ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
KALUT DENGAN PERASAAN


Leon dan Diana saat ini tengah duduk di taman mereka berdiam menatap lurus pemandangan danau buatan yang memang memberikan sensasi ketenangan jiwa jika melihatnya.


Tak ada percakapan diantara keduanya, hingga lima belas menit kemudian mereka masih berdiam diri Diana terlebih dulu membuka suara dan memulai percakapan diantara mereka.


“Aku minta maaf !” Diana menggigit bibirnya mengeluarkan suara terlebih dulu.


“Kau tidak salah, semua terjadi bukan karena kebetulan karena kita melakukannya atas dasar sama-sama suka !” jawab Leon


“Tolong jangan ambil Alana dariku !” Diana menoleh ke arah Leon yang duduk disampingnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Leon menghela nafasnya pelan mendengar ucapan itu lagi yang keluar dari mulut Alana untuknya. Apa dia sejahat itu memisahkan Alana dari Diana, tidak ! Meski pun dia juga berhak atas Alana karena Ayah kandungnya, namun tetap saja Alana masih membutuhkan ibunya, Diana.


“Kau tidak ingin Alana ku ambil bukan ?” tanya Leon menatap Diana.


Diana dengan cepat menganggukkan kepalanya agar Leon tidak memisahkan dia dengan Alana.


“Menikahlah denganku !”


Deg


Jantung Diana seolah berhenti berdetak sejenak ia diam terpaku mendengar ucapan Leon padanya, ungkapan permintaan Leon yang mengajaknya untuk menikah dengannya.


“Le..leon..”


“Alana butuh identitas yang jelas dan kedua orang tua yang lengkap ! Apa kau pikir semudah itu merawat seorang bayi ? Sedangkan kau sendiri bekerja dan Alana seharian bersama pengasuhnya, sedangkan kau sendiri tidak selalu berada disampingnya dan kau tak ingin berpisah darinya, lantas ibu macam apa kau ini ?” cecar Leon mengancam Diana karena hanya dengan cara ini Leon bisa bersama dengan putrinya dan memiliki hak yang sama seperti Diana.


Diana menitihkan air matanya ucapan yang dilontarkan oleh Leon padanya memang benar adanya, seharusnya ia bersama Alana menemani tumbuh kembang putrinya tersebut. Namun apalah daya keadaan yang memaksanya untuk bertahan hidup ia harus bekerja untuk menghidupi Alana.


“Menikahlah dengan ku, kau bisa merawat Alana setiap detik dan menitnya tanpa harus bekerja !” Leon menekankan kata-katanya lagi agar Diana membuat keputusan untuk menerima pinangannya demi masa depan Alana.


“Bagaimana jika aku menolak ?” Diana berkata lembut, karena prihal pernikahan tentu Diana tidak semudah itu untuk menikah dengan Leon. Impiannya adalah menikah dengan pria yang ia cintai bukan dalam keadaan terpaksa seperti ini dengan pria yang tidak ia cintai sama sekali, bahkan mereka adalah orang asing.


Air mata Diana kembali berjatuhan, inilah yang ia takutkan dari Leon dan ia tak mampu melawannya. Leon pria berkuasa dan kaya raya semua bisa dia lakukan dengan uang, ia tak akan bisa melawan Leon. Meskipun Diana sangat mahir dibidang hukum karena dia adalah mantan seorang Jaksa, namun tetap saja hukum tidak akan berpihak pada orang yang tak ber uang.


... …….....


Hera menatap nanar Leon setelah Leon mengucapkan kata-kata yang mampu membuat hatinya patah. Leon mengakhiri hubungannya dengan Hera karena ia akan menikahi Diana dalam waktu dekat.


Tentu saja Hera tak terima diputuskan secara sepihak oleh Leon, keputusan yang Leon lakukan merupakan tamparan untuknya bagi seorang Hera karena sampai dia menjadi seorang Janda pun dirinya tak pernah diputuskan oleh kekasihnya dan baru kali ini Leon yang mengucapkan itu untuknya.


“Kau ingin mengakhiri hubungan kita, sedangkan kau baru melamar ku tiga hari yang lalu !” Hera menatap tajam Leon dengan mengepalkan kedua tangannya, ia seolah merasa dipermainkan oleh Leon, padahal tiga hari lalu Leon memberikannya cincin berlian dengan sebuah permintaan agar Hera mau menjadi istrinya.


Namun apa yang ia dengar hari ini dari mulut pria yang sudah melamarnya tersebut, Hera seolah dibawa terbang ke atas awan lalu dicampakkan begitu saja ke tanah tanpa perasaan.


“Kita harus mengakhirnya, Hera. Maafkan aku.” Leon sebenarnya tidak tega pada Hera karena ia pun masih mencintai Hera, namun apalah daya baginya ia harus memilih diantara wanita yang menjadi kekasihnya atau ibu dari anaknya.


“Kenapa kau menyakitiku !” ucap Hera dengan suara meninggi ia sampai menangis di hadapan Leon. Dan itu membuat Leon semakin tak tega melihatnya.


“Hera..”


“Aku benci dirimu !” Hera memukul-mukul dada Leon dan Leon hanya bisa diam saja menerima perlakukan Hera padanya, karena rasa sakit yang Leon rasakan tak sebanding dengan rasa sakit hati Hera kepadanya.


“Kenapa kau lakukan ini padaku, tidak bisakah kau melihat ketulusan ku ? katakan ! Siapa wanita yang akan kau nikahi itu ?” Hera mengucapkan kata-kata itu dengan amarah yang menggebu-gebu ia benar-benar tak mampu membendung emosinya pada Leon.


Leon hanya mampu diam dan tak mampu menjawab pertanyaan Hera padanya karena jika ia menjawab dan memberitahunya, Leon tak ingin Hera semakin terluka.


“Apa dia tim kuasa hukum perusahaan mu ? mantan jaksa, Diana Resti ?” Hera menekankan kata-katanya saat menyebut nama Diana.


“Hera…”


... ………...