
Given 21
"Kau ingin benar benar bertinju atau bertarung denganku?" tanya Kenzo.
"Yang penting ada adegan menghajarmu. Aku suka bagian itu," sahut Given.
Kenzo tersenyum miring.
"Oke, aku akan mengajarimu bertinju yang benar agar kau tak selalu kalah menghadapiku," ucap Kenzo.
"Aku tak selalu kalah darimu. Aku hanya memberlakukan batasan. Tapi di sini aku sama sekali tak memberlakukan batasan sama sekali," jawab Given dan naik ke atas ring.
Beberapa orang yang ada di tempat itu tampak melihat ke arah keduanya. Given dan Kenzo tak memakai sarung tinjunya karena pada dasarnya Given hanya ingin memukul Kenzo untuk melampiaskan rasa kesalnya kemarin.
"Majulah. Ladies first," ucap Kenzo dengn gerakan tenang dan bahkan tak bergerak dari tempatnya.
Given mulai melayangkan tinjunya dan Kenzo bisa menghidarinya.
Lalu Given menyerangnya cepat tapi sekali lagi Kenzo masih sangat mudah mengatasinya.
Given menatap lekat mata Kenzo hingga akhirnya menjegal kaki pria itu yang membuat Kenzo terjatuh. Given dengan cepat mengambil tangan Kenzo dan berusaha menguncinya.
Tapi Kenzo menarik pinggang Given lebih cepat dengan tangan kanannya dan membuat wanita gesit itu terjatuh di samping Kenzo dan Kenzo pun mengunci tubuhnya.
Given tak menyerah, dia membenturkan kepala belakangnya ke hidung Kenzo yang ada di belakangnya dan membuat pria itu mengumpat karena hidungnya berdarah.
Kenzo tak melepas tangan Given dan justru membalikkan posisi tubuh Given menghadap ke arahnya.
"Kau sudah berdarah, Tuan Angkuh," ucap Given tersenyum.
"Jadi kau ingin kita berdarah darah?" tanya Kenzo mengusap hidungnya.
"Hmm, jika diperlukan," sahut Given dan mengambil kesempatan itu untuk membalik tubuh Kenzo dan memukul wajah Kenzo.
Pria itu mengangkat Given dan akan membantingnya ke matras ring itu tapi dia menahannya.
"Jika aku membantingmu maka Uncle Thor akan memburuku dengan senapan laras panjangnya," ucap Kenzo.
Given tak memperdulikan ucapan Kenzo. Given melingkarkan kakinya di pinggang Kenzo dan membuat mereka berdua terbanting bersamaan di atas matras ring.
"Oke, ini permintaanmu," ucap Kenzo dan mengunci tubuh Given dengan mengunci kedua tangan dan kedua kakinya.
"Kau sudah tak bisa bergerak, Nona Brutal," sahut Kenzo tersenyum smirk.
"Given! Perlu bantuan?" ucap seorang pria yang tak lain adalah teman Given di gym itu yang bernama Percy.
"Tidak, dia tak perlu bantuan," sahut Kenzo dan melepaskan tubuh Given.
"Ini," ucap pria tadi memberikan tisu pada Kenzo karena hidungnya yang berdarah.
"Aku belum puas memukulmu," kata Given.
"Kau akan menjadi buruk rupa jika aku benar benar menghajarmu," sahut Kenzo dan turun dari ring sambil membersihkan darah di hidungnya.
"Kupikir kau sudah tak punya hati," kata Given yang juga turun dari ring lalu menuju ke arah tas nya.
Dia mengambil tasnya dan membereskan perlengkapan gym nya.
"Besok selesaikan pekerjaanmu. Bertanggung jawablah sebelum mengundurkan diri," ucap Kenzo yang membuat Given kembali kesal.
Given berbalik dan akan meninju perut pria angkuh itu, tapi Kenzo menangkis tangannya dan mengangkat tubuh Given dan membantingnya di matras tebal yang ada di sampingnya.
"Sudah kubilang, kau tak ada apa apanya bagiku," ucap Kenzo.
Given kembali menjegal kaki Kenzo dan Kenzo pun jatuh kembali di atas lantai. Given segera naik ke atas tubuh Kenzo dan hendak memukul wajahnya bertubi tubi.