
Lesca Thor 88
Thor dan Burton menoleh ke arah Lesca.
"Burton akan bertunangan dan teman - teman kami hampir sama," jawab Thor tersenyum dan merengkuh pinggang ramping Lesca lalu mengecup bibirnya..
"Teman pria atau wanita?" tanya Lesca.
"Wanita," jawab Burton.
"Sudah kuduga," sahut Lesca.
"Kita tak perlu datang jika kau tak suka," kata Thor memeluk Lesca.
"Kita di rumah sakit, Honey," ucap Lesca mendorong pelan tubuh Thor yang menggelayut manja pada tubuhnya.
"Thor, jaga sikapmu," kata Burton.
"Aku akan membeli rumah sakit ini jika ada yang komplain," sahut Thor yang tak mempedulikan protesan Lesca dan Burton.
"Oh my ... Dia sudah gila padamu, Lesca. Aku pulang dulu," kata Burton dan pergi dari sana.
"Kita pulang sekarang," kata Lesca dan Thor melepaskan pelukannya.
"Oke, Baby," jawab Thor dan mencium pipi sang istri.
Lesca yang kini sudah terbiasa dengan hal itu tampak biasa saja.
Mereka berjalan menuju pintu keluar dan berpapasan dengan beberapa dokter yang bertugas dan juga perawat.
Lesca menyapa ramah pada mereka ketika tahu tentang kebenaran bahwa Lesca dan Burton bersahabat sejak sekolah.
Sekaligus karena pengaruh Thor yang ternyata lumayan banyak dikenal beberapa pejabat rumah sakit.
"Mereka mendadak ramah padaku setelah kau datang kemari," ucap Lesca.
"Oh ya? Apakah sebelumnya mereka bertindak tak menyenangkan padamu?" tanya Thor.
"Tidak, mereka menggosipkanku dengan Burton dan menyangka aku simpanannya. Sangat lucu," jawab Lesca.
"What??!! Benar benar keterlaluan," sahut Thor kesal.
"Sudahlah, aku tak pernah peduli dengan hal hal seperti itu," jawab Lesca.
"Aku akan membeli rumah sakit ini dan mendepak siapa pun yang membuat ulah padamu," ucap Thor.
Lesca tertawa pelan mendengar hal itu.
"Aku tak bercanda, Baby," jawab Thor dan menghentikan langkahnya di lobby.
"Honey, sudahlah. Ayo kita pulang karena Given sudah menunggu kita," kata Lesca.
"Ooohh ... Kau manis sekali," ucap Lesca dan mengecup bibir sang suami meskipun banyak mata yang melihat ke arah mereka termasuk dokter dokter muda yang selalu membicarakan dirinya.
"Apakah termasuk mereka?" tanya Thor melihat beberapa dokter dan perawat di dekat meja perawat.
"Ayo kita pulang," jawab Lesca dan menarik tangan Thor.
"Aku akan melabrak mereka," ucap Thor menahan tangan Lesca.
"Kita pulang sekarang atau kita tak seranjang nanti malam," kata Lesca pelan tapi tegas.
"Oh God, ancamanmu menakutkan sekali, Sayang," sahut Thor.
"Kita pulang sekarang, oke?" ucap Lesca sekali lagi.
"Oke," jawab Thor pasrah.
Lalu mereka pun pergi dari rumah sakit dan masuk ke dalam Bugatti hitam itu.
*
*
"Dadddyyyy!!" teriak Given melihat Thor masuk ke dalam rumah Franklin.
Thor melangkah lebar dan merentangkan tangannya pada sang putri cantiknya itu.
"I miss you, Girl," ucap Thor menciumi wajah cantik Given.
Lalu Lesca mengambil tas sekolah milik Given dan berpamitan pada Natasha serta Franklin.
"Makan malam dulu, Sayang. Sudah kusiapkan untuk kalian," ucap Natasha.
"Baiklah kalau begitu," jawab Lesca.
Mereka semua kemudian menunggu jam makan malam di beranda belakang sambil mengobrol santai di sana.
"Daddy, apakah adikku sudah jadi?" tanya Given dengan polosnya.
Dan semua yang ada di sana tertawa mendengar ucapan polos gadis lucu itu.
"Ya, adikmu akan segera datang di perut mommy," jawab Thor.
Given kembali mencium Thor.
"Thank you, Daddy," sahut Given.