
Lesca Thor 98
"Di mana rumah Steven, Dad?" tanya Thor.
"Di seberang kanan rumah ini," jawab Franklin.
"Bagaimana keluarganya?" tanya Thor lebih mendetail.
Franklin tersenyum mendengar pertanyaan Thor.
"Keluarganya sangat baik. Ayah ibunya ada di luar negeri. Steven tinggal bersama paman dan bibinya serta sepupunya yang sudah besar," jawab Franklin.
"Berapa umur Steven?" tanya Thor lagi.
"Oh my ... Kau seperti sedang menyeleksi calon menantu, Honey," kata Lesca.
"Aku tak ingin Given terlibat ke dalam pergaulan yang salah sejak kecil," jawab Thor dan tentu saja itu membuat Lesca tertawa.
Begitu juga dengan Franklin dan Natasha yang tak bisa menahan tawanya karena sikap protektif Thor pada putri kecilnya.
"Kau takut Steven sepertimu?" Sahut Lesca.
"Tidak, Steven tak seperti daddy, Mom. Steven masih kecil dan daddy sudah besar," celetuk Given yang kembali membuat tawa di rumah itu.
"Umurnya baru 10 tahun," jawab Franklin akhirnya.
"Itu sudah lumayan besar dan berbeda jauh dari umur Given. Bisakah daddy mengawasinya jika mereka sedang bermain bersama?" ucap Thor.
Lesca kembali tertawa dan memeluk Thor karena terlalu gemas dengan suami tampannya itu.
"Honey, aku hanya ingin Given terlindungi," kata Thor serius.
"Jangan terlalu mengekangnya karena itu akan membuatnya tak nyaman," kata Lesca.
"Aku tak mengekangnya. Aku menyuruh daddy agar mengawasinha ketika bermain dengan Steven," jawab Thor.
"Kami selalu menemani jika mereka bermain bersama," kata Natasha.
"Kau pasti akan memberinya bodyguard jika sudah beranjak remaja," ucap Lesca sambil mengecup bibir Thor.
"Ya, itu hal yang pasti dan mutlak," jawab Thor.
Given yang masih belum mengerti hal itu tampak asyik bermain sendiri dengan mainannya yang ada di pojok ruangan.
Given masih ingin tinggal di rumah Franklin dan itu tak masalah bagi Thor karena rumah mereka jaraknya tak terlalu jauh.
*
Lesca terlihat sedang fokus pada ponselnya dan duduk di atas sofa.
"Apa yang kau lihat, Sayang?" tanya Thor yang baru datang dari arah kamarnya.
"Foto mantanmu yang tadi datang ke perusahaan. Ternyata dia seorang artis. Aku baru tahu," jawab Lesca.
Thor tak menjawabnya dan duduk di sebelah Lesca.
"Dia bilang hubunganmu dan dia sangat spesial. Apa yang membuatnya spesial? Kalian bercinta dengan panas dan liar?" tanya Lesca dan masih melihat ponselnya.
"Baby," sahut Thor.
Lalu Lesca menaruh ponsel dan naik ke pangkuan Thor.
"Apakah kau begitu kecewa padaku hingga mematahkan hati banyak wanita?" tanya Lesca dan mendongakkan wajah Thor hingga tersandar di sandaran sofa.
Lesca menatap lekat wajah tampan yang ada di bawah pandangannya itu sembari mengusap pipinya yang berjambang tipis.
"Hmm, aku begitu sakit hati padamu," jawab Thor lirih dan memeluk pinggang ramping wanita cantik itu.
"Maaf," lirih Lesca kemudian mencium bibir Thor yang sedikit terbuka.
Thor mengusap punggung Lesca dan membalas ciuman lembut itu.
"Kau pernah bercinta dengan mereka?" tanya Lesca.
"Jika aku menjawab tidak, apakah kau mempercayainya?" Ucap Thor.
"Entahlah sulit kupercaya," jawab Lesca.
"Apakah itu artinya kau berharap bertemu denganku lagi?" tanya Lesca.
"Hmm," jawab Thor dengan bibir yang saling bersentuhan dengan bibir Lesca.
"Tapi kau tak berusaha mencariku?" tanya Lesca.
"Tidak, karena masih ada keraguan di dalam hatiku dan menyerahkan semuanya pada takdir," jawab Thor.