
Given 11
Setelah makan malam selesai, keluarga Santiago tak langsung pulang.
Kedua keluarga itu tampak sedang berkumpul di halaman belakang dan duduk di sofa yang di tengahnya ada api unggun untuk menghangatkan malam.
"Kalian akan kembali ke London besok?" tanya Er.
"Hanya Given saja karena kami tetap di sini," jawab Thor.
"Daddy belum mengatakan hal ini padaku," sahut Given.
"Mommy dan si kembar masih ingin berlibur di sini, Sayang. Kau tak keberatan, bukan? Nanti Daddy akan pamggil supir kita dari London untuk menjemputmu kemari," jawab Thor.
"Kebetulan sekali besok Kenzo akan ke London. Kalian bisa berangkat bersama," timpal Er.
"Ya, itu ide yang bagus dan Given tak menunggu supir terlalu lama," kata Cal.
"Kurasa itu benar, Sayang. Akan lebih efisien jika kau berangkat ke London bersama Kenzo," sahut Lesca juga.
"Apakah kau keberatan, Ken?" tanya Thor.
"Tentu saja tidak," jawab Kenzo yang tetap terlihat datar meskipun ada senyum di sudut bibirnya.
Given melihat ke arah Kenzo yang sebenarnya jelas jelas tak suka dengan ide orang tua mereka.
"Bagaimana, Sayang?" tanya Lesca pada Given.
"Oke, Mom," jawab Given tersenyum.
Setelah mengobrol banyak, keluarga Santiago akhirnya pamit pergi. Sedangkan Gaby ingin menginap bersama Mighty.
Cal mengizinkan hal itu dan mereka akan menjemput Gaby setelah makan pagi besok.
*
Setibanya di mansion, keluarga Santiago langsung masuk bersama.
"Ken, kau benar benar tak keberatan jika pergi bersama Given, bukan?" tanya Cal sebelum Kenzo masuk ke kamarnya.
"Hmm," jawab Kenzo singkat.
"Jangan sinis padanya, Ken. Itu tak baik. Dia gadis yang baik dan tak sepatutnya ga bersikap seperti itu padanya. Kau terlihat sangat tak ramah padany," lanjut Cal lagi.
"Menurutku sikapku biasa saja," jawab Kenzo.
"Apakah hal itu masih membentengi dirimu dan wanita, Ken?" tanya Cal.
"Ini tak ada hubungannya dengan hal itu. Dia hanya orang asing bagiku dan semua pasti bersikap yang sama dengan orang yang bari saja ditemuinya," jawab Kenzo.
"Setidaknya kau bisa bersikap ramah padanya," kata Cal.
"Aku tak bisa berpura pura, Mom. Aku akan tetap menjadi diriku dan aku bukanlah orang ekstrovert," jawan Kenzo.
"Ken ..." ucap Er yang berusaha menjadi penengah.
"Aku akan tidur," jawab Kenzo.
"Hmm, good night," ucap Cal.
Lalu Kenzo berbalik masuk ke dalam kamarnya. Er merangkul bahu Cal dan mengajaknya masuk ke kamar.
"Kapan dia akan berubah? Tak mungkin dia akan single seumur hidupnya, bukan?" ucap Cal ketika sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Sudahlah, jodoh tak akan ke mana. Kita hanya bisa mencari jalannya saja," sahut Er.
"Apa maksudmu?" tanya Cal.
"Aku dan Thor yang membuat rencana ini. Tjor melebihkan masa liburannya di sini agar Given dan Kenzo bisa sedikit lebih dekat dalam perjalanan ke London," jawab Er.
"Oh my ... Jadi kalian menjodohkan mereka?" tanya Cal.
"Why? Kau tak setuju?" tanya Er.
"Mengapa kau tak mengatakan hal ini padaku dan juga Lesca. Kami bisa membantu," jawab Cal.
Er tertawa pelan mendengar hal itu.
"Untuk sementara kita akan menjalankan rencanaku dan Thor dulu. Jika sudah tak bisa, maka kalian yang mulai bertindak," kata Er.
"Jadi tadi kalian ke ruang kerja sebentar karena membicarakan hal ini?" tanya Cal.
"Ya," jawab Er mengangguk.
"Kau sangat gerak cepat ternyata. Good job, Baby," jawab Cal tertawa kecil dan mengecup bibir Er.