
Lesca Thor 68
Thor masih memeluk Lesca dan Lesca masih terpaku di tempatnya.
"Bawa dia ke kantor polisi karena sudah menyerang seorang dokter!!" ucap Thor pada kedua petugas keamanan itu.
Setelah suasana cukup tenang, Thor melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Lesca yang masih diam terpaku.
"Ayo kita pulang," kata Thor.
"Hmm," jawab Lesca dan Thor menggandeng tangannya.
Mereka berjalan tanpa obrolan dan setibanya di mobil, Lesca langsung masuk begitu juga dengan Thor.
Thor tak menanyakan apa pun dan dia cukup mengerti apa yang dialami Lesca hari ini.
Sepanjang perjalanan Lesca hanya diam dan melihat ke arah luar jendela mobil.
Setibanya di halaman rumah, Lesca turun terlebih dulu dari mobil. Dia masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Thor.
Lesca langsung menuju kamarnya lalu mengunci pintunya dan duduk berlutut di atas lantai kamarnya.
Given tak ada di ranjang lagi dan mungkin Franklin sudah memindahkannya ke kamarnya.
*
Thor masuk ke dalam rumah dan tak bisa membuka pintu kamar Lesca karena itu terkunci dari dalam.
"Bisakah kau membuka pintunya? Aku tak punya tempat untuk tidur. Rumah nenek Leny sudah terkunci," ucap Thor pelan dari balik pintu.
Lesca yang mendengar ucapan Thor langsung menghapus air matanya dan kemudian membuka pintu kamarnya.
Tak ada kata apa pun yang terlontar dari Lesca.
Wanita itu lalu keluar dari kamar dan menuju kamar mandi.
Lesca seakan sudah tak punya tenaga tapi dia harus membersihkan tubuhnya dulu sebelum beristirahat.
Thor masuk ke dalam kamar dan membuka jaketnya.
Thor akhirnya naik ke atas ranjang dan kemudian melihat Lesca masuk ke dalam kamar kembali. Lesca tak menutup pintu kamarnya dan membiarkannya terbuka.
"Kau tak menutup pintunya? Aku tak akan melakukan apa pun padamu," ucap Thor.
Lesca tak menjawab dan sudah memakai piyamanya. Berbeda dengan baju tidur yang dipakainya tadi.
Lesca naik ke atas ranjang dan membelakangi Thor.
"Are you oke?" tanya Thor akhirnya.
"Kau butuh pelukan?" tanya Thor.
"Terakhir kau melakukannya, kau membuatku hamil," sahut Lesca yang membuat Thor tertawa lirih.
"Maaf," sahut Thor.
"Itu bukan salahmu. Kau benar, aku yang salah. Aku sangat egois dan lebih memikirkan diriku sendiri. Aku minta maaf," ucap Lesca yang akhirnya mengucapkan permintaan maaf pada Thor.
Thor memajukan tubuhnya.
"Jangan mendekatiku," ucap Lesca.
Thor berhenti bergerak dan menuruti apa mau Lesca.
"Tidurlah, aku tak akan mengganggumu," sahut Thor.
"Besok aku berjanji membawa Given ke pantai. Bisakah kau mengajaknya ke sana sebelum pertunangan Lemony diadakan?" tanya Lesca.
"Ya, aku yang akan membawanya," jawab Thor.
"Thank you," sahut Lesca.
Lalu Lesca menutup matanya yang sudah sangat berat itu. Thor melihat punggung Lesca dari belakang.
*
*
Pagi menjelang dan Thor dikagetkan oleh sang putri yang naik ke atas tubuhnya.
"Daddy, bangunlah," ucap Given.
Thor mengerjapkan matanya dan meliht ke arah mata biru milik putri kesayangannya itu.
"Good morning, Honey," ucap Thor dan memeluk Given.
"Apakah daddy sudah memasukkan bayinya ke dalam perut mommy?" tanya Given.
Thor mengerutkan keningnya karena Given masih membahas hal itu.
"Mommy masih tidur dan sangat lelah, Sayang. Jika mommy lelah, maka daddy tak bisa memasukkan bayi itu ke dalam perut mommy," sahut Thor.
Lalu tiba - tiba Lesca membalikkan tubuhnya karena mendengar ucapan Thor itu.
"Apa yang kau ajarkan padanya, Thor?" sahut Lesca dengan suara seraknya.