HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 19


Given 19


Given akhirnya bisa masuk ke dalam apartemennya setelah melakukan konfirmasi dengan pihak apartemen.


Mereka terpaksa mengganti handle pintu otomatis yang tersambung dengan kunci pin itu dengan handle yang baru.


"Benar benar merepotkan," kesal Given yang kemudian akhirnya bisa merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


Given kemudian beranjak duduk kembali dan menuju ke kamar mandi untuk melepaskan keletihannya akibat perjalanan panjang kemarin.


Given merenung dan memikirkan tentang pekerjaannya di perusahaan yang sudah berjalan beberapa tahun.


Dia sudah sangat cocok dengan pekerjaannya dan suasana di sana.


Dan kini Kenzo yang dianggapnya sebagai pengganggu, membuat kehidupannya yang tertata rapi menjadi amburadul dan suram.


"Ya, aku sudah tak bisa menarik kata kataku pada pria brengsekk itu. Huufftt ... Meskipun berat, aku harus meninggalkan perusahaan itu." Given bermonolog sambil berendam di dalam bath tub yang berisi air hangat.


"Aaaahh sudahlah. Aku tak mau memikirkan hal ini. Aku akan pergi berlibur ke mansion hutan Grand Ma Thea besok lusa setelah mengurus resign kerjaku," gumam Given.


*


*


Keesokan harinya, Kenzo datang ke perusahaan untuk pertama kalinya. Dan kedatangannya tentu saja membuat pusat perhatian dan topik hangat di perusahaan itu.


Parasnya yang tampan dan sikapnya yang cool membuatnya memiliki banyak fans baru hanya dalam sehari saja.


Di hari pertamanya menjabat, Kenzo sudah langsung merombak susunan beberapa pejabat perusahaan yang dinilainya kurang kompeten.


Kenzo sudah mengawasi perusahaan ini sebelumnya selama satu bulan dan menilai semua kinerja para pejabatnya.


Hari ini diadakan rapat penting dengan semua pejabat, pemegang saham dan beberapa staf penting di perusahaan yang baru diakuisisi oleh Kenzo.


Mata Kenzo menatap tajam ke arah orang orang di depannya. Matanya mencari sosok wanita yang tak lain adalah salah satu staf keuangan di perusahaan itu.


Given tak terlihat di sana dan entah apa yang kini dipikirkan oleh Kenzo saat ini.


Tak lama kemudian rapat pun di mulai dengan sedikit tegang karena Kenzo akan sedikit merombak susunan pegawai terutama di bagian teratas..


Tiga jam berlalu dan Kenzo pun akhirnya menyelesaikan rapat penting itu.


Dia memanggil wakil direktur yang baru dan juga dua staf penting perusahaan termasuk staf keuangan di mana Given menjadi salah satu anggotanya.


Mereka disuruh ke ruangan utama Kenzo sekarang juga.


"Apakah hanya ini anggota staf kalian?" tanya Kenzo.


"Maaf, Tuan. Pagi ini ada satu orang yang mengundurkan diri dari staf kami," jawab salah seorang pria yang berasal dari staf keungan atau finance.


"Given Robert maksudmu?" tanya Kenzo.


"I-iya, Tuan," jawab pria itu gugup karena mata tajam Kenzo yang memandang ke arahnya.


Pria itu tak menyangka Kenzo sudah mengetahui hal ini bahkan sebelum ia memberitahukan tentang Given.


"Kami sedikit kewalahan karena 70 persen tugas staf kami di handle oleh Nona Given. Kami tak bisa mencari penggantinya dalam waktu yang mendadak. Dan Nona Given berhenti sangat mendadak jadi kami tak punya persiapaan apa pun sama sekali," lanjut pria paruh baya itu.


"Lalu? Kau tak bisa mencari pegawai yang bisa menggantikannya untuk sementara sembari kita mencari orang yang pas untuk menggantikannya?" sahut Kenzo.


"Ya, Tuan. Dia salah satu pegawai terbaik kami dan kurasa akan sedikit susah untuk mencari penggantinya dalam waktu singkat," jawab pria itu.


"Lalu? Apa solusimu?" tanya Kenzo.


"Kita bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi padanya. Menurutku dia berhenti karena gaji yang kurang sesuai dengan etos kerjanya yang tinggi. Sebelumnya beberapa perusahaan besar berusaha merekrutnya. Mungkin salah satu perusahaan itu kini menggunakan uang untuk menjeratnya," jawab pria itu.