HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
SEASON 2-4


GK 4


"Ini dari kakekku. Kau kerabat Tuan Jared, bukan? Jadi kakek mengirimkan kue ini untuk keluarga kalian," sahut pria itu dengan suara beratnya.


Lalu Given mengambil kue itu dengan cepat dari tangan pria itu.


"Terima kasih," sahut Given dan masih menutupi dadanya dengan baju basah itu.


Kemudian pria itu berjalan pergi dari sana.


"Siapa namamu?" tanya Given berbalik menghadap pria yang sudah berjalan di belakangnya.


Pria itu berhenti dan berbalik kembali menoleh ke arah Given.


"Maksudku aku bisa menyampaikan hal ini pada kedua orang tuaku bahwa kakekmu memberikan kue ini pada keluarga kami," ucap Given.


"Aku Kenzo. Kenzo Erlando Santiago," jawab pria bermata biru itu.


"Baiklah, terima kasih," ucap Given yang masih canggung melihat pria tanpa senyum itu.


Kenzo masih melihat ke arah mata Given.


"Kau memiliki mata yang indah," kata Kenzo dan kemudian berbalik pergi.


Given melihat kepergian pria itu dan entah mengapa dia merasa malu dipuji oleh pria itu.


"Bukankah aku biasa dipuji seperti ini? Oh my, ada apa dengan diriku?" gumam Given menggelengkan kepalanya.


Lalu Given berbalik masuk ke dalam mansionnya untuk mandi dan berganti baju.


*


*


Setelah mandi, Given kembali ke pinggir danau sambil membawa kue dari Kenzo.


Tak lama kemudian mereka berlima makan bersama di atas tikar yang kini sudah basah itu akibat Thor dan kedua anak kembarnya yang baru saja naik dari danau.


"Mom, ini dari tetangga kita. Rumahnya di seberang danau itu. Katanya mereka mengenal Grand Pa Jared," ucap Given sambil menaruh kue itu.


Lesca membuka bungkusan itu dan melihat pie apple yang harumnya sangat menggoda.


"Ini masih hangat dan sepertinya sangat lezat," ucap Lesca yang kemudian mengiris pie apple berukuran besar itu.


"Siapa namanya?" tanya Thor.


"Kenzo," sahut Given.


"Nama keluarganya," ucap Thor lagi.


"Kenzo Erlando Santiago," jawab Given.


"Erlando? Jadi itu rumah Er?" sahut Thor.


"Kau kenal, Honey?" tanya Lesca.


"Kurasa Kenzo menyebutkan bahwa itu rumah kakeknya," ucap Given.


"Oh ya? Kalau begitu, besok kita undang mereka makan malam," sahut Thor.


"Nanti ke sanalah untuk mengundangnya, Sayang. Kita tak memiliki nomer ponselnya," ucap Lesca.


"Baiklah, Mom," sahut Given.


Mereka kembali melanjutkan sesi makan siang mereka sambil mengobrol dan bersenda gurau bersama.


*


Setelah sesi piknik itu selesai, Given langsung menuju ke mansion di seberang danau dengan menggunakan mobil campervannya karena tak ada lagi kendaraan lain di sana.


Karena jalanannya memutar, jadi jaraknya lumayan jauh sekitar 700 meter.


Setibanya di sana, Given sampai di mansion itu dan menuju beranda depan.


TOK TOK TOK...


Given mengetuk pintu utama mansion.


CEKLEK


Tampak pelayan membuka pintunya.


"Ya?" tanya Pelayan itu.


"Apakah Kenzo ada?" tanya Given.


"Tuan Kenzo?" Sahut pelayan itu.


"Ya, aku berasal dari mansion seberang danau," jawab Given.


"Masuklah, Nona. Tuan Kenzo sedang berada di beranda belakang," jawab pelayan itu.


Given masuk dan kemudian mengikuti pelayan itu menuju beranda belakang. Given melihat Kenzo tampak sibuk dengan laptopnya.


"Tuan, ada tamu untuk anda," ucap pelayan.


Kenzo kemudian menoleh dan melihat ke arah Given.


Given tersenyum ramah dan Kenzo tak bereaksi apa pun.


"Ada apa?" tanya Kenzo.


"Orang tuaku mengundangmu dan kakekmu untuk makan malam di mansion kami," jawab Given.


"Oke," jawab Kenzo singkat dan kembali melihat laptopnya.


'Ya Tuhan, pria ini benar benar menyebalkan,' batin Given kesal.