HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 37


Lesca Thor 37


Thor memang belum ada perasaan cinta pada Lesca. Dan sebenarnya, Thor akan mengatakan pada Lesca jika ingin berhubungan lebih jauh dengan Lesca begitu mereka bertemu nanti.


Tapi pertemuannya ini tak sesuai ekspektasinya. Bahkan sudah di luar bayangannya.


Dia tak menyangka Lesca akan melakukan hal senekat ini dan membuatnya kecewa begitu dalam pada wanita yang ternyata mengandung benihnya itu.


Jika Lesca jujur padanya tentang hal ini, Thor pasti akan bertanggung jawab dan akan menikahinya.


Thor pulang ke mansionnya dan masuk ke dalam kamarnya. Thor kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan berdiri di bawah shower air dingin.


Dia sedang mencerna apa yang terjadi dan akan berpikir lebih tenang lagi.


Tapi yang jelas dia tak bisa memaafkan Lesca karena hal ini. Dia begitu murka dengan perbuatan Lesca yang diluar akal sehatnya.


*


*


Keesokan harinya, Thor kembali ke rumah Lesca dan rumah itu tampak sangat sepi.


Thor membunyikan bel berulang kali hingga ada pelayan yang membukanya.


"Apa aku bisa bertemu dengan Lesca?" tanya Thor.


"Mereka semua sudah pergi," jawab pelayan itu.


"Apa maksud bibi?" tanya Thor.


"Tuan Franklin, Nyonya Natasha dan Nona Lesca pergi tadi pagi setelah Nona Lesca mengalami sakit di perutnya," jawab sang pelayan.


"Apakah Lesca baik- baik saja?" tanya Thor khawatir.


"Ya, dokter langsung datang kemari dan setelah itu mereka langsung pergi setelah sempat bertengkar hebat," kata pelayan.


"Ke mana mereka pergi?" tanya Thor.


"Aku tak tahu, Tuan," jawab bibi.


Lalu Thor mencoba menelepon ponsel Lesca dan nomer itu sudah tak tersambung lagi.


Thor mengumpat dalam hatinya.


"Apakah mereka akan kembali lagi seperti kemarin?" tanya Thor.


"Aku juga tak tahu, Tuan. Nyonya dan Tuan membawa banyak pakaian dalam koper besar," jawab pelayan itu.


"Apakah bibi tahu di mana rumah kerabat mereka?" tanya Thor lagi.


"Tidak, karena aku baru bekerja sebulan di sini," sahutnya.


"Baiklah, terima kasih," ucap Thor.


*


*


Seharian itu Thor mencari tahu tentang Lesca ke teman- teman kuliahnya dan teman dekatnya yaitu Burton dan Justin.


Mereka juga tak tahu di mana Lesca berada.


Kini Burton dan Thor sedang berada di sebuah cafe.


"Aku terlambat datang," ucap Thor memulai pembicaraan.


"Ini bukan salahmu. Kau tak tahu apa pun dan Lesca menyembunyikan ini sendirian bahkan kedua orang tuanya tak tahu tentang hal ini," sahut Burton.


"Apa yang dia ceritakan padamu?" tanya Thor.


"Dia memanggilku ke rumahnya dan akhirnya menceritakan tentang kehamilannya. Dia meminta bantuanku untuk mengambil kan obat itu di rumah sakit ayahku. Dia tak ingin hamil karena dia merasa sangat muda dan kehamilan akan menghambat cita- citanya untuk menjadi seorang dokter," kata Burton.


"Ya, dia ingin menjadi seorang dokter karena ibunya menginginkan hal itu. Masalahnya dengan Joanne membuat pikirannya semakin penuh dengan bertambahanya masalah kehamilannya," lanjut Burton.


"Kuharap kau tak membencinya, Thor. Dia masih sangat labil dan cenderung nekat serta melakukan apa pun sendiri tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya," kata Burton.


"Kau masih ingin mencarinya?" tanya Burton.


"Entahlah, dia yang menghilang dan menjauh dariku. Mungkin dia juga tak ingin bertemu denganku lagi. Untuk apa aku mencarinya jika akhirnya kami saling tersakiti. Aku akan selalu mengingat hal ini seumur hidupku. Aku memang brengsek, tapi aku tak akan pernah melakukan hal kejam pada bayiku sendiri. Dia adalah wanita yang kejam sejak dia mempunyai keinginan untuk menggugurkan kandungannya dan tak menginginkan bayi kami," sahut Thor.


"Aku tak bisa membantu apa pun untukmu jika kau memang ingin mencarinya," ucap Burton.


Thor tak mengatakan apa pun dan hanya bisa menerawang. Hatinya terlalu sakit dengan apa yang Lesca lakukan.


"Dia egois," ucap Thor pelan.


Burton melihat ke arah Thor dan tak mengatakan apa pun.


*


*


6 tahun kemudian ...


"Happy birthday, Son," ucap Phoenix pada putra sulungnya.


Phoenix memeluk putra sulungnya yang masih betah melajang itu.


Lalu Lara juga memeluk Thor dan mencium pipinya.


"Hubunganmu tak berhasil lagi?" tanya Lara yang selalu mendapat kabar bahwa Thor putus kembali dengan pacarnya.


"Mereka ingin dinikahi dan aku tak siap dengan hal itu," jawab Thor.


"Sampai kapan kau akan seperti ini? Tak bisakah kau membuka hatimu untuk seorang wanita yang mencintaimu, Thor?" tanya Lara.


"Mereka ingin sebuah keluarga dan aku tak bisa memberikan hal itu pada mereka. Aku tak ingin memiliki anak," jawab Thor.


"Kau akan tua sendirian jika tak memiliki anak. Lupakan masa lalu dan ini sudah enam tahun berlalu. Kau masih saja terjebak. Apakah daddy perlu mencari Lesca untuk menyembuhkan luka hatimu?" tanya Lara yang kemudian duduk di sofa ruang santai.


"Bisakah tak menyebut nama itu?" sahut Thor.


"Sampai kapan?" tanya Lara.


"Sampai aku mati," jawab Thor.


"Itu menakutkan, Thor," ucap Rex yang muncul dari ruangan belakang.


"Kapan kau bertunangan?" tanya Thor mengalihkan pembicaraan.


"Bulan depan dan akan dilakukan di tempat nenek Lemony.


"Di mana? Apakah di luar negeri?" tanya Thor.


"Ya, di sebuah desa di Irlandia," jawab Rex duduk di sebelah Thor.


"Kau yakin dengan pernikahan ini, Rex? Kau akan terjebak selamanya dengan satu wanita," ucap Thor.


"Aku sangat mencintainya dan dulu aku sangat susah mendapatkannya," jawab Rex mengambil camilan di atas meja yang ada di depannya.


"Jangan menghasut adikmu, Thor," ucap Lara.


"Mommy tak ingin menjodohkannya dengan anak teman mommy?" tanya Rex.


Thor menjitak kepala Rex.


"Atau kau bisa mencari gadis desa yang ada di Irlandia nanti. Aku pernah sekali ke sana dan wanita di sana cantik - cantik. Aku jamin kau pasti tertarik pada salah satu dari mereka," kata Rex.


"Aku selalu tertarik dengan wanita cantik, Rex. Hanya saja aku alergi dengan pernikahan," sahut Thor.


Lara dan Phoenix tak banyak berkomentar karena mereka cukup mengerti apa yang dialami Thor dulu. Hubungannya dengan Lesca benar -benar membuatnya begitu kecewa. Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang dan bahkan Lesca langsung mematikan bunga itu di hati Thor.


Thor juga tak ingin mengungkit - ungkit tentang hal ini lagi, meskipun terkadang Lara masih sering mengungkitnya jika Thor kembali memutuskan hubungannya dengan kekasihnya hanya karena sang kekasih ingin lebih serius menjalin hubungan ke jenjang pernikahan.


"Jadi sekarang kau sedang jomblo, Thor?" tanya Rex.


"Ada tiga wanita yang mendekatiku. Nanti bantu aku memilih mana yang paling menarik di antara mereka," jawab Thor.


"Jujur, Mommy sangat tak suka dengan sikapmu ini, Thor. Kau terkesan mempermainkan wanita. Hentikan hal ini atau ini akan melukaimu lebih dalam lagi jika kau meneruskannya. Kau bingung dengan apa yang kau cari. Carilah wanita yang benar- benar mencintaimu. Dia pasti akan senang sekali mengandung anak darimu. Tak semua wanita seperti Lesca. Renungkan hal ini dan bahagiakan hidupmu. Bagaimana jika kau bertemu Lesca dan kini dia sudah bahagia? Sedangkan kau seakan masih terjebak di masa lalu. Kau merugikan dirimu sendiri, Sayang," ucap Lara.