
Hari ini adalah hari dimana Leon melangsungkan pernikahannya dengan Diana. Pernikahan tersebut di adakan disebuah hotel mewah yang dipersiapkan oleh Ibunya, Shinta.
Shinta begitu senang mendengar Leon yang mengatakan akan menikah dengan seorang wanita terlebih lagi Leon menjelaskan jika ia sudah memiliki anak dari wanita itu.
Tentu saja kedua orang tua Leon terkejut mendengar kabar tersebut. Marah, sudah jelas. Namun apa yang bisa dikata nasi sudah menjadi bubur semua telah terjadi.
Meskipun kedua orang tua Leon kecewa padanya, namun kekecewaan itu hilang begitu saja saat Leon membawa Diana dan Alana kehadapan mereka. Alana yang menggemaskan mampu menghipnotis kedua orang tua Leon dan mereka tak bisa berkata-kata apalagi.
Shinta yang begitu senang dengan adanya Alana ditengah-tengah keluarganya, ia pun menerima Diana dan menyayanginya seperti anaknya sendiri. Shinta bahkan mempersiapkan pernikahan mewah dan impian untuk Leon dan Diana.
Leon tak menyangka Ibu nya akan membuat pernikahannya semegah ini untuknya dan Diana. Padahal ia sudah mengatakan untuk menyiapkan pernikahan yang sederhana saja karena jauh dalam lubuk hatinya ia harus menjaga perasaan Hera jika melihat semua ini.
Dan jelas saja Hera datang ke pernikahan Leon dan Diana, padahal Leon tak memberitahu Hera sama sekali namun bukan Hera namanya jika tidak tahu sama sekali prihal suaminya.
Leon membulatkan kedua matanya saat melihat Hera dari kejauhan. Apa yang bisa ia lakukan sekarang ? Semua telah terjadi, lagi-lagi Leon membuat hati wanita yang ia cintai itu hancur berkeping-keping.
Lain halnya dengan Diana, wanita itu tak memikirkan prihal acara pernikahannya dengan Leon melainkan tentang dirinya dan Alana kedepannya setelah menikah.
Bukan hal mudah bagi seorang wanita menerima pria yang tak dikenal lalu menjadi suaminya. Tidak ada cinta sama sekali, hambar, itulah yang Diana rasakan. Tak ada raut kebahagiaan sama sekali, jika pun ia masih bisa tersebut percayalah itu hanyalah topeng untuk menutupi perasaannya.
“Kapan mereka membuatnya ?” tanya Marcus yang ada disamping Rain. Mereka duduk di meja yang sama tidak hanya ada Marcus disana, ada juga Kyara, Agam, Asha dan juga Rose.
“Pada saat Rain dan Asha menikah di Dubai !” bukan Rain yang menjawabnya tapi Agam, karena Kyara dan Agam sudah lebih dulu mengetahui prihal Diana yang hamil anak Leon.
“Jadi selama ini kau tahu kalau Diana hamil dan sampai melahirkan anak Leon ?” Rain menoleh ke arah Agam dan Kyara.
Keduanya saling memalingkan muka, cepat atau lambat pasti akan ada yang menanyakan hal itu pada mereka. Ya, Agam dan Kyara sudah tahu lebih dulu prihal Diana yang hamil anak Leon. Kyara dan Agam lah yang membantu Diana selama ini semenjak Diana berhenti bekerja.
Agam dan Kyara bahkan memberikan Diana apartemen untuk Diana tinggal dan uang untuk keperluan Diana selama hamil. Bahkan mereka juga yang membantu Diana saat Diana akan melahirkan.
Mereka bisa saja mengatakan hal sebenarnya pada Leon, tapi mereka tak bisa melakukan itu karena Diana dengan sangat memohon pada mereka untuk tidak memberi tahu Leon. Sebab Diana takut jika Leon akan merebut Alana sedangkan Diana begitu menyayangi Alan.
Namun begitu melihat Diana dan Leon menikah saat ini, mereka setidaknya merasa lega karena Alana akan mempunyai kedua orang tua yang lengkap. Dan hidup Diana tidak akan merasakan sakit dan menderita lagi.
... ………....