ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
MENANTI


“Dad, apa yang kau pikirkan ?” tanya Rose melihat perubahan suaminya yang sudah satu bulan ini padanya.


“Tidak ada, hanya sedikit lelah sebab banyak pekerjaan di rumah sakit !” jawab Marcus apa adanya karena ia benar-benar banyak sekali pekerjaan di kantor dan rumah sakit yang harus ia kerjakan.


Seharusnya Marcus sudah beristirahat sebagai seorang Dokter dan lebih fokus bekerja sebagai seorang Direktur rumah sakit, namun Marcus tak bisa melakukan itu karena nurani sebagai seorang Dokter yang membuatnya untuk tidak lepas akan tanggung jawabnya. Itu sebabnya Marcus masih bekerja sebagai Dokter dan masih melakukan tindakan operasi meskipun tak sesering dulu.


“Apa kita perlu liburan ?” tawar Rose kemudian memeluk suaminya seraya memberikan semangat untuk suaminya.


“Liburan ?” Marcus balik bertanya.


Rose menganggukkan kepalanya, ia kemudian tersenyum manis pada suaminya. Satu bulan ini Rose juga merasa telah mengabaikan suaminya dengan fokus mengerjakan skripsinya. Dan saat ini Rose pikir waktu yang tepat untuk meluangkan waktu pada suaminya sebab Rose juga sudah selesai dengan skripsinya dan tinggal menunggu kapan dirinya akan ujian.


“Bagaimana dengan skripsi mu ?” Marcus menyelipkan anak rambut ditelinga istri cantiknya tersebut.


“Sudah selesai, kemungkinan dua minggu lagi aku akan ujian.” Rose mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


“Benarkah ? Hem…baiklah kita akan liburan, tapi kemana ?” tanya Marcus lagi.


“Indonesia, aku ingin kesana. Aku ingin ke Bali dan ke labuhan bajo. Aku pernah melihatnya di Internet.” Jawab Rose penuh antusias.


“Tapi tidak bisa sekarang, sebab pekerjaan di kantor sedang banyak sekali.” Lirih Marcus, sebenarnya ia sangat ingin pergi belibur dengan istrinya tapi apalah daya dirinya harus menyelesaikan pekerjaannya yang masih menggunung.


Rose tentu saja merasa sedikit kecewa, tapi ia mencoba memakluminya karena suaminya tersebut bukan hanya seorang dokter sekarang melainkan pemimpin rumah sakit.


“Mau ku bantu ?” tawar Rose kemudian.


“Aku akan selalu menunggu mu di kantor !” jawab Marcus dan mengecup sekilas bibir istrinya.


Cup


Namun ternyata apa yang dilakukan Gina selama ini ternyata sia-sia, Marcus tak pernah berpaling sama sekali dari Rose dan masih setia mencintai Rose.


Gina menghentakkan kakinya dan mengepalkan kedua tangannya. Ia semakin kesal saat melihat Rose dan Marcus saling berciuman dan masuk ke dalam kamar.


“Harus bagaimana lagi aku merebut hatinya ? jika sacara halus tidak bisa, lebih baik dengan cara kasar sekalian !” gumamnya.


... …………...


“Dad, kenapa ngilu sekali.” Rose mengeluh karena bagian intinya terasa ngilu setelah mereka berdua selesai bercinta dengan begitu hebatnya.


“Mungkin karena sudah lama tidak dikunjungi si Ular Naga !” jawab Marcus dengan santainya dan membuat Rose mengerucutkan bibirnya.


“Dad, apa aku perlu periksa ke rumah sakit ?” ucap Rose pelan menatap langit-langit kamar mereka. Ini sudah delapan bulan berlalu semenjak mereka menikah, namun sampai saat ini Rose belum kunjung hamil juga.


“Untuk apa hem..?” Marcus menoleh ke samping istrinya dengan cepat.


“Dad, bukan kah kau ingin anak ? Sedangkan aku belum hamil juga, kita sudah melakukannya bukan hanya sekali melainkan berkali-kali, lalu mengapa aku tak kunjung hamil juga ?”


Rose mengucapkan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Jujur saja ada perasaan iri dan kurang percaya diri dari dalam hati Rose saat dirinya belum juga hamil sampai saat ini. Rose juga terkadang merasa iri kala melihat kedua sahabatnya Asha yang sudah memiliki dua orang anak dan juga Venus yang sebentar lagi akan melahirkan.


“Jujur saja aku terkadang merasa iri dengan Asha dan Venus.” Lirih Rose


Marcus mendengar hal itu menjadi diam terpaku, memang benar dirinya menginginkan anak dari Rose namun semua itu belum bisa ia miliki karena……


... ………...