ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
ASHA MENGHILANG


Asha mengeluarkan semua gaun yang ada di dalam lemarinya, ia begitu pusing dan bingung harus memakai gaun yang mana untuk pergi ke pesta bersama Rain, karena mereka mendapatkan undangan pernikahan dari salah satu rekan bisnis Rain.


“Sayang, kau belum siap ?” Rain masuk ke dalam ruang ganti dimana istrinya masih belum memilih pakaian mana yang akan ia kenakan.


“Dad, ayo bantu aku pilihkan yang mana gaun yang cocok untuk ku ! perutku semakin membesar dan semua pakaianku tidak bisa ku pakai !”


Asha mengeluh karena memang sejak kandungannya sudah memasuki usia sembilan bulan semua pakaiannya mendadak menjadi sempit dan tak dapat ia kenakan.


“Tunggu sebentar.” Rain kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya lalu menelpon seseorang untuk datang ke mansions. Setelah ia menelpon orang tersebut, Rain kemudian membawa Asha keluar dari kamar ganti dan duduk di atas ranjang mereka.


Satu jam kemudian datanglah kepala pelayan dan seorang designer terkenal serte assistennya dengan memabawa beberapa koper besar yang berisi pakaian rancangannya.


“Pilihkan yang cocok untuk istri ku !” ucap Rain kemudian.


“Baik Tuan.”


Asha benar-benar dibuat cantik sedemikian rupa hari itu juga karena Rain tak hanya mendatangkan designer untuknya tetapi juga seorang MUA yang terkenal untuk menghias dirinya.


Asha melihat dirinya dicermin setelah di dandani dan berganti pakaian. Selera suaminya benar-benar luar biasa, wajar saja jika Maria masih ingin datang ke kehidupannya sebab siapa yang tidak mau menjadi pendamping Rain, tampan dan kaya raya siapapun pasti tergila-gila padanya.


“Perfect !”


Rain menatap Asha tanpa henti karena kecantikan dan aura istrinya yang sedang hamil tersebut, benar-benar mampu membuat Rain selalu terpikat dan terpesona olehnya.


Mereka kemudian berangkat menuju gedung hotel bintang tujuh yang akan mereka kunjungi. Begitu mereka sampai di acara tersebut, sontak saja mereka menjadi sorotan para tamu udangan karena Rain membawa istri barunya yang sedang hamil besar.


Semua menatap kagum pada Rain dan Asha, pasangan yang tampan dan cantik yang begitu serasi siapapun yang melihatnya pasti akan merasa iri.


“Astaga, istrinya benar-benar masih muda dan sangat cantik.” Bisik salah satu tamu undangan yang melihat Rain dan Asha yang berjalan ke podium untuk memberikan selamat pada pengantin yang baru saja menikah.


“Aku penasaran bagaimana nanti wajah anak mereka jika ayah dan ibunya saja sudah cantik dan tampan seperti itu ?”


Setiap kali kita berada ditengah-tengah khalayak ramai pasti akan ada diantara mereka yang membicarakan kita, memberikan argument ini dan itu tentang kita entah itu hal yang bersifat memuji atau memaki. Semua yang dibicarakan pasti tak jauh-jauh dari segi fisik seseorang.


Asha dan Rain menikmati acara resepsi pernikahan tersebut dengan suka cita. Saat Rain dan Asha berjalan turun dari podium dan hendak menuju kursi mereka yang sudah dipersiapkan tiba-tiba mendadak lampu dalam ball room tersebut padam dan gelap gulita.


‘Hemp..’


“Asha....!” Rain mengedarkan pandangannya saat ia menyadari Asha tak ada lagi disampingnya.


Semua para tamu undangan sibuk menyalakan ponselnya menghidupkan senter di ponsel mereka masing-masing. Rain begitu cemas dan memanggil-manggil nama Asha namun tak ia temukan dimana keberadaan Asha.


“Asha !” teriak Rain dan itu membuat semua tamu udangan menoleh ke sumber suara. Hingga sedetik kemudian lampu di ball room tersebut hidup kembali, Rain semakin tak bisa mengendalikan dirinya karena Asha tiba-tiba menghilang begitu saja.


Rain kemudian menelpon seluruh anak buahnya untuk mencari tahu beradaan Asha karena Rain yakin Asha belum jauh meninggalkan gedung hotel yang ia datangi.


Rain keluar dari gedung hotel dengan berlari dan ia sudah disambut oleh Leon dan juga Marcus yang tak sengaja bertemu sebab Marcus juga mendapatkan undangan dari rekan bisnis Rain yang menikah tersebut.


“Ada apa ?” tanya Marcus melihat kepanikan pada sahabatnya tersebut.


“Gps, Leon ! Lacak keberadaan istriku !”


Rain…


... ……....