
Given 15
Given sudah mulai bosan dengan perjalanan panjang ini. Perjalanan yang seharusnya hanya 4 jam saja, ditempuh dengan amat sangat lama karena Kenzo selalu mampir ke suatu tempat hanya untul sekedar melihat pemandangan dan merokok.
Seperti sekarang, Kenzo kembali berhenti di sebuah perbukitan yang terdapat kastil tua di tengahnya.
Pria itu turun dari mobil karena merasa tertarik dengan kastil tua itu.
"Oh my ... Sampai kapan perjalanan ini berakhir???" geram Given ketika melihat Kenzo berjalan menuju kastil.
"Aku hanya ingin cepat merebahkan tubuhku di atas ranjang empukku," gumam Given.
Given menghentakkan kakinya di dalam mobil karena terlalu kesal dengan Kenzo yang menurutnya semaunya sendiri karena memperlambat perjalanan ini.
Cukup lama Given menunggu di mobik hingga akhirnya keluar karena tak melihat soson Kenzo di depan Kastil.
Given keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah kastil tua itu. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Given melihat sisi utara kastil yang tampak ada beberapa mobil diparkir di sana.
"Apakah di sini sebuah restoran?" gumam Given.
Lalu Given melihat ada petugas yang berjaga di pintu kastil.
"Mungkin ini musium," gumam Given lagi.
Given masuk ke dalam kastil itu dan ternyata di dalamnya adalah sebuah restoran dengan dekorasi yang sangat estetik.
Restoran itu bahkan tak mengubah bentuk asli dari kastil tua itu dan hanya menambahnya dengan perabot mewah yang terkesan klasik.
Ada 3 orang pemusik di sana dan satu penyanyi yang membuat restoran ini semakin hidup.
Given mencari keberadaan Kenzo, tapi wanita cantik itu tak melihatnya di mana pun.
Lalu Given melihat ada tangga melingkar yang menuju ke lantai dua.
Ketika Given akan naik ke tangga, penyanyi yang ada di panggung mini itu memanggil Given.
"Hei Nona dengan mata indah," panggilnya.
"Ya? Kau memanggilku?" tanya Given tersenyum.
"Maukah berdansa denganku?" tanya Pria itu dengan sopan dan ramah.
"Berdansa?" tanya Given.
"Ya, ini malam menjelang malam minggu dan biasanya kita akan bersenang senang di sini dengan menari. Kau mau jadi pembukanya? Ayo lah ini akan menjadi hal yang menyenangkan," ucap pria itu tersenyum.
Banyak yang mendukung Given agar menerima ajakan pria itu untuk berdansa.
"Oke, kau ingin kita berdansa apa?" tanya Given yang menuju ke arah penyanyi pria itu.
"Bagaimana kalau salsa?" ucap pria itu.
"Oke," sahut Given yang memang sedikit bisa menari salsa.
Pria itu mengulurkan tangannya dan Given memegangnya. Lalu musik mulai dimainkan dan mereka berdua pun menari dengan tempo musik yang sedikit cepat.
Para pengunjung yang lain tampak menikmati tarian mereka dan bersoran sorai karena gerakan mereka berdua semakin cepat.
Given tersenyum sepanjang tarian karena dia merasa mood nya kembali baik karena menarik dengan pria itu.
Hingga akhirnya gerakan terakhir, tubuh Given memutar cepat dengan tangan yang diangkat ke atas oleh pria itu.
Dan berakhir dengan gerakan pria itu merengkuh pinggang Given di mana tubuh Given sedikit tertarik ke belakang.
Tepukan tangan para pengujung restoran yang lain membuat suasana semakin meriah di restoran itu.
"Thank you," ucap pria itu pada Given.
"Aku yang berterima kasih, karena kau membuat mood ku menjadi baik kembali," jawab Given tersenyum dan melepaskan tangannya dari bahu pria itu.
Dan tampak dari atas lantai dua, mata tajam Kenzo melihat ke arah Given yang masih asyik mengobrol dengan pria yang menari dengannya tadi.