
LescaThor 61
"DADDYYYYY ..." teriak Given melihat sang daddy yang berjalan ke arahnya.
Thor tersenyum dan merentangkan tangannya lalu Given memeluk Thor.
"Ke mana kita hari ini?" tanya Thor pada putri kecilnya.
"Aku hanya ingin di rumah. Aku ingin menggambar bersama daddy," jawab Given.
"Oke," jawab Thor tersenyum dan mengecup pipi Given.
Lalu mereka masuk ke dalam mobil. Dalam hati, Thor berharap Given tak bertanya macam - macam lagi padanya.
"Daddy," ucap Given.
"Ya, Honey?" sahut Thor.
'Oh my ... Jangan ... Jangan mulai lagi, Honey ...' batin Thor.
"Aku ingin punya adik perempuan," kata Given tersenyum.
"Dari mana kau tahu bahwa daddy bisa memberimu seorang adik?" tanya Thor meladeni ucapan sang anak.
"Tidak, bukan hanya daddy. Tapi harus ada mommy. Miss Lady berkata aku bisa memiliki adik jika ada mommy dan daddy," jawab Given dengan polosnya.
Thor cukup terkejut dengan jawab Given yang cukup mudah dimengertinya.
Thor mengusap usap lembut kepala Given sembari tertawa pelan.
"Miss Lady gurumu?" tanya Thor.
"Ya," jawab Given.
"Mengapa kau sangat ingin memiliki adik?" tanya Thor.
"Agar aku seperti temanku. Mereka semua memiliki adik dan kakak. Hanya aku saja yang tak punya. Dan hanya aku saja anak kecil di rumah," jawab Given jujur.
Thor tertawa dan mencubit pelan pipi anak perempuannya.
Setibanya di rumah, Given langsung menarik tangan Thor masuk ke dalam rumahnya.
"Hei, siapa gadis cantik yang tampak bahagia ini?" tanya Natasha yang melihat Given masuk ke dalam rumah kecil itu.
"Neneeekk ..." panggil Given dan berlari memeluk Natasha.
Natasha memeluk Given dan mencium pipi harumnya itu.
"Oh my God," ucap Natasha kaget dan menutup mulut Given lalu melihat ke arah Thor.
"It's okey," ucap Thor tersenyum tipis pada Natasha.
Lalu Given membuka tangan Natasha yang menutup mulutnya.
"Mengapa nenek menutup mulutku?" tanya Given.
"Jangan bicara sembarangan, Sayang," jawab Natasha pelan.
"Bukankah jika sudah ada daddy, aku bisa memiliki adik?" Sahut Given.
"Tidak, Sayang. Bukan seperti itu," jawab Natasha yang tampak kebingungan menjawab pertanyaan Given.
"Honey, bukankah kita ingin menggambar?" ucap Thor mengalihkan perhatian Given.
Given melihat ke arah Thor dan mengangguk lalu menarik tangan Thor masuk ke dalam kamarnya.
Thor masuk dan melihat ke arah Given yang sibuk membuka kotak besar di dekat lemari.
"Apa yang kau cari?" tanya Thor.
"Peralatan menggambarku, Dad. ," jawab Given.
"Biar daddy saja yang mencarinya," kata Thor.
Lalu Thor mencari peralatan menggambar termasuk buku gambarnya.
Banyak barang di kotak besar itu dan sepertinya itu adalah barang pindahan yang belum dibongkar oleh Lesca.
Thor mengeluarkan satu persatu barang yang ada di kotak besar itu untuk mencari barang yang diinginkan oleh Given.
Thor mengeluarkan beberapa album foto dan tampak begitu tertarik untuk membukanya.
"Daddy ingin melihatnya?" Tanya Given yang kemudian duduk di atas paha Thor.
Thor tersenyum dan membiarkan Given membukakan album foto itu untuknya.
Thor melihat foto Lesca yang sedang hamil dan duduk bersama teman- teman kuliahnya.
Senyumnya mengembang meskipun dia sedang hamil besar di foto itu. Teman -temannya tampak seperti melindungi Lesca karena posisi duduk Lesca berada di tengah.
"Ini mommy dan aku ada di dalam perut mommy, Dad. Lihatlah," celetuk Given sambil menunjuk foto Lesca.