ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
BERDAMAI


Leon kembali ke Mansions Richard dengan perasaan gontai. Leon yang awalnya lesu dan tak bersemangat, tiba-tiba ia kembali semangat kala melihat Alana yang kini tengah belajar berjalan bersama Ayah nya.


Leon tersenyum melihat pemandangan itu, Leon kemudian berjalan mendekat ke arah Leon dan itu di lihat oleh Alana dan berteriak padanya.


“Pa..Papapa..”


Leon kemudian memeluk Alana dan menggendongnya lalu mencium pipi Alana.


“Apa benar kau sudah bercerai dengan Hera ?” tanya Richard to the point ia mendengar informasi tersebut dari Andre.


Leon hanya diam dan menatap lurus ke depan.


“Aku bahkan tak merasa kehilangan sama sekali saat Hera mengajukan guguatn cerai !” jawab Leon dengan datar.


Richard menarik sudut bibirnya membentuk senyuman, mungkin kah putranya tersebut sudah tidak memiliki rasa pada Hera. Jika benar bukan kah itu lebih baik, karena dengan begitu Leon akan fokus pada Alana dan mencoba belajar membuka hati untuk Diana.


“Belajarlah mencintai Diana, tidak kah kau lihat betapa tulusnya dia ?” pinta Richard menatap sendu Leon, baginya Diana adalah wanita yang jauh lebih baik untuk putranya karena ia sendiri bisa menilai bagaimana Diana selama ini.


“Aku akan berusaha, Ayah !” Leon menoleh ke arah Ayahnya dan terseyum tipis padanya.


“Ngomong-ngmong kemana Diana ?” tanya Leon karena sedari tadi ia tak melihat keberadaan Diana.


“Dia ada janji dengan temannya, mungkin sebentar lagi dia akan pulang.” Jawab Richard apa adanya karena tadi Diana pamit padanya untuk menemui temannya dan menitipkan Alana padanya.


“Oh, begitu. Ayo Alana, kita bermain di kamar mu saja !” Leon membawa Alana pergi bermain di kamarnya meninggalkan Ayahnya karena Leon tahu pasti Ayahnya tersebut butuh waktu istirahat.


“Ayah beristirahat saja !” titah Leon dan Richard hanya bisa menganggukkan kepalanya.


... ………...


Diana dan Hera saat ini tengah duduk berdua saling berhadapan disebuah café.


Diana menatap Hera dengan datar. “Maksudmu ?” tanya Diana pelan.


“Kami sudah bercerai tiga hari lalu, aku yang memutuskan untuk pergi. Apa Leon tidak memberitahu mu ?” tanya Hera


Diana menggeleng karena Leon tidak bicara apapun padanya tentang hubunganya dengan Hera.


Hera kemudian mengulurkan tangannya dan tersenyum pada Diana. Selama ini Hera selalu membenci Diana, namun kali ini ia tak ingin larut dengan sebuah kebencian. Ia ingin hidup tenang dan bahagia dengan membuka lembaran baru dalam hidupnya.


Diana menatap tangan Hera dan hanya diam ketika Hera tersenyum padanya.


“Maafkan aku, mungkin aku selalu berusaha mengusik mu. Aku bahkan pernah berusaha untuk mencelakai mu. Aku tidak ingin terus menerus menjadi orang jahat. Lagi pula percuma saja jika aku terus bertahan, karena cinta tak bisa di paksakan.” Ucap Hera dengan tulus.


“Hera…” lirih Diana, Diana tak menyangka Hera akan melepaskan Leon dan memilih pergi. Bukan Diana tak tahu prihal Hera yang selalu mengusiknya dan pernah mencoba mencelakainya. Namun Diana tetap saja diam karena ia begitu beruntung selalu di lindungi oleh Tuhan.


“Aku pernah berusaha menabrak…” ucapan Hera terputus saat Diana menyela terlebih dahulu.


“Aku tahu kau pelakunya, aku sudah memaafkan mu.”


Deg


Jantung Hera berdebar kencang ia merasa tak percaya jika Diana sudah tahu kalau dirinya pernah berusaha mencelakainya. Namun Diana diam saja, karena bisa saja Diana mengadukannya pada Leon dan Leon murka padanya. Namun sampai detik ini pun Leon tak tahu hal tersebut.


“Diana..” Hera menelan kasar silvanya apalagi Diana mengambil tangannya dan tersenyum padanya.


“Mari berdamai, aku tidak akan membawa masalah itu ke jalur hukum. Aku sudah memaafkan mu dan melupakan hal itu.”


Hera meneteskan air matanya dan tersenyum bahagia melihat Diana hingga keduanya kini saling bepelukan satu sama lain, melupakan hal yang pernah terjadi diantara mereka karena saling memaafkan satu sama lain.


...………...