
KENGIV 12
Pagi menjelang, Kenzo sudah siap untuk pergi ke London. Dan ia sedikit tak bersemangat karena harus berangkat bersama Given.
Padahal Kenzo ingin menikmati perjalanannya menuju London sembari menyusuri kota kota kecil yang akan dilewatinya nanti.
Setelah siap, Kenzo menaiki mobil Lamborghini Urus Type yang ukurannya setara mobil SUV pada umumnya.
Sedangkan Er dan Cal menaiki mobil Range Rover. Mereka juga akan ke mansion Thor karena akan sekalian menjemput Gaby.
Hanya beberapa menit saja, mereka tiba di mansion. Barang barang Given sudah ada di depan pintu karena dia sudah mengeluarkannya tadi.
Kenzo berjalan bersama kedua orang tuanya menuju beranda dan sudah ada Lesca yang juga baru keluar dari balik pintu.
"Good morning," ucap Lesca.
"Morning, Lesca," sahut Cal dan mereka saling menempelkan pipi sebagai salam sapaan mereka.
"Ken, bawa barang Given masuk ke mobilmu," ucap Cal.
"Oke," jawab Ken.
"Thank you," ucap Lesca.
Ken hanya tersenyum samar dan mengambil satu koper serta satu tas berukuran sedang milik Lesca lalu memasukkanya ke dalam mobil.
Tak lama kemudian, Given keluar dan melihat tas nya sudah dibawa masuk ke dalam mobil oleh Ken.
Kedua orang tuanya dan orang tua Ken tampak berjalan masuk ke dalam mansion.
Ken menutup pintu bagasi mobilnya dan kembali ke beranda.
Dia berpapasan dengan Given dan sama sekali tak tersenyum.
"Thank you," ucap Given meskipun sebenarnya ia malas berinteraksi dengan orang sombong seperti Ken.
Given tampak kesal dengan reaksi itu dan mengepalkan tangannya di belakang kepala pria itu ketika berjalan di belakangnya.
'Nasib buruk apa yang membawaku kepada pria sombong ini,' batin Given kesal.
Lalu mereka berdua berjalan ke arah taman belakang dan berjalan beriringan dengan posisi Given di belakang Ken.
Kedua keluarga itu tampak menikmati makan paginya sembari bercengkrama ringan, kecuali Ken yang jarang berbicara dan hanya menjadi pendengar saja.
Given yang ceria serta Mighty dan Gaby yang cerewet menghidupkan suasana makan pagi itu.
Cal tampak memegang tangan Er di bawah meja. Dia merasakan kebahagiaan di tengah tengah keluarga Robert.
Dan ia sangat berharap Ken dan Given berjodoh meskipun mungkin itu suatu jalan yang cukup sulit karena sikap keras kepala Ken yang terlalu membentengi dirinya pada wanita.
Setelah makan pagi, Ken dan Given pun berpamitan pada semuanya dan akhirnya berangkat menuju London.
Given memasang headphone di telinganya untuk mendengarkan lagu lagu favoritnya karena suasana di dalam mobil seperti di kuburan, sepi dan mencekam.
Wajah Ken sama sekali tak berubah dan selalu tanpa senyum. Ingin rasa Given menarik sudut bibirnya itu agar tersenyum sedikit saja.
Given melihat ke arah jendela mobil sambil mendengarkan musik. Sesekali ia bersenandung pelan mengikuti lagu yang kini sedang di dengarkannya.
Baru setengah jam perjalanan, Ken menghentikan mobilnya di sebuah jalan tikungan di mana ada lembah di bawahnya.
Pria itu keluar dari mobil dan tampak menyalakan rokoknya.
Given melihatnya dari dalam kemudian ikut keluar dari mobil karena sepertinya pemandangan di luar sana sangat indah.
Given mengambil kameranya dari dalam tas nya sebelum keluar dari mobil.
"Wooww ... indah sekali di sini," gumamnya dan mulai memotret obyek yang ada di depannya.
Ken melihat sekilas ke arah Given lalu kembali merokok dan melihat ke arah pemandangan di depannya.