
GIVEN 10
Given dan keluarga besar Santiago tampak makan siang bersama.
Carl banyak mengobrol dengan Given yang memiliki sikap baik dan bisa menyesuaikan topik apa pun dengan lawan bicaranya.
"Kau bekerja di mana, Nak?" tanya Carl.
"Aku bekerja di Perusahaan British Star Line," jawab Given.
"Benarkah itu? Perusahaan kami mengakuisisi perusahaan itu dan Kenzo akan menggantikan CEO di sana," kata Er menyela.
"Really? Ya, aku hanya tahu bahwa perusahaan itu diakuisisi dan bos baru akan datang minggu depan. Kupikir bos baru kami adalah orang Korea karena perusahaan itu berasal dari Korea," jawab Given.
"Ya, basis perusahaan yang dibangun oleh Kenzo ada di Korea," sahut Er.
Kenzo tak berkomentar apa pun dan masih menikmati makanannya.
Cal melihat sikap dingin kenzo yang masih sama seperti sebelum sebelumnya.
"Nenek, kakak akan pulang jadi aku akan ikut dengannya. Boleh kan?" tanya Gaby.
"Nanti malam kita akan ke sana, bukan? Jadi nanti malam saja kau ke sana bersama nenek," sahut Cal.
"Ya, tapi aku ingin pergi bersama Kak Mig dan Kak Given," jawab Gaby.
"Turuti perintah nenek, Gaby," ucap Kenzo.
"Ken ...," ucap Cal.
"Baiklah, asal mereka tak keberatan kau ikut, Sayang," kata Cal.
"Tak apa, Aunty. Aku senang bisa bermain dengan Gaby karena sejak dulu aku ingin memiliki adik perempuan seperti Gaby," sahut Mighty dengan wajah senangnya.
"Baiklah, Sayang," jawab Cal akhirnya.
Given melihat ke arah Kenzo dan tak suka dengan sikap dingin Kenzo pada Gaby.
Mata mereka akhirya bertumbukan dan Kenzo tak bereaksi apa pun kecuali memandang tajam pada Given.
'Ya Tuhan, pria menyebalkan ini akan menjadi bos ku yang baru. Tak bisa kubayangkan bagaimana suasana kantor nanti. Pasti akan seperti ujian sekolah tiap hari yang diawasi guru killer sepertinya,' ucap Given dalam hati.
*
*
Kakek Carl tak bisa ikut karena tiba tiba tidak enak badan karena kelelahan memancing tadi siang.
"Halo, selamat malam dan selamat datang," sambut Lesca dan memeluk Cal yang baru saja dikenalnya.
"Halo, Dokter Lesca. Senang bisa bertemu denganmu," jawab Cal ramah.
"Hei, panggil Lesca saja. Kita tak sedang berada di rumah sakit," sahut Lesca.
Lalu mereka berjalan masuk ke area beranda taman belakang.
"Bagaimana kabarmu, Er? Aku kehilangan jejakmu. Kau tak berencana kembali ke Amerika?" tanya Thor pada teman lamanya - Erlando Santiago.
"Kini Kenzo yang mengatur semuanya. Aku hanya datang ketika ada rapat saham saja," jawab Erlando.
"Dia sepertinya sangat gigih sepertimu," ucap Thor.
"Dia melebihi diriku. Sampai tak menikah hingga sekarang. Bisakah kita berbesan?" bisik Er di telinga Thor.
Thor tertawa mendengar hal itu.
"Kita bisa bicarakan itu lebih lanjut nanti. Putriku juga sedang single. Dia baru patah hati," jawab Thor lirih agar tak terdengar yang lain.
"Good idea. Kita susun rencananya nanti," ucap Er.
Kenzo tampak baru masuk ke dalam mansion karena tadi menerima telepon dulu di dalam mobil.
Dia menyusul orang tuanya menuju ruang makan.
"Orang tuamu di beranda belakang," ucap Given yang melihat Kenzo tampak mencari keberadaan orang tuanya.
"Hmm," jawab Kenzo singkat dan Given berjalan di depannya.
Mereka berjalan bersama menuju ruang makan dan di sana sudah berkumpul.