
Given Kenzo 64
"Kau tak masalah kan jika kita memakai mobil saja? Aku ingin menikmati perjalanan panjang bersamamu," kata Given.
"Come on ... Itu akan memakan waktu yang cukup lama, Honey. Dan aku ingin segera bercinta denganmu," sahut Kenzo yang tampak tak setuju dengan usul Given.
"Hanya empat jam saja," jawab Given sambil membuka gaunnya.
"No, kita tetap pada rencana semula. Kita akan naik helikopter," kata Kenzo yang juga mengganti bajunya.
"Ck, hari pertama kita menikah kau sudah mengajakku berdebat dan sama sekali tak mengalah," sahut Given.
Kenzo melihat ke arah Given dan menghela nafasnya karena ia tahu bahwa mulai hari ini ia tak aka pernah menang melawan Given.
"Kau menyerang kelemahanku," kata Kenzo mendekati Given yang kesulitan membuka resleting gaunnya di bagian samping kanan tubuhnya.
Lalu Kenzo membantu Given membuka resleting itu dan akhirnya gaun itu terbuka serta membuatnya meluncur bebas ke bawah.
Di balik gaun itu, Given hanya mengenakan G-string saja dan tentu saja itu membuat Kenzo berubah pikiran.
"Oke, kita naik mobil saja. Tapi setelah melakukan hal ini," ucap Kenzo dan mengangkat tubuh Given ke atas ranjang king size miliknya.
Lalu Kenzo merebahkan tubuh Given di atas ranjang dan ia berada atas tubuh Given.
"Aku tak bisa menahannya terlalu lama," bisik Kenzo dan memagut bibir Given.
Given tersenyum dan menyambut pagutan itu dengan mesra. Tangannya juga menyusuri punggung kokok Kenzo yang sudah tak memakai baju.
Kenzo menyusuri leher kemudian dada Given dan membuat Given merasakan kenikmatan di area bawah tubuhnya.
Dan ia sadar bahwa Kenzo sukses membangkitkan gairahnya. Kenzo melakukan pemanasan agar membuat Given rileks di ritual malam pertamanya ini.
Tangan Kenzo menyusuri area dada lalu perut hingga berakhir di pangkal pahanya. Kenzo dan Given saling menatap.
Bibir Given tampak terbuka ketika terdengar lenguhan dari mulutnya dan Kenzo memagut kembali bibir itu.
Kenzo membuat Given siap menerima penyatuan tubuh mereka dan Kenzo pun melakukannya dengan perlahan.
"Aaakkhh," pekik Given ketika Kenzo mulai bergerak pelan di atas tubuhnya..
Kenzo kembali menatap mata indah Given dan mereka tampak tenggelam dalam pusaran gairan malam pertama itu.
Given memegang erat bahu lebar Kenzo dan mencium leher seksi pria itu.
Tangan Kenzo bergerak di area dada Given dan membuat tubuh wanita cantik itu menggeliaat pelan menikmati sentuhan sang suami.
Peluh sudah tampak membasahi keduanya meskipun angin semilir dari jendela terasa masuk ke dalam kamar.
Kenzo melakukannya tak terlalu lama karena ini adalah yang pertama bagi Given dan ia tak ingin Given lelah dalam perjalanan panjang mereka ke rumah hutan nanti.
"Aku akan bergerak lebih cepat. Kau tak masalah?" bisik Kenzo.
Given hanya mengangguk dan Kenzo pun kembali bergerak tetapi dengan tempo yang lebih cepat.
Tangan Kenzo bertumpu pada ranjang dan tangan Given memegang erat bahu Kenzo hingga kuku panjangnya tampak membuat bekas pada kulit eksotis Kenzo.
"Ah ah ah ..." Lenguhan itu terdengar bersahutan dan akhirnya lenguhan panjang terdengar di akhir permainan mereka.
Kenzo memeluk Given dan memberikan ciuman lembut bertubi tubi di wajah cantiknya.
"I love you," bisik Kenzo.
"I love you too," sahut Given dan mereka masih berpelukan hingga ketukan di pintu mengagetkan keduanya.
"Oh my ..." Kesal Kenzo karena acara malam pertamanya terganggu.
"Bukalah," ucap Given sembari menepuk bokong Kenzo yang masih ada di atasnya.
Lalu Kenzo memakai jubah tidurnya dan menuju ke arah pintu.
CEKLEK
"Helikopter kakak sudah siap," ucap Kal El yang sudah ada di depan pintu.
"Sejak kapan kau menjadi pengantar pesan dan menggantikan peran pelayan?" tanya Kenzo.
"Hanya malam ini saja," jawab Kal dengan sentum tengilnya.
"Kami tak jadi pakai helikopter karena Given ingin memakai mobil saja. Tolong siapkan untuk kami," kata Kenzo.
"Hei, aku bukan pelayan," sahut Kal-El.
"Kau sendiri yang bilang tadi bahwa malam ini khusus melayani keperluan kami. Pergilah siapkan mobil untuk kami," kata Kenzo dan berbalik masuk kembali.
"Ck." Kal berdecak dan mau tak mau melaksanakan perintah kakak iparnya itu.
Niat hati ingin mengerjai sang kakak dengan mematikan mesin helikopternya agar tak bisa dipakai malam ini, tetapi sang kakak justru akan memakai mobil.
Dan tak mungkin Kal mengempeskan semua ban mobil karena di garasi Kenzo terlalu banyak mobil.