ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
MARAH


“Apa yang kau lakukan, hah !” bentak Marcus menatap Gina dengan kilatan kemarahan.


“Apa kau berusaha ingin menghancurkan rumah tangga ku ? Dengan memanfaatkan kebaikan ku selama ini ?” Marcus mengatakan itu dengan nafas yang naik turun.


“Pergi dari rumah ku sekarang juga ! Kau ku pecat !” ucap Marcus dengan suara beratnya hingga Gina tersentak kaget.


“Tapi Tuan !” jawab Gina cepat


“Apa ?!”


Gina hanya tertunduk malu dan kecewa pada Marcus baginya ia tak merasa bersalah jika ia menyukai dan mencintai majikannya tersebut.


“Keluar..keluar !” teriak Marcus dan membuat Gina ketakutan mendengarnya pasalnya ini adalah kali pertama Marcus semarah ini.


Gina pun keluar dari ruang kerja Marcus dan menuju kamarnya ia pun mengemasi barang-barangnya dan hendak pergi. Namun sebelum pergi dengan tak tahu malunya Gina menghampiri Marcus lagi yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


“Sayang, buka pintunya..” Marcus tetap mengetuk pintu kamarnya agar istrinya keluar.


“Untuk apa lagi kau kemari ?” tanya Marcus cepat ia tak habis pikir dengan kelakuan wanita di sampingnya kini, sudah jelas-jelas ia barusan telah mengusir wanita itu namun kini dengan percaya dirinya Gina menghampirinya lagi.


“Aku hanya ingin meminta kompensasi !” jawab Gina dengan santainya.


“Kompensasi ?” tanya Marcus kemudian.


“Iya, karena kau sudah memeluk ku dan mencium ku !” jawab Gina dengan santainya mengembangkan senyuman dibibirnya.


“Kau…” lirih Marcus menggelengkan kepalanya.


“Iya, pelukan dan ciuman itu tidak gratis. Tak masalah jika aku tidak mendapatkan mu, tapi setidaknya aku mendapatkan uang kompensasi darimu.” Jawab Gina dengan santainya lagi.


Brak


“Dasar wanita murahan !” kali ini Rose yang keluar dari kamarnya karena sedari tadi ia berdiri di belakang pintu kamarnya dan mendengar semua percapakan suaminya dan Gina.


Bugh


Rose melemparkan segepok uang ke wajah Gina hingga uang tersebut berhamburan. “Ambil itu dan pergi dari rumah ku !”


Rose dan Gina saling menatap tajam, seolah tengah mengibarkan bendera permusuhan. Rose lalu menarik tangan suaminya dan masuk ke dalam kamar mereka meninggalkan Gina dengan perasaan amarah karena telah dihina oleh Rose.


“Tunggu saja, akan aku hancurkan rumah tangga mu !” ucap Gina dalam hati ia benar-benar merasa tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Rose padanya.


... ………....


“Sayang ini dingin sekali !” saat ini Marcus tengah di guyur oleh istrinya dengan air di kamar mandi.


“Kau harus bersih Dad, aku tidak ingin ada yang menempel di tubuh mu karena wanita jallang itu !” Rose membalurkan satu botol sabun mandi ke tubuh suaminya karena ia pun masih merasa kesal dengan suaminya.


“Daddy tidak sengaja, aku pikir waktu itu kau yang masuk ke dalam ruang kerja ku, ternyata aku salah..” Marcus mencoba menjelaskan pada istrinya tersebut, jika apa yang terjadi antara dirinya dan Gina hanyalah sebuah salah paham.


“Dasar bodoh, inilah resiko kalau memiliki suami mantan penjelajah lubang sampai-sampai tak bisa dikenali mana istri sendiri !” oceh Rose ia semakin kesal dengan suaminya.


"Sayang jangan seperti itu aku.. " ucapan Marcus terpotong saat ia mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.


Setelah Marcus dimandikan secara paksa oleh istrinya, kali ini Marcus harus menelan pil pahit saat bantal tidurnya sudah berpindah ke sofa ujung ranjang.


“Kenapa disini ?” Marcus memegangi bantalnya yang sudah berubah tempat.


“Aku masih marah, jadi tidur lah di sofa !”


Jeder


... ………….....