
LescaThor 67
Thor akhirnya mengantarkan Lesca ke rumah sakit.
Lesca kembali tertidur lagi di mobil karena dia benar - benar lelah. Thor melihat wajah lelah itu.
Thor melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena sepertinya Lesca dibutuhkan untuk pasien darurat.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan rumah sakit.
Thor mengusap pelan pipi Lesca dan membuat wanita itu terbangun.
Lesca mengerjapkan matanya dan mengusap wajahnya yang mengantuk itu.
"Kau tak masalah jika mengantuk seperti itu?" tanya Thor.
"Aku sudah terbiasa," jawab Lesca dan segera turun dari mobil.
"Pulanglah karena nanti Given akan mencarimu," ucap Lesca sebelum berbalik pergi.
"Ya," sahut Thor.
Lesca kemudian berlari ke dalam rumah sakit dan Thor masih mengawasinya dari dalam mobil.
Lalu Thor mengirim pesan pada Franklin pada dirinya akan menunggu Lesca sampai selesai.
Thor juga meminta nomer ponsel Lesca pada Franklin. Setelah memperoleh nomer Lesca, Thor mengirim pesan pada Lesca bahwa dia menunggunya di tempat parkir.
Lesca tak membalasnya karena mungkin wanita itu masih sibuk menangani pasien.
Thor menunggu di dalam mobil sambil melihat ponselnya. Tiga jam berlalu, Thor sampai tertidur di dalam mobil.
Thor kemudian melhat jam di ponselnya dan jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Thor akhirnya keluar dari mobilnya dan berjalan menuju rumah sakit karena Lesca belum kembali serta tak membalas pesannya.
Thor menuju ke meja perawat dan bertanya tentang Lesca pada perawat.
"Kau tahu di mana Lesca? Maksudku dokter Lesca," ucap Thor.
"Dokter Lesca ada di dalam ruangannya," jawab perawat itu.
"Apakah dia sudah selesai bekerja?" tanya Thor.
"Sudah. Operasinya sudah selesai satu jam yang lalu dan Dokter Lesca masuk ke dalam ruangannya," jawab perawat itu.
"Bukan," jawab Thor.
"Apakah ada pasien meninggal yang ditangani oleh Dokter Lesca?" tanya Thor ingin tahu.
"Ya, itu karena kondisinya yang menurun dan akhirnya tak bisa dioperasi," jawab perawat itu.
"Baiklah, terima kasih," sahut Thor dan kini dia mengerti mengapa Lesca begitu lelah dan sangat emosional tadi.
Lalu Thor kembali bertanya di mana ruangan Lesca pada perawata dan menuju ke sana.
CEKLEK ...
Thor membuka pintu ruangan Lesca dengan sangat perlahan dan melihat Lesca memegang kepalanya dengan wajah yang menunduk ke mejanya.
Lesca melihat ke arah pintu dan melihat Thor.
"Seharunya kau mengetuk pintunya dulu," ucap Lesca.
"Maaf. Ayo kita pulang jika kau sudah selesai," jawab Thor.
"Hmm," sahut Lesca dan mengemas tasnya.
Lalu Lesca berjalan melewati Thor dan keluar dari ruangannya.
Baru keluar dari ruangannya Lesca disambut oleh tamparan seseorang.
PLAK
"Kau yang menangani ayahku, bukan? Kau yang membuat dia meninggal!! Kau terlambat menanganinya dan mengabaikannya!!" teriak pria itu.
Thor yang mendengar hal itu langsung mendorong dada pria itu.
"Thor, sudahlah," ucap Lesca.
"Dia menamparmu, Lesca," sahut Thor yang tak terima dengan hal ini.
"Jika anda tak terima dengan hal ini, silahkan laporkan aku pada polisi. Aku sudah melakukan semua prosedur penanganan yang terbaik untuk ayah anda," ucap Lesca dengan nada yang masih tenang.
Lalu dua petugas keamanan menangkap pria yang kini tampak memaki Lesca dan bahkan meludahi Lesca.
Thor yang melihat hal itu langsung melindungi Lesca dengan memeluknya dari depan.
Hal itu membuat keributan di rumah sakit itu dan rumah sakit akan menindak pria yang menyerang Lesca.