ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
SAMA JAHATNYA


Sepanjang perjalanan pulang mengantarkan Maria ke apartemennya, Moreno banyak diam dan memikirkan Asha yang ia jumpai tadi siang. Bayangan wajah dan tubuh Asha yang begitu menggoda baginya benar-benar mampu menghipnotisnya untuk memiliki Asha kembali ke tangannya.


Sekelebat rasa penyesalan yang ia lakukan atas perjanjiannya dulu dengan Rain menjadi momok tersendiri untuknya, seharunya Moreno tidak gegabah melepaskan Asha hanya karena uang.


“Dia membuatku gila.” Ucap Moreno pelan dan itu di dengar oleh Maria yang duduk disampingnya.


“Kau mengatakan apa Reno ?” tanya Maria menoleh ke arah Moreno yang nampak memikirkan sesuatu.


“Ah…tidak ada apa-apa !” Moreno menarik sudut bibirnya membentu senyuman pada Maria lalu ia merangkul pundak Maria tentu saja itu disambut hangat oleh Maria ia membalas pelakuan Moreno dengan memeluk tubuh Moreno.


“Apa aku boleh menginap di apartemen mu, Maria ?” Moreno mengedipkan satu matanya pada Maria, rasanya Moreno sudah tidak sabar untuk mencoba Maria karena menurutnya hubungan tahap ranjang bukan hal yang tabu lagi bagi orang sepertinya.


“Tentu saja !” keduanya saling bertatap muka dan saling melemparkan senyuman hingga entah siapa yang memulai diantara keduanya, bibir mereka saling bertautan.


Cup


... …………...


“Daddy, aku takut sekali ! Bagaimana jika dia mengusik hidup ku lagi, hidup kita !” Asha memeluk tubuh suaminya, pikirannya dilanda ketakutan setelah bertemu dengan Moreno. Ia takut jika Moreno kembali hadir dalam hidupnya dan merusak rumah tangganya.


“Daddy akan selalu melindungi mu, kau jangan khawatir. Jangan terlalu cemas kasihan nanti bayi kita !” Rain mengelus perut buncit Asha dengan pelan seraya menenangkan istrinya.


“Dad, aku ingin disamping mu saja, apa boleh ?” tanya Asha dengan manjanya ia merengek tak ingin jauh dari suaminya dan merasa lebih aman jika dekat dengannya.


Rain menganggukkan kepalanya tentu saja ia memperbolehkan Asha untuk selalu berada disisinya. Lagi pula dengan kondisi Asha yang sudah memasuki masa kehamilan di trimester ke tiga tentu Rain harus extra menjadi suami yang siaga.


“Mulai besok kemana pun Daddy pergi kau akan ikut dengan Daddy, dan prihal kuliah mu biar Leon yang mengurusnya sepertinya sudah seharusnya kau mengambil cuti kuliah !” terang Rain kemudian membawa Asha dalam pelukannya.


Dugh


“Dia memang sering menendang seperti ini, Dad !” jawab Asha jujur karena bayi dari dalam perutnya begitu aktif dan itu membuat Asha semakin gemas dan tak sabar untuk menantikan hari kelahirannya.


“Wah…Daddy jadi tidak sabar untuk bertemu dengan mu !” Rain mengecup perut Asha berulang kali karena merasa gemas dan bahagia.


“Sabar Daddy, tiga bulan lagi kita betemu !” balas Asha dengan menirukan suara anak kecil. Hingga keduanya saling tertawa seolah melupakan hal barusan dimana Asha merasa takut akan kehadiran Moreno.


... ………...


Moreno berjalan melihat isi apartemen Maria yang begitu rapi, pandangan matanya kemudian tertuju pada meja dimeja sudut dinding dimana terdapat banyak sekali trofi dan penghargaan saat Maria masih menjadi seorang model dan beauty peagent.


Moreno tak begitu jelas mengenal Maria kerena ia sendiri tidak pernah mencari tahu latar belakang Maria. Karena Moreno sendiri tidak suka berhubungan dengan orang banyak, memiliki pribadi yang tertutup sebab hidupnya salah langkah sendikit bisa saja dipenjara karena perbuatan jahatnya sebagai seorang mafia yang menjual organ tubuh manusia.


Saat Moreno tengah menelisik berbagai penghargaan yang ada di atas meja milik Maria, matanya tertuju pada sebuah figura kecil yang terselip di sudut meja. Ia kemudian mengambil figura itu dan dilihatnya ternyata itu adalah sebuah foto pernikahan Maria bersama Rain.



Moreno seperti mendapatkan durian runtuh saat mengetahui jika Maria adalah mantan istri Rain. Ia tersenyum melihat foto tersebut, Moreno kemudian bisa menebak jika Maria masih memiliki rasa pada Rain dan itu membuat Moreno berpikir mungkin kah Moreno bisa merebut Asha kembali dari tangan Rain berkat bantuan Maria.


‘Ah…sepertinya aku tidak perlu repot mengambil Asha dari tangan mu, Rain !’


wajah Moreno menyeringai namun sedetik kemudian ia mendengar suara Maria di belakang tubuhnya.


“Mo..reno..” Maria menelan kasar air ludahnya saat melihat Moreno memegang figura foto pernikahannya bersama Rain. Namun sedetik kemudian Maria mengeryitkan dahinya saat Moreno tersenyum padanya dan mengucapkan kalimat yang begitu ambigu untuknya.


“Mari membuat kesepakatan, Maria !”


... …………....