
Bagaimana dengan aku,
terlanjur mencintaimu
yang datang beri harapan lalu pergi dan menghilang
Tak perfikirkan oleh mu
Hatiku hancur karena mu
Tanpa sedikit alasan pergi tanpa berpamitan
Seolah aku cinta sesaat mu
Rain memasuki mansions pada hari sudah menujukkan pukul delapan malam. Setelah perjumpaanya dengan Maria ia harus mengurus beberapa pekerjaaan di kantor.
Rain mengernyitkan dahinya saat sedari tadi ia memasuki pintu utama tak ia dapati Asha yang biasa menyambut kedatangannya.
Rain kemudian menuju kamarnya ia melihat istri kecilnya, Asha sudah tidur.
“Sayang…kau sudah tidur ?” Rain mencoba membangunkan Asha dengan menyapanya, namun tak ada jawaban dari Asha yang Rain yakini Asha sudah masuk ke alam mimpi.
Rain kemudian menjauhkan diri dari Asha dan membuka jas yang ia kenakan lalu masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan dirinya.
Saat Rain tengah mengguyur tubuhnya di bawah shower ia lagi-lagi teringat akan pertemuannya bersama Maria tadi siang. Saat ia akan pergi dari apartemen Maria, menarik tubuhnya masuk masuk kembali ke dalam apatermen betapa terkejutnya Rain saat melihat tampilan mantan istrinya yang berubah tampilan memakai lingerie.
‘Jangan bilang kau tak merindukan sentuhan ku, Rain. Jangan bilang kau melupakan bagaimana hebatnya aku melayani mu dan jangan bilang kau melupakan betapa kau sangat menginginkan aku dibawah tubuh mu !’
“Dasar ja.la.ng murahan ! Seharusnya aku tak menemuinya sejak awal, kenapa kau bodoh sekali Rain ! Bodoh, bodoh !” Rain memukul-mukul tangannya di tembok dengan tubuh yang terguyur air menyalurkan kekesalan di hatinya akibat perbuatan Maria.
...‘Dunia adalah tempatnya manusia berbuat salah, tidak ada yang sempurna dalam diri manusia. Kadang manusia tertipu dengan bujuk rayuan, dan juga hawa nafsu. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia yang berkeyakinan pada Tuhan bisa sadar jika perbuatan tersebut benar atau salah.’...
Rain merebahkan dirinya disebelah Asha yang tidur membelakanginya. Rain menoleh ke samping dimana Asha tengah tidur dengan pulasnya. Rasa bersalah menyelimuti Rain pada Asha seharusnya ia tak memiliki hubungan apapun pada mantan istrinya tersebut.
Pikiran Rain melanglang jauh dimana Rain berpikir bagaimana jika Asha mengetahui apa yang ia lakukan selama dua bulan ini pada Maria tanpa sepengetahuannya.
Bagaimana jika Asha marah dan terluka karenanya. Rain tidak bisa hal itu terjadi ia tak ingin rumah tangga yang baru ia bangun bersama Asha retak karena sebuah rasa iba dirinya pada Maria.
......……...
Pagi hari menjelang, Asha terbangun dari tidurnya sebelum suaminya bangun. Ia membersihkan dirinya di kamar mandi dan berganti pakaian setelah selesai, Asha turun ke lantai bawah dan menuju dapur karena ia ingin membuatkan sarapan untuk suaminya dan juga dirinya.
“Biar kami bantu, Nyonya.” Dua orang koki membantu Asha menyelesaikan masakannya.
Setelah Asha selesai memasak dan masakannya disajikan oleh pelayan diatas meja makan. Asha membuat susu cokelat untuk dirinya sendiri.
“Nyonya minum susu ?” tanya salah satu koki yang merasa heran dengan Asha karena Asha sendiri tidak pernah meminum susu semenjak ia tinggal di mansions dan baru kali ini mereka melihat Asha membuat susu untuk dirinya sendiri.
Asha menaruh jari telunjuknya ke bibirnya memberikan isyarat jika kedua koki tersebut harus menjaga rahasia.
“Shut…jangan sampai suami ku tahu kalau aku sedang minum susu, okey ! Karena aku sedang hamil.” Ucap Asha berkata sekecil mungkin agar tak banyak orang lain yang mengetahuinya.
Mendengar kabar Asha tengah mengandung kedua koki tersebut merasa ikut bahagia dan tentu saja akan merahasiakannya pada majikannya karena mungkin istri majikannya tersebut ingin memberikan surprise.
“Kami akan membuatkan makanan yang sehat mulai hari ini untuk Nyonya agar nyonya dan calon bayinya sehat.” ucap pelayan tersebut.
“Bagus !” Asha mengacungkan jempolnya kea rah koki tersebut dan setelah ia menghabiskan susu ditangannya ia meletakkannya di wastafel dan pergi meninggalkan dapur untuk membangunkan suaminya yang mungkin masih tertidur.
Saat Asha tiba di kamar ia mengernyit heran karena lampu kamar mati. Saat Asha ingin menghidupkan lampu, tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang yang Asha tahu aroma tubuh siapa yang memeluknya, siapa lagi kalau bukan Rain, suaminya.
“Daddy !”