
“Kita akan menginap di sini malam ini,” kata Kenzo.
“Jadi kita akan langsung menikah di sini besok?” tanya Given dan Kenzo mengambil tangan Given lalu mengajaknya ke halaman belakang.
“Ya, Sayang. Kami sudah menaruh barang barang kami di masing masing kamar,” sahut Lesca.
Kenzo mengajak Given ke belakang dan yang lainnya tampak berkumpul di ruang tengah serta ke atas lantai dua mencari kesibukan sendiri sendiri setelah mengadakan surprise untuk Given.
Given menatap ke arah taman yang sudah dihias sedemikian rupa untuk pernikahan mereka besok sore.
“Ken … Ini benar benar amazing,” ucap Given dan kemudian melihat ke arah Kenzo.
“Mengapa kau bisa semanis ini?” kata Given dan menangkup pipi Kenzo lalu mengecupi bibirnya.
“Because i love you so much. Jangan muntah mendengarnya,” sahut Kenzo yang tentu saja membuat Given tertawa.
“Seharusnya ini moment romantis, Ken,” kata Given dan sekali lagi mengecup bibir Kenzo.
“Ayo kita ke sana.” Given menuntun tangan Kenzo dan berjalan ke area taman yang sudah dihias itu.
“Siapa saja yang akan kau undang?” tanya Given.
“Hanya keluarga dan sahabat saja?” jawab Kenzo.
“Kau tak mengundang relasi bisnismu?” tanya Given.
“Tidak. Aku lebih suka suasana intimate dalam pernikahan kita,” kata Kenzo.
“Siapa yang memilih tema dekorasi ini? Ini sangat sesuai denganku,” ucap Given yang melihat suasana gold yang mewah.
“Aku. Kau suka?” tanya Kenzo.
Given kembali menghadap Kenzo dan memeluknya.
“I love you,” kata Given yang sudah sangat gemas dengan sikap romantis Kenzo itu.
Given tak menyangka pria angkuh dan dingin itu bisa se-romantis itu. Bahkan menurutnya sikap romantis Kenzo melebihi orang yang terbiasa romantis.
“Aku tak bisa membayangkan bagaimana malam pertama kita? Apakah akan penuh keromantisan atau perdebatan seperti biasanya,” ucap Given yang masih memeluk Kenzo.
Kenzo tertawa kecil.
“Kau ingin yang mana?” tanya Kenzo.
“Bagaimana jika bergulat mesra di ranjang? Itu akan lebih seru,” sahut Given.
Kenzo kembali tertawa.
Given melepaskan pelukannya dan melihat Kenzo.
“No … Itu akan membuat tubuhku sakit semua,” jawab Given dan Kenzo tertawa.
Lalu mereka kembali mengelilingi area taman belakang itu dan Given sangat puas dengan dekorasi yang sudah dipesan oleh Kenzo itu.
*
*
Malam menjelang dan dua keluarga besar itu tampak menikmati hidangan makan malam mereka di mansion itu.
Meja makan tampak ramai karena obrolan seru dari keluarga Robert yang mendominasi.
Cal tampak bahagia melihat Kenzo akhirnya menemukan kebahagiaannya di keluarga sehangat keluarga Robert.
Cal memegang tangan Er Santiago dan pria itu bisa merasakan kebahagiaan sekaligus kesedihan yang dirasakan oleh istrinya.
Er mengecup pipi Cal sekilas dan Gaby tampak dipangku oleh Mighty
Mereka berdua tampaknya sangat akrab karena Gaby menganggap Mighty seperti kakak perempuannya sendiri.
Semua tampak berbahagia menyambut pernikahan Kenzo dan Given besok.
Setelah selesai makan malam, mereka pun berkumpul di taman samping di mana ada kolam renang di sana.
Mereka masih bercengkerama panjang dan hal itu terjadi sampai tengah malam.
Given pun menuju kamarnya yang berada persis di sebelah kamar Kenzo setelah mereka memutuskn untuk beristirahat karena besok sore pernikahan Given diadakan.
Kenzo sudah menyiapkan pakaian di lemari itu dan Given memakai salah satunya yaitu gaun tidur berwarna merah maroon yang terbuat dari kain sutra.
CEKLEK
Given menoleh ke arah pintu terbuka dan ternyata bukan pintu masuk yang terbuka, tetapi pintu penghubung antara kamarnya dan kamar Kenzo.
“Ken??” Given mengerutkan keningnya ketika melihat Kenzo melewati pintu itu dan menuju ke arahnya.
“Kita tidur bersama malam ini,” ucap Kenzo.
“Kau hanya tinggal menunggu satu hari saja, Ken,” sahut Given.
“I can’t,” sahut Kenzo tersenyum dan menarik pelan tangan Given menuju ke ranjang .