ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
MELENYAPKANNYA


“Ja..jangan..apa yang kau lakukan ?!” Asha berteriak saat melihat Maria akan menyuntikkan sesuatu padanya.


Maria tersenyum manis menjentikkan jarinya di jarum suntikan yang ia pegang, rasanya ia sudah tak sabar untuk melenyapkan bayi yang ada didalam perut Asha.


“Tentu saja membuatmu kehilangan, dia !” ucap Maria dengan lembut menunjukkan jarinya ke arah perut Asha.


Asha menggelengkan kepalanya ia tak menyangka Maria akan melenyapkan anak yang ia kandung, tidak Asha tidak bisa membiarkan Maria melakukan hal tersebut padanya.


“Ja..jangan, Maria. Aku mohon, kau seorang wanita yang pasti akan menjadi seorang ibu suatu saat nanti, aku mohon jangan lakukan itu !” Asha tak mampu melakukan apapun karena kedua tangannya di ikat.


Asha menangis kala Maria semakin mendekatinya dan menatapnya dengan tajam.


“Apa katamu hah ? menjadi seorang ibu ? aku bahkan tidak bisa punya anak !” Maria menatap sinis dan tersenyum pada Asha.


“Kau harus lenyap Asha, agar aku bisa kembali dengan Rain, Rain itu hanya milikku ! milikku !” teriak Maria ia kemudian semakin mendekat ke arah Asha dengan membawa suntikan ditangannya.


Saat Maria mensejajarkan dirinya dengan Asha dan hendak menyuntikkan jarum tersebut di lengan Asha, tiba-tiba hal yang ingin ia lakukan terhenti saat Moreno masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Hati-hati, aku hanya ingin anaknya saja yang mati, bukan dia !” ucap Moreno dengan suara beratnya dan itu membuat Asha membulatkan kedua matanya ternyata bukan hanya Maria yang ingin mencelakainya tetapi juga Moreno ikut andil.


“Kau…kenapa kau tega sekali padaku ? Apa salah ku pada mu ?!” teriak Asha sambil menangis ia tak menyangka jika Moreno masih saja ingin mengusiknya.


“Salah mu yang lari dari sisiku ! Kau itu istri yang durhaka !” maki Moreno ia kembali teringat bagaimana kalang kabutnya ia mencari keberadaan Asha yang berani kabur dari mansionsnya.


“Istri durhaka kepala mu ! Kau itu pria gila ! bajingan ! brengsek !” maki Asha yang kemudian membuat Moreno semakin geram dan menarik rambut panjang Asha ke belakang hingga Asha meringis kesakitan.


“Aaakkhh..”


“Setelah ini tidak ada alasan lagi bagimu untuk bersama Rain, karena kau akan kembali menjadi milik ku !” Moreno melepaskan tarikan dirambut Asha dan mengelus rambut Asha dengan lembut.


Hal tersebut membuat Maria tentu saja merasa muak karena disaat seperti ini Moreno masih sempat untuk menggoda Asha.


“Efek obatnya akan bekerja dalam lima belas menit ! kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, Ren. Aku akan pergi sekarang juga !” Maria meraih tas mahalnya di atas meja yang telah uang tersebut hendak meninggalkan Moreno dan Asha.


“Lihat, dia akan kembali bersama suami mu. Lalu apa yang bisa kau lakukan sekarang ? kau akan kehilangan anak mu, dan suami mu akan menceriakan mu karena kau tidak bisa menjaga kandungan mu !”


Moreno tertawa lebar dengan tanpa perasaan jika saat ini Asha tengah merasa kesakitan di area perutnya.


“Aaaah…sakit ! Daddy…!” teriak Asha saat rasa sakit diperutnya semakin menjadi-jadi.


Tiba-tiba Asha merasakan sesuatu yang keluar dari intinya, sebuah cairan yang keluar begitu banyaknya disusul dengan rasa sakit di perutnya.


“Aaahh…”


Moreno dan Maria yang melihat hal itu semakin tertawa lebar ada rasa takut di diri Maria saat melihat Asha semakin merasakan kesakitan semacam itu, namun ia mencoba tetap biasa saja dan tak melihatnya.


Saat Moreno dan Maria tengah asyik melihat Asha yang tengah merasakan kesakitan tiba-tiba mereka berdua mendengar suara tembakan dari luar. Moreno kemudian keluar dari ruangan tersebut disusul juga dengan Maria.


Saat keduanya keluar dari ruangan tiba-tiba….