ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
BERUSAHA MERUSAK


Rose mencari keberadaan suaminya saat ia tahu tak ada suaminya di samping tempat tidurnya.


“Apa dia di ruang kerja ?” ucap Rose seorang diri, karena biasanya suaminya tengah mengerjakan pekerjaan yang belum selesai dikantor diruang kerja.


Rose berjalan keluar kamar dan menuju ruang kerja. Saat ia tengah berjalan matanya menyipit kala melihat Gina tengah membawakan secangkir kopi dan cemilan masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


“Tengah malam begini ? Apa dia tidak tidur ?” ucap Rose dalam hati.


Rasa was-was dan waspada kemudian menghantui Rose. Ia lalu mengintip Gina dan Suaminya yang tengah berada disana. Ia pun mendengar percakapan diantara suami dan pembantunya tersebut.


“Tuan, apa tidak lelah bekerja sampai larut malam begini ?” tanya Gina kali ini ia berusaha merayu majikannya tersebut agar ia bisa semakin dekat dengannya.


“Lelah sudah pasti, tapi jika aku tidak bekerja maka aku tidak bisa menafkahi istri dan juga membayar jasa pelayan di rumah ini.” Jawab Marcus dengan santainya sambil mengutak-atik laptopnya.


Gina tersenyum namun sesaat kemudian ia mendekat ke arah majikannya dan dengan berani ia memberikan pijatan di bahu majikannya tersebut.


Marcus merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Gina padanya.


“Tidak apa-apa Tuan, biar saja pijat sebentar, Tuan pasti lelah.” Ucap Gina dengan lembut.


“Tidak perlu, kau bisa keluar dari ruangan ku.” Tolak Marcus ia merasa tak nyaman dengan apa yang dilakukan pelayannya tersebut padanya.


“Dasar rubah betina !” Rose mengepalkan kedua tangannya ia benar-benar yakin jika Gina ingin mengambil suaminya.


“Tuan, mengapa selalu menolak ku ? Tidak kah Tuan tahu aku sebenarnya menyukai Tuan.” Lirih Gina kemudian menatap majikannya tersebut.


Marcus menghentikan pergerakan jari di laptopnya saat mendengar ungkapan Gina padanya.


“Aku jatuh cinta padamu, Tuan.” Lirih Gina


“Apa ?” balas Marcus pelan. Bisa-bisanya Gina menyukainya padahal ia sendiri sudah memiliki istri.


“Sayang.” Marcus berdiri dari duduknya melihat istrinya yang kini tengah dalam mode amarahnya.


“Selama ini aku sudah baik padamu, lalu mengapa kau ingin menyakiti ku dari belakang dengan ingin merebut suami ku !” tunjuk Rose pada Gina.


Gina hanya diam dan menatap tajam Rose, ia semakin membenci Rose.


“Aku tidak menyakiti mu, suami mu sendiri yang menyukai ku !” jawab Gina tanpa tahu malunya.


“Gina..” lirih Marcus karena tiba-tiba Gina mengatakan hal yang tak aneh menurutnya.


“Apa perlu kita buktikan padanya ?” bak seekor bunglon kini Gina sudah berubah ia membuat drama jika ia dan Marcus selama ini memiliki hubungan.


“Apa benar yang dikatakannya, Dad ?” tanya Rose kemudian.


“Tentu saja tidak sayang ! Dia berbohong !” ucap Marcus tak terima saat Gina menuduhnya.


“Lalu bagaimana dengan ini !” Gina mengeluarkan ponselnya dan menujukkan video dimana Marcus tengah memeluknya dan menciumnya beberapa minggu lalu.


Rose menatap nanar video tersebut dan Marcus hanya bisa mengusap kasar wajahnya. Marcus tak menyangka jika Gina akan membeberkan kejadian tak sengaja yang ia lakukan pada istrinya.


“Dad..Daddy..” suara Rose tercekat ia kemudian melangkahkan mundur kakinya rasanya ia tak bisa melihat kenyataan seperti ini dimana suaminya menyentuh wanita lain.


“Sayang..” lirih Marcus dan mendekat ke arah istrinya namun sayangnya Rose dengan cepat berlari keluar dari ruang kerja suaminya dan masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar.


“Sayang buka pintunya !” Marcus menggedor pintu kamar berulang kali agar Rose membukakan pintu namun sayangnya ia tak membukanya.


Sedangkan Gina ia……..