
Maria menatap dirinya di cermin ia sudah cantik dengan pakaian yang ia kenakan dan menghias wajahnya agar terlihat lebih segar.
Hari ini akan pergi bersama Moreno pria yang ia kencani baru satu minggu. Besar harapan Maria untuk memiliki Moreno karena Moreno adalah pria kaya dan seorang pengusaha no satu di Jerman.
Meskipun Maria sudah menjalin hubungan dengan Moreno, ia masih tetap ingin mendapatkan Rain kembali dengan cara apapun. Maria mendekati Moreno karena ia membutuhkan asupan uang agar Maria bisa merebut Rain kembali kesisinya.
Namun dibalik rencana jahat yang Maria akan lakukan, Maria tak tahu jika Moreno bukan hanya seorang pengusaha melainkan juga seorang mafia yang kejam dan tanpa memandang seorang wanita.
Moreno pria dengan banyak istri yang ia kurung di dalam mansionsnya sebagai budak se.xs nya. Bukan hanya dua atau tiga istri Moreno melainkan ada tujuh orang istri yang Moreno simpan di dalam mansionsnya. Jika ia sudah bosan atau salah satu dari mereka yang hamil anaknya maka Moreno akan mencampakkannya, karena Moreno tidak ingin memiliki anak.
“Aku harus mendapatkan hati Moreno…aku tidak mau Rain semakin bahagia bersama Asha..tidak aku tidak boleh membiarkan itu terjadi !” ucap Maria dengan penuh keyakinan di hatinya.
... ………...
“Dad…ayo mandi..!” Asha membangunkan suaminya untuk membersihkan diri karena setelah semalam mereka melakukan olahraga panas itu Rain langsung tertidur pulas.
“Sayang…aku masih mengantuk.” Balas Rain malas untuk bangun dari tidurnya.
“Daddy harus pergi ke kantor, bukan kah Daddy akan bertemu klien ?” Asha mencoba membangunkan suaminya kembali yang seolah tidak mau bangun dari tidurnya.
“Biarkan Leon saja yang menggantikan ku.” Jawab Rain tanpa membuka kedua matanya.
Asha mengembuskan nafasnya ke atas hingga poni rambutnya terangkat karena mendengar jawaban dari suaminya. Namun bukan Asha namanya jika tidak bisa menjinakkan suaminya.
“Daddy ayo kita mandi bersama, mandi plus-plus.” Bisik Asha di telinga Rain hingga Rain dalam sekejab langsung membuka matanya dan terbangun dari tidurnya menyusul istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
“Astaga !” Asha terperanjat kaget saat melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi menyusul dirinya.
“Kau yang mengajak ku mandi bersama, Sayang. Sekarang ayo…kita mandi plus-plus.” Rain mengedipkan satu matanya ke arah Asha dan mengungkung tubuh istrinya di tembok kamar mandi dengan menyalakan shower air yang membasahi tubuh mereka berdua.
... ……....
“Rain sepertinya kau terlihat bahagia sekali.” Ledek Morgan pada putranya, karena sejak semalam anak dan menantunya itu tidak keluar untuk makan malam bersama, Morgan tahu pasti anak dan menantunya itu memiliki kegiatan lain yang lebih penting dari pada makan malam.
“Tentu saja, karena aku akan menjadi seorang Ayah, Dad.” Jawab Rain dengan santainya.
Tak lama tibalah pelayan meletakkan sup daging untuk Asha.
“Makan lah sayang, habiskan ya. Mommy memasaknya untuk mu agar kau dan bayi dalam kandungan mu selalu sehat dan kuat.” Ucap Kate pada Asha dan itu membuat Asha terharu mendengarnya karena Ibu mertunya tersebut sangat perhatian padanya dan menyayanginya.
“Terimakasih Mom.”
“Sama-sama.”
“Makanlah yang banyak Sayang, dan nanti siang datanglah ke kantor ku, aku sudah menyuruh Leon membeli kasur baru untuk diruang pribadiku.” Bisik Rain dan itu membuat Asha membulatkan kedua matanya setelah mendengar ucapan suaminya.
‘Dasar suami mesum ! rasakan ini !’ Asha mencubit perut suaminya dengan kuat hingga Rain berteriak kesakitan.
‘Aaaakkhh.’
“Rain kau kenapa ?” Morgan dan Kate saling melihat Rain yang tiba-tiba berteriak sedangkan Asha melanjutkan makannya dengan santainya.
“Ah…tidak Mom…Dad !” balas Rain tercengir kuda menampilkan gigi putihnya.
... ……...