
Lesca Thor 96
"Aku dan Thor sudah menikah dan kami memiliki anak bersama enam tahun yang lalu. Sebenarnya aku tak ingin menceritakan hal ini padamu. Tapi kurasa kau harus tahu. Hubungan kalian special? Aku tak peduli dengan hal itu karena hubungan kami jauh lebih spesial. Jika kau berani masuk ke dalam hubungan kami maka aku tak segan segan berbuat kasar padamu," kata Lesca.
"Kau ternyata tak se-elegan kelihatannya. Kau berani berlaku kasar padaku?" sahut wanita itu dengan suara yang sudah sedikit bergetar.
"Aku tak mengenal kata elegan jika kau berani menginginkan sesuatu yang seharusnya tak boleh kau inginkan yaitu suamiku," ucap Lesca dengan tatapan tajamnya.
Wanita itu diam dan tak menjawab.
"Kuberi pilihan. Kau pergi sekarang juga dan jangan pernah muncul lagi di depan kami atau aku harus melakukan sesuatu padamu yang akan membuatmu sangat menyesal nantinya," ucap Lesca yang kini dadanya menempel dengan dada wanita itu.
Tatapan dingin Lesca begitu mengintimidasi wanita itu hingga membuat wanita itu tak berkutik.
"K-kau pikir aku takut padamu? Aku tak takut pada siapa pun meskipun kau memang benar istri Thor," sahut wanita itu dengan ragu.
Lalu tangan Lesca mencekik leher wanita itu hingga membuat wanita itu membelalakkan matanya.
"A-apa yang akan kau lakukan?" ucap wanita itu dengan terbata bata.
"Aku sudah memberimu pilihan," kata Lesca dan semakin menekan tangannya di leher wanita itu.
"Lepaskan aku," ucap wanita itu seperti mulai kehabisan nafas.
Lesca mengeluarkan gunting verband yang kebetulan ada di coat nya.
Dia mengangkat gunting itu hingga menempel di leher wanita itu.
"No no no ... Lepaskan aku!!" ucap wanita itu ketakutan.
"Kau ingin memilih lagi? Kuberi waktu sedikit lagi," sahut Lesca tersenyum.
"Aku akan pergi dan tak akan muncul lagi di depanmu dan Thor," kata wanita itu panik.
Lalu Lesca melepaskan tangannya dan membuat wanita itu terjatuh lemas sembari terbatuk.
"Kau mau bermain sebuah peran denganku? Kupastikan kau akan kalah telak," ucap Lesca.
Lesca berjalan kembali ke kursi yang tadi didudukinya dan membaca bukunya lagi.
Wanita itu melihat ke arah Lesca dengan posisi yang masih berlutut di atas lantai.
"Kekuatanku ada di atas Thor. Jadi pikirkan kembali jika ingin melawanku," ucap Lesca dengan suara tenangnya tanpa melihat ke arah wanita itu.
Lalu wanita itu bangun dan membuka pintunya. Dan di saat bersamaan Thor masuk ke ruangannya.
"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Thor mengerutkan keningnya.
Lesca menurunkan bukunya dan melihat ke arah wanita itu dan Thor.
Wanita itu kembali melihat Lesca dan Lesca melihatnya tajam seakan memberi kode.
Tanpa kata, wanita itu pergi dari sana dengan wajah ketakutan.
"Ada apa?" tanya Thor pada Lesca.
Lesca mengedikkan bahunya.
"Aku hanya mengatakan bahwa aku istrimu dan dia terkejut sepertinya," jawab Lesca santai.
Thor menghampiri Lesca yang tampak asyik membaca buku.
"Dia mantanmu yang ke berapa?" tanya Lesca.
"Aku tak pernah mengingat urutannya, Sayang," jawab Thor dengan enteng.
"Apakah ada pesta bisnis yang akan kau hadiri dalam waktu dekat ini?" tanya Lesca.
"Ya, besok lusa," jawab Thor.
"Bawa aku dan perkenalkan aku sebagai istrimu agar tak ada lagi wanita yang mendatangimu kemari. Aku sedikit terganggu dengan hal itu," sahut Lesca dengan senyum cantiknya.