HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 75


LescaThor 75


"Kita akan ke mana?" tanya Lesca ketika mereka berkendara dengan mobil berdua setelah acara pernikahan mereka.


"Membuat adik untuk Given," jawab Thor to the point.


"Kau hanya memikirkan itu saja, Thor?" tanya Lesca.


"Iya, untuk saat ini. Aku hanya ingin jujur padamu," sahut Thor.


"Aku memahami kebutuhan biologis seorang pria. Selama ini kau melampiaskannya pada siapa?" tanya Lesca.


"Bisakah kau tak bertanya tentang hal itu di hari pernikahan kita?" sahut Thor.


"Berapa wanita yang kau pacari selama enam tahun ini?" tanya Lesca.


"Honey," sahut Thor yang memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Apakah Given yang menyuruhmu memanggilku seperti itu?" tanya Lesca.


"Ya, pada awalnya," jawab Thor apa adanya.


"Oke, no problem," sahut Lesca.


"Apa kesibukanmu selama enam tahun belakangan ini?" tanya Thor.


"Di rumah sakit," sahut Lesca.


"Apakah kau ingin kubuatkan klinik sendiri ketika kita tiba di New York nanti?" tanya Thor.


"Tak perlu. Aku akan semakin sibuk jika kau membuatkan aku klinik. Aku akan ikut bekerja di rumah sakit Burton saja karena itu adalah rumah sakit besar dan banyak tenaga dokter yang tersedia jadi aku tak akan terlalu sibuk dan banyak pengganti jika aku berhalangan hadir," jawab Lesca.


Thor tersenyum mendengar hal itu karena setidaknya Lesca memprioritaskan keluarganya.


"Thank you," ucap Thor.


"Itu sudah tugasku. Aku tak ingin mengabaikan Given," sahut Lesca.


"Hanya Given? Lalu aku?" tanya Thor.


"Kau juga ingin kuperhatikan?" tanya Lesca tersenyum.


Lesca tertawa pelan.


"Aku merasa hubungan kita sangat lucu," ucap Lesca.


"Tidak lucu karena kita sudah menghasilakan seorang gadis cantik bernama Given," sahut Thor.


"Malam penuh drama itu. Benar - benar dramatis, bukan?" ucap Lesca.


"Jika saja aku tak hamil, mungkin kau tak akan menikahiku," lanjut Lesca.


"Takdir tak ada yang tahu. Jika kau takdirku maka apa pun yang terjadi kau akan tetap menikah denganku," sahut Thor.


Lesca menoleh ke arah Thor.


"Malam itu aku ingin menemuimu untuk melanjutkan hubungan kita setelah insiden yang terjadi antara diirimu dan Joanne. Tapi kurasa kita terlalu mudah untuk bersatu dan Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kita sementara," kata Thor.


"Kau mau melanjutkan hal itu karena telah melakukan hal itu padaku?" tanya Lesca.


"Itu salah satu alasan dari alasan yang lainnya," jawab Thor.


"Maaf, aku terlalu mengecewakanmu dulu," ucap Lesca.


"Kau mengatakan hal itu berkali kali dan aku bosan mendengarnya. Bagaimana jika sekarang kau mengatakan 'Bisakah kita bercinta sekarang?' Aku tak akan bosan mendengarnya jika kau mengatakan hal itu," kata Thor.


Lesca hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Thor yang semakin lama semakin mesuum itu.


*


"Kapan kau menyewa tempat ini?" tanya Lesca ketika mereka tiba di sebuah villa minimalis yang ada di tepi pantai.


"Kemarin ketika aku ke pantai bersama Given," jawab Thor lalu menggandeng tangan Lesca masuk ke dalam villa itu.


Meskipun tak terlalu besar, tapi fasilitas di villa itu sangat lengkap dan bahkan terdapat kolam renang yang menyambung dengan pantai pribadi yang bisa mereka nikmati nanti.


"Mana ponselmu?" tanya Thor..


"Untuk apa?" tanya Lesca dan memberikan ponselnya pada Thor.


"Untuk memastikan tak ada yang meneleponmu di saat kita bercinta nanti," sahut Thor mengambil ponse Lesca.