ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
BERTEMU LAGI


Satu bulan sejak Leon kembali ke Indonesia, ia memulai hidup barunya dengan memimpin perusahaan Ayahnya yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Leon benar-benar memfokuskan pada pekerjaannya dan sungguh-sungguh bekerja agar perusahaan Ayahnya dapat berkembang dan lebih sukses seperti perusahaan De Costa.


Selama bekerja di De Costa Company ia banyak belajar bagaimana mengembangkan perusahaan dari Rain karena sedikit banyak Leon selalu memperhatikan kinerja Rain diam-diam dan ia salut dengannya.


Hari sudah menunjukkan pukul empat sore, Leon kemudian menutup laptopnya dan mengambil jasnya di gantungan lalu mengenakannya karena ia akan kembali ke rumah. Begitu Leon keluar dari gedung kantornya dan masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba ia melihat sosok wanita yang sudah lama tak ia jumpai selama ini sejak pertemuannya satu tahun lalu.


“Dia…”


Saat Leon hendak turun dari mobilnya, namun ia kalah cepat saat ingin menemui wanita itu, wanita itu sudah pergi bersama seorang pria dan masuk ke dalam sebuah mobil bewarna hitam.


...……...


Di dalam kamar Leon terus berpikir dan mengingat bagaimana dulu ia pernah bertemu wanita yang pernah ia tiduri satu tahun lalu di Dubai.


Ya, dia adalah Diana. Leon dan Diana pernah berhubungan ranjang saat di Dubai karena sebuah emosi dan amarah dari diri mereka yang disebabkan hanya karena masalah buket bunga pengantin.


Leon mengingat dengan jelas apa yang ia lakukan dengan Diana. Leon lah yang menyentuh Diana untuk pertama kalinya karena pada saat ia mendapatkannya, wanita itu masih suci.


Leon kemudian merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamarnya. Sejenak tiba-tiba saja ia kembali teringat bagaimana erotisnya dia dan Diana dulu saat di Dubai. Hingga Leon menggelengkan kepalanya guna menyadarkan dirinya.


Saat Leon masih terbayang dengan Diana, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari kamarnya. Leon kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya, ternyata orang yang mengetuk pintu kamarnya adalah Hera wanita yang ia pacari baru dua minggu belakangan ini.


Leon sudah lama mengenal Hera sejak mereka masih kuliah. Pada saat itu Hera adalah adik kelasnya. Dulu Leon menyukai wanita itu namun belum sempat Leon untuk mencurahkan perasaan dengannya wanita tersebut sudah berpacaran dengan pria lain dan menikah.


Namun saat ini Hera sudah menjadi seorang Janda karena suami Hera sendiri meninggal karena sebuah kecelakaan. Mereka kemudian tak sengaja bertemu kembali disebuah acara lelang tahunan.


Dari pertemuan itulah Leon dan Hera kemudian dekat satu sama lain dan Leon memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya, karena bagi Leon sendiri bertemu dengan Hera ia seperti merasa bernostalgia kembali dimana ia masih menyukai wanita itu.


“Kenapa tidak bilang jika mau ke sini ?” tanya Leon mengajak Hera berbicara di sofa di luar kamarnya. Leon paling anti jika wanita yang bukan istrinya masuk ke dalam kamarnya. Karena menurut Leon kamarnya hanya dimasuki oleh wanita yang sudah menjadi istrinya.


“Bagaimana aku ingin bilang jika nomor ponsel mu tidak aktif !” jawabnya


Leon kemudian tersadar jika ponselnya memang dalam keadaan mati karena kehabisan baterai. “Astaga, maaf ponselku kehabisan baterai !”


“Leon, ayo temani aku berbelanja !” ajak Hera padanya.


“Hera, aku lelah sekali. Bisakah nanti saja saat waktu weekend !” tolak Leon karena ia sendiri memang masih lelah baru saja satu jam pulang dari kantor menyelesaikan begitu banyak pekerjaan.


Hera menghembuskan nafasnya pelan, dua minggu ia berpacaran dengan Leon hubungan mereka hanya sebatas itu-itu saja. Leon terkesan tak romantis sedangkan Hera adalah tipikal wanita yang sangat menyukai hal-hal yang bersifat romantis.


“Ya sudah, aku pulang saja !” Hera berdiri dari duduknya dan itu membuat Leon bisa menebak jika Hera sedang marah padanya.


“Kau marah ?” tebak Leon.


Hera menyunggingkan bibirnya membentuk sebuah senyuman, ia tak habis pikir Leon akan menanyakannya yang sudah jelas itu adalah jawabannya.


Mendengar ungkapan Hera padanya membuat Leon terhenyak karena memang benar apa yang dikatakan oleh Hera benar adanya. Leon kemudian mengalah ia lalu menyuruh Hera untuk menunggunya karena ia akan mengganti pakaiannya dan menuruti keinginan Hera untuk menemaninya pergi berbelanja.


“Akhirnya dia menurut juga !” Hera tersenyum dan bermonolog saat melihat pintu kamar Leon tertutup.


...……....


“Tim kuasa hukum sudah menunggu anda, Tuan !” Andre menyampaikan hal tersebut pada Leon karena hari ini Leon akan meeting dengan tim kuasa hukum perusahaannya sebab ia akan merencanakan pembukaan lahan baru untuk memperluas tambang batu baranya.


Membuka lahan baru untuk sebuah pertambangan batu bara tentu bukanlah hal yang mudah karena perusahaan Leon sendiri pasti akan terjadi pro dan kontra dengan masyarakat disekitar lahan penggalian tambang. Oleh sebab itu perusahaan Leon memang membutuhkan bantuan hukum dari salah satu firma hukum yang tepat dan terpercaya.


Firma hukum yang menangani perusahaan Leon bukanlah sebuah firma hukum sembarangan, namanya sudah terkenal luas di tanah air. Mereka membentuk sebuah tim untuk membantu perusahaan Leon agar terbebas dari hal-hal yang tak di inginkan.


Leon masuk ke dalam ruang rapat, dimana sudah ada tim kuasa hukum perusahaannya yang akan membantunya. Mereka mendundukkan kepalanya memberikan penghormatan untuk Leon selaku pemimpin perusahaan Sumber Alam Corp.


Tim kuasa hukum perusahaan Leon berjumlah empat orang dimana salah satunya adalah pemiliik firma hukum itu sendiri dan ketiga pegawainya.


Saat mereka mengangkat kepalanya untuk melihat Leon, tiba-tiba Leon terfokuskan padangannya pada seorang wanita yang sudah satu tahun tak ia jumpai. Mereka saling menatap satu sama lain. Tatapan mereka penuh dengan arti yang tak bisa untuk di definisikan.


Saat keduanya saling bertatapan, kemudian keduanya mengalihkan pandangan saat pemilik firma hukum tersebut memperkenalkan ketiga pegawainya.


“Dan ini adalah Diana Resti, dia baru bergabung di firma hukum kami selama satu bulan terakhir. Anda tidak perlu khawatir Tuan Leon, dia adalah mantan seorang Jaksa yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam dunia hukum di pengadilan !”


Deg


Jantung Diana berdetak tak karuan saat Leon kembali memperhatikan dirinya. Diana meremas kedua tangannya yang ada dibawah meja seolah ia begitu takut untuk berhadapan dengan Leon.


Diana merasa menyesal telah bekerja di firma hukum yang ia sudah satu bulan ini ia geluti jika pada akhirnya ia akan dipertemukan lagi dengan Leon. Padahal seumur hidupnya ia sudah bersumpah dan berharap tidak lagi bertemu dengan pria itu, pria yang sudah membuat hidupnya kacau salama satu tahun terakhir.


Bukan hanya itu saja yang Diana takutkan, ada hal yang lain yang membuatnya takut untuk bertemu dengan Leon itu karena….


... DIANA RESTI ...



... LEONEL RICHARD...



...……....


Gaes bantu like dan komen yaa… entar subuh aku up lagi 🤗😘