ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
MENGUMUMKAN


Hera terus menghubungi Leon berulang kali ia menelpon suaminya itu namun Leon tak mengangkat panggilannya dan membuat Hera semakin frustasi.


Semalaman ia tak bisa tidur memikirkan Leon sampai pagi ini. Hera tak tahan lagi, ia kemudian mengambil tasnya dan keluar dari kamar yang ia tempati dan menuju kamar yang ditempati oleh Leon dan Diana.


Beberapa saat kemudian Hera sudah berada di depan pintu kamar Leon dan Diana ia mengetuk pintu kamar Leon namun tak pintu kamar tersebut tidak dibukakan untuknya.


“Sialan kau Diana !” Hera yang begitu kesal karena tak ada yang membukakan pintu untuknya, tiba-tiba ia disapa oleh pelayan hotel yang membawa peralatan kebersihan untuk membersihkan kamar yang Leon dan Diana tempati semalam.


Hera ikut masuk ke dalam kamar tersebut saat pelayan hotel itu juga masuk ke dalam. Mata Hera berkaca-kaca saat melihat pemandangan yang begitu luar biasa baginya. Kamar itu berantakan bukan hanya di ranjangnya.


Hera juga membuka kamar mandi dimana bathtube yang ada di dalamnya masih terisi air dan busa sabun yang lebih membuat hati Hera samakin sakit lagi adalah wastafel kamar mandi tersebut begitu berantakan.


Hera bisa menebak pasti Leon sudah menyentuh Diana dan melakukan malam panas dengan Diana.


“Pemilik kamar ini sudah keluar satu jam yang lalu, Nona !” terang pegawai hotel pada Hera dan membuat Hera terdasar dari tatapannya sedari tadi di kamar mandi tersebut.


Hera kamudian bergegas keluar dari hotel dan menuju mansions keluarga Richard. Hera tidak bisa merasakan sakit hati sendirian karena harus berbagi suami, baginya Diana juga harus merasakannya agar.


Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang mobil yang dibawa oleh Hera tiba di mansions keluarga Richard. Hera masuk ke dalam ruang utama dan berjalan menuju ruang keluarga dimana Leon dan kedua orang tuanya bahkan ada Diana disana tengah berkumpul.


“Bisa-bisanya mereka tersenyum diatas penderitaan ku !” Hera mengepalkan kedua tangannya menatap geram pemandangan tersebut.


Hera kemudian menegakkan tubuhnya dan mengontrol dirinya bersikap seelegan mungkin di hadapan kedua orang tua Leon. Leon menoleh ke arah samping dan ia membulatkan kedua matanya saat melihat Hera berjalan masuk ke dalam ruang keluarga mendekatinya.


“Selamat siang, Om Tante !” Hera tersenyum ramah pada kedua orang tua Leon.


Shinta dan Richard melihat kehadiran Hera dengan mereka tampak bingung.


“Aku ingin bertemu dengan suamiku, Tante ! Ah sepertinya aku harus mengubah panggilanku, Ibu. Bukankah begitu sayang ?” Hera merangkul tangan Leon dihadapan kedua orangtuanya dan Diana.


Terkejut tentu saja mereka semua terkejut dengan penuturan Hera barusan. Terlebih lagi Diana, ia sampai menatap tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut wanita yang mengaku sebagai istri dari suaminya, Leon.


Lain hanya dengan Leon ia hanya bisa diam dan menatap tajam Hera. Ia tak menyangka jika Hera akan berbuat nekat membeberkan status hubungan mereka yang sudah menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.


“Katakan yang sejujurnya Leon ! apa hubungan mu dengan Hera ?” tanya Richard dengan suara beratnya.


“Maafkan aku Ayah, Ibu. Aku sudah menikah dengan Hera, kami menikah siri satu bulan lalu !” jawab Leon yang membuat kedua orang tuanya syok.


Duar


Bagaikan disambar petir ditengah hari bolong. Diana tak menyangka jika Leon sudah menikahi wanita lain. Lantas bagaimana dengannya ? Jika Leon sudah menikahi Hera, mengapa Leon menikahi dirinya juga ? Apa alasannya adalah Alana ? Tapi bukan kah itu hal yang menyakitkan untuknya yang harus mengorbankan perasaan dan hatinya menjalani pernikahan yang semacam ini.


“Apa ?!” Richard dengan suara yang meninggi, lain hanya dengan Shinta ia memegangi jantungnya yang tiba-tiba terasa nyeri mendengar jawaban langsung dari putra semata wayangnya tersebut.


“Kami saling mencintai, lalu Dia hadir ditengah-tengah kami karena dia melahirkan Alana, putri kandung Leon !” Shinta menekankan kata-katanya dengan menatap tajam Diana, seolah ia sudah mengibarkan bendera permusuhan diantara mereka.


“Ibu…” Diana mengguncangkan tubuh Shinta yang tiba-tiba saja Shinta jatuh tak sadarkan diri karena tak kuasa mendengar lebih banyak lagi dari Leon dan Hera.


“Ibu !”


... ………...