ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
HADIAH


Rain mengedipkan matanya, yang kemudian Asha tersadar jika Rain tengah merayunya untuk meminta hak nya.


“Dasar Suami mesum ! Kemarin kita sudah melakukannya di Mobil, Dad.” Tolak Asha.


“Tapi disini belum.” Rain menepuk-nepuk karpet bulu yang mereka duduki.


‘Astaga beginilah jadilah kalau punya suami mesum. Tapi jika di tolak nanti dia beralih dengan yang lain.’


Asha pun pasrah ia kemudian memberikan apa yang Rain mau. Asha melayani Rain dengan hebatnya. Rain sampai menggelengkan kepalanya sejak menikah dengannya Asha begitu liar bersamanya, Rain penasaran dari mana Asha mengetahu edukasi *** semacam itu.


‘aah...Asha…aah…’


‘Daddy….aahh…’


“Aaaaahhh…Asha…”


Rain mengerang panjang mendapatkan pelepasannya dengan tubuh Asha masih berada diatasnya.


“Sayang, boleh aku bertanya ?” ucap Rain saat Asha berada di atas tubuhnya.


“Apa ?”


“Dari mana kau mendapatkan edukasi *** semacam ini ?” tanya Rain penasaran.


Asha tertawa dan menganggap apa yang ditanyakan oleh Rain adalah hal yang lucu.


“Apa Daddy lupa siapa mantan suami ku ? pria gila yang tak waras itu ?”


“Moreno ? memangnya ada apa ? Lagi pula pada saat kita menikah kau masih suci, itu artinya dia tidak pernah menyentuh mu sama sekali.”


“Dia tidak menyentuh ku tapi dia memaksaku menyaksikan dirinya bercinta dengan istri-istrinya yang lain, jika aku tidak melihatnya dia akan meledakkan kepala ku, dia benar-benar gila !” Asha menghembuskan kasar nafasnya saat membicarakan Moreno si pria gila yang pernah menjadi suaminya.


“Apa ?” Rain tercengang ketika mendengar penjelasan Asha padanya. Wajar saja Asha begitu lihai saat melayaninya. Karena Asha mendapatkan pelajaran itu dari mantan suaminya.


Rain memeluk tubuh Asha ia tak menyangka hidup istrinya dulu benar-benar menderita bersama Moreno. Andai dulu ia bertemu Asha lebih awal, pasti Asha tak merasakan penderitaan bersama Moreno.


“Lupakan itu ! Lihat Daddy, hanya Daddy yang ada di hatimu dan pikiran mu ! Daddy tak peduli masa lalu mu, yang Daddy tahu masa depan milik kita berdua.”


Asha terharu mendengarnya ia begitu beruntung mendapatkan pria sebaik Rain dan menjadi suaminya. “Terimakasih, Daddy. Aku mencintaimu.”


“Aku lebih mencintai mu.” Rain menautkan bibir mereka berdua hingga terjadilah percintaan berjilid-jilid diantara mereka.


... ………....


Asha mengerjabkan matanya begitu melihat cahaya mentari dari kaca jendela kamarnya. Semalam ia becinta dengan begitu hebatnya bersama Rain, hingga Rain benar-benar lemas dibuatnya.


Asha benar-benar melayani Rain dengan tulus dan sepenuh hati. Karena itulah bentuk rasa terimakasihnya pada suaminya yang begitu mencintainya dan menyayanginya.


“Morning Baby.” Sapa Rain dengan suara beratnya. Rain masih terbayang-bayang dengan kegiatan panas yang mereka berdua lakukan semalam. Asha benar-benar membuatnya terbuai.


“Morning, Dad.”


Cup


Rain mengecup bibir Asha sekilas.


“Ini hari libur, ayo kita jalan-jalan.” Ajak Rain karena ia ingin mengajak Asha mengunjungi tempat-tempat yang Asha sukai.


Mendengar kata jalan-jalan tentu saja Asha begitu senang dan bersemangat untuk pergi bersama Rain.


“Ayo kita mandi, Daddy !” Ajak Asha pada Rain untuk mandi bersama.


Mendengar ajakan mandi bersama Rain tersenyum simpul. Mereka kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mandi bersama entah apa yang mereka lakukan didalam sana karena sudah satu jam lamanya mereka mandi tak kunjung keluar dari sana, dan itu hanya mereka berdua yang tahu.