
LescaThor 49
Beberapa orang memapah Thor untuk menuju ambulance yang sudah datang itu.
Ada sekitar 5 ambulance yang datang dan ambulance itu membawa semua korban luka berat dan ringan.
Thor masih bisa sadar dan dia bersyukur hanya kepalanya saja yang cidera. Tangan dan kakinya hanya terdapat luka gores meskipun membuat baju serta celananya sedikit sobek.
Dan Hanya dalam lima menit perjalanan semua ambulance tiba di rumah sakit.
Satu persatu korban dibawa ke ruang emegency termasuk Thor.
Hanya ada dua dokter dalam shift jaga malam ini.
Kedua dokter itu langsung menangani beberapa korban yang parah terlebih dulu.
"Apakah ada yang perlu dioperasi?" tanya Lesca pada dokter muda yang bernama Dokter Simon.
"Hanya satu orang saja yang membutuhkan operasi secepatnya," jawab Simon.
"Hubungi Dokter Nora dan juga Dokter Chester. Suruh mereka kemari sekarang juga karena ini spesialis mereka," ucap Lesca pada beberapa perawat di sana.
"Siapkan ruangan operasinya," lanjut Lesca.
"Dokter, tolong periksa yang lain terlebih dulu karena ada yang cidera kepala," kata salah seorang perawat pria.
"Kau belum memeriksanya, Dokter Simon?" tanya Lesca.
"Belum, Dokter," jawab Simon dan masih sibuk memerika pasien wanita di depannya.
Lalu Lesca menuju ke ruangan paling pojok di mana korban itu adalah korban terakhir yang dibawa ke rumah sakit.
Lesca memasuki ruangan itu dan mendekati ranjang korban kecelakaan itu.
"Apalagi cideranya selain kepala?" tanya Lesca sembari mendekati pria berbaju hitam itu.
Lesca menyingkirkan tangan pria itu yang ada di kepalanya.
Lalu mata mereka saling bertumbukan ketika Lesca dan pria itu saling menatap.
Lesca otomatis memundurkan langkahnya dan rasanya tubuhnya lemas karena melihat pria yang tak ingin dilihatnya itu.
Thor melihat ke arah Lesca.
"Dokter," panggil perawat di samping Lesca ketika Lesca terlihat shock melihat Thor.
Lesca kemudian mendekati Thor dan mulai memeriksa kepalanya.
Thor menepis tangan Lesca yang memegang kepalanya.
"Berikan aku dokter lain. Aku tak mau dirawat oleh dokter ini," ucap Thor dingin.
"Tak ada dokter lain selain aku. Semua dokter sibuk dengan tugasnya masing - masing," jawab Lesca dan mencoba memeriksa kepala Thor lagi.
"AKu akan menunggu sampai dokter lain tak sibuk. Jangan menyentuhku," sahut Thor.
"Kau mau mati? Kau kehilangan banyak darah," kata Lesca.
"Aku tak akan mati hanya karena luka ini," jawab Thor.
Perawat tampak bingung dengan perdebatan antara Lesca dan Thor yang tak dimengertinya.
"Kau keras kepala sekali. Brad, pegang tangannya," perintah Lesca.
Lalu Brad -- sang perawat -- memegang tangan Thor dan Thor justru memelintir tangan Brad dan mendorong tubuhnya.
"Kau pikir aku bercanda? Aku tak mau disentuh olehmu!!" bentak Thor marah.
Lesca memundurkan langkahnya dan Thor beranjak duduk lalu berdiri. Thor berjalan dan keluar.
Dia melihat Simon dan memanggilnya.
"Hei, Dokter!!" teriak Thor sembari memegang kepalanya.
Simon menoleh.
"Rawat aku," lanjut Thor.
Simon melihat ke arah Lesca. Dan Lesca mendatangi Simon.
"Aku yang akan merawat pasienmu. Rawatlah pria keras kepala itu," kata Lesca lirih dan mengambil alih tugas Simon.
"Baiklah," jawab Simon.
Simon berjalan menuju Thor dan membawa Thor kembali ke ranjangnya.
"Aku akan merawatmu, Tuan," kata Simon yang mulai memeriksa luka di kepala Thor.