yang dicubit oleh suaminya.
“Bukan kah semua tubuh mu sudah merah, Baby?” Rain mengedipkan matanya, karena memang seluruh tubuh Asha banyak sekali jejak-jejak kepemilikan yang ia buat. Karena Rain merasa candu dengan tubuh Asha.
Asha menatap tajam Rain “Besok-besok Daddy harus berpuasa ! kemarin adalah jatah Daddy yang terakhir !” Asha berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam untuk mengambil ponselnya meninggalkan Rain yang diam mematung dan menelan kasar silvanya.
“Astaga, cukup aku berpuasa saat dia sedang haid saja. Tidak..tidak aku tidak mau berpuasa selain itu !” Rain menggelengkan kepalanya membayangkan bagaimana nasib juniornya yang terkadang suka berdiri sendiri hanya karena melihat Asha.
“Tidak…Sayang maaf kan aku.” Rain pergi menyusul Asha masuk ke dalam kamar mereka.
... ...
...RAIN DE COSTA...
Hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa sudah enam bulan Rain dan Asha menikah. Mereka selalu diselimuti kebahagiaan bertubi-tubi. Rain yang selalu menyayangi Asha dengan penuh cinta. Begitu pula Asha ia selalu memberikan yang terbaik untuk suaminya agar Rain selalu ingat dirinya.
Hari ini setelah Asha menyelesaikan kuliahnya, ia berencana pergi ke rumah sakit yang tak jauh dari kampusnya. Karena ia merasa ada yang tak beres di tubuhnya.
Asha sering kali merasakan mood yang berubah-ubah, ingin makan ini dan itu menyuruh koki di manisons untuk memasaknya namun pada saat apa yang ia pinta sudah siap dan tersaji di hadapannya. Asha merasa tidak suka dan menyuruh para pelayan untuk memakannya.
Ia kemudian menelpon Ibu di Dubai, dan menceritakan apa yang ia rasakan akhir-akhir ini padanya. Dan Ibunya menyarankannya untuk pergi ke rumah sakit dan bertemu dokter kandungan.
Setelah Asha tiba dirumah sakit dan bertemu dengan Dokter kandungan Asha terkejut mendengar penjelasan Dokter jika dirinya tengah mengandung. Asha pun teringat jika sudah satu bulan ini ia tak mendapatkan tamu bulanan.
Bahagia tentu saja Asha merasa bahagia karena ia mengandung buah cintanya bersama Rain, suaminya. Asha merasa tak sabar akan menjadi Ibu diusia yang masih sangat muda, 17 tahun.
Asha mengeluarkan ponselnya berencana menelpon suaminya dengan mengatakan jika ia sedang hamil. Namun pada saat Asha melihat tangga di layar ponselnya, ia tak jadi memberikan kabar pada Rain dan mengurungkan niatnya menelpon Rain.
...………....
Asha pergi ke kantor suaminya dengan menggunakan taksi ia tak sabar bertemu dengan suaminya karena ingin mengajak suaminya makan siang bersama, sebab Asha sudah membawa makanan untuk suaminya tersebut yang ia beli di restoran kesukaan suaminya.
Setelah tiba di kantor, semua pegawai yang sudah mengetahui siapa Asha mereka menduduk hormat padanya.
Begitu Asha tiba di lantai paling atas tempat ruangan suaminya berada, Asha menghentikan pergerakan tangannya saat akan membuka pintu ruangan Rain saat ia mendengar…...
..............
Gaes ada kesalahan kemarin aku lupa masukin bab 36 jadi aku posting ulang dari bab 36 sampe 39...kayaknya aku kurang ngopi deh atau kurang semangat.. 🤣 bantu komentar yang banyak dong biar makin semangat aku nulisnya 😆😘