HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 48


"Aku tak menyukaimu, Ryan. Awalnya aku ingin berteman denganmu tapi sikapmu yang seperti ini membuatku tak ingin berteman denganmu lagi. Sekarang pergilah, oke?" ucap Given yang masih menahan kemarahannya.


Lalu Ryan menarik tangan Given dan membekap tubuhnya.


"Jika tak bisa baik baik, maka aku akan membawamu dengan paksa," ucap Ryan nekat karena ia tak bisa menunggu lama lagi.


Given melawan dengan membenturkan keningnya ke arah hidung Ryan hingga pria itu mengumpat karena kesakitan.


Hidung Ryan berdarah dan tangan pria itu melepaskan Given.


"Jangan macam macam denganku!!" bentak Given dan menendang organ penting Ryan dengan lututnya.


Ryan mengumpat keras karena kini sakitnya bertambah lagi.


Tak lama kemudian satu orang petugas keamanan mendatangi keributan itu dan menarik tubuh Ryan agar menjauhi Given.


"Urus dia," ucap Given.


"I love you. Bahkan sebelum pria itu datang dan menggantikan CEO di sini. Dia tak bisa mengambil tempatku seenaknya," teriak Ryan ketika Given sudah berbalik.


Given akhirnya menghentikan langkahnya dan menoleh kembali pada Ryan.


"Ini bukan cinta. Tapi ini kegilaan," sahut Given dan berbalik pergi.


Ryan berusaha memberontak ketika petugas security itu meringkusnya hingga akhirnya terlepas dan mengejar Given kembali.


"GIVEN!!" teriak Kenzo dari depan ketika Ryan ada di belakang Given.


Given menoleh dan menahan pisau yang akan dihunuskan ke punggungnya oleh Ryan.


Pisau itu berasal dari perlengkapan keamana petugas security yang meringkus Ryan tadi.


Darah mulai menetes di tangan Given dan semakin lama semakin banyak.


"I love you," ucap Ryan lirih.


BUG BUG BUG


Kenzo memukuli Ryan bertubi tubi hingga tubuh pria itu terkapar tak berdaya di atas jalanan aspal.


Given melepaskan pisau yang dipegangnya tadi. Suara pisau yang jatuh menyadarkan Kenzo dan melihat ke arah Given.


"Seharusnya kau tak menemuinya," ucap Kenzo dan menggendong Given lalu membawanya ke dalam mobil.


"Panggil polisi," perintah Kenzo pada dua petugas keamanan lainnya.


Lalu Kenzo mendudukkan Given di dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit.


"Instingmu tak tajam lagi seperti sebelumnya," ucap Kenzo.


"Setidaknya dia tak menusuk punggungku," sahut Given sembari menutup matanya karena kini kepalanya pusing.


"Seharusnya kau memastikan dia babak belur dulu dan tak meninggalkannya dalam keadaan masih berjalan. Dia gila dan bisa menyerangmu kapan saja," kata Kenzo.


"Diamlah, aku tak mau mendengar omelanmu," sahut Given yang kemudian mengumpat karena sudah tak tahan dengan rasa sakit di tangannya.


Kenzo menambah kecepatan mobinya lagi agar segera sampai di rumah sakit. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit.


Given langsung ditangai oleh dokter dan perawat sedangkan Kenzo menunggu di luar.


Kemudian Kenzo menelepon asistennya untuk mengurus masalah Ryan.


*


*


"Apa? Given terluka? Bukankah ada anak buahmu yang mengawasinya?" tanya Lesca panik.


"Tenanglah, putri kita baik baik saja. Tadinya Given bisa mengatasi pria itu tapi tanpa diduga pria itu justru ingin menusuk Given. Setidaknya Given bisa menghindari tusukan pisau itu," sahut Thor yang berusaha tenang.


"Oh God ... Seharusnya kau sudah menuntaskannya sejak lama, Honey," ucap Lesca.


"Hmm, aku salah mengira bahwa dia akan menjadi ancaman bagi Given karena terobsesi dengan putri kita. Aku berpikir dia tak akan sampai melukai Given karena rasa cintanya itu. Tapi ternyata dia benar benar gila," sahut Thor.


"Kita perlu ke London?" tanya Lesca.


"Tidak, ada Kenzo di sana dan dia sudah mengabarkan bahwa Given baik baik saja," jawab Thor.


"Dia bersama Kenzo sekarang?" tanya Lesca.


"Hmmm, dia yang akan menjaganya," sahut Thor.