HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 81


LescaThor 81


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan Lesca bersiap untuk pulang.


Meskipun dia cukup lelah tapi malam ini dia ingin menemani Thor untuk datang ke pesta apalagi ada sahabatnya di sana yaitu Justin dn Burton yang juga ikut datang.


CEKLEK ...


Pintu ruangan Lesca terbuka dan ada Burton di sana.


"Hei, kau sudah akan pulang?" tanya Burton yang kemudian masuk ke dalam ruangan Lesca.


"Ya, aku akan pergi ke butik terlebih dulu untuk membeli gaun yang akan kupakai nanti malam," jawab Lesca.


"Apakah kau butuh rekomen butik yang menjual baju bagus?" tanya Burton.


"Boleh. Kau punya rekomendasi?" tanya Lesca.


"Pacarku seorang model dan dia sering berbelanja," jawab Burton.


"Baiklah, tanyakan padanya di mana aku bisa membeli gaun bagus dalam waktu yang tak terlalu banyak ini," ucap Lesca.


"Ya, tunggu. Aku akan meneleponnya," jawab Burton.


Lalu Burton menelepon sang kekasih lalu setelah beberapa menit bicara, dia pun mematikan sambungan teleponnya.


"Aku mengirim alamatnya ke ponselmu," ucap Burton.


"Oke, ayo kita pulang," jawab Lesca dan keluar bersama Burton dari ruangannya.


Hal itu kembali membuat gosip yang tak nyaman kembali.


Beberapa dokter dan perawat menggosipkan mereka berdua.


Sebenarnya Burton dan Lesca sudah mendengar desas desus itu, tapi mereka memilih tak menanggapinya.


"Bye, Burton. Kita bertemu di pesta nanti," ucap Lesca.


"Ya, hati hati lah di jalan," jawab Burton.


Lesca mengangguk dan tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya.


Lesca langsung menuju ke butik yang sudah direkomendasikan oleh Nina -- kekasih Burton.


Lesca masuk ke sana dan mencari baju yang dirasanya cocok untuk dipakainya nanti.


Setelah memilih milih banyak gaun, akhirnya Lesca memilih gaun berwarna hitam sederhana sepanjang lutut.


Setelah itu, Lesca langsung pulang menuju mansionnya. Lesca tak melihat Thor di mansion dan artinya Thor belum pulang dari perusahaan.


Lesca melepas semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Lesca mengambil sabun yang baru dibelinya kemarin dan itu akan membuat kulitnya lebih harus serta halus.


Sesudah mandi, Lesca memakai gaun hitamnya dan merias wajahnya sedikit lebih tebal dengan lipstik berwarna merah menyala.


"Perfect," gumam Lesca.


Kemudian wanita cantik dan seksi itu menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh serta pakaiannya.


Lesca mengambil ponselnya dan menelepon Thor.


"Kau di mana?" tanya Lesca.


"Aku masih di perusahaan. Ada apa?" tanya Thor.


"Aku bisa ikut denganmu ke pesta. Kau tak pulang?" tanya Lesca.


"Tidak, aku sudah membawa bajuku kemari dan aku berangkat dari perusahaan. Kalau begitu kau kemari saja. Supir akan mengantarmu," ucap Thor.


"Aku masih akan ke rumah mommy karena ingin memberikan mainan Given ke sana. Aku akan langsugn ke tempat pesta saja. Bagaimana?" tanya Lesca.


"Baiklah, aku menunggumu di sana. Aku akan mengirim alamatnya," ucap Thor.


"Tak perlu. Pesta itu akan diadakan di mansion Justin, bukan? Aku tahu tempatnya," jawab Lesca.


"Baiklah, Sayang. Aku akan menunggumu di sana. Jangan terlalu lama," sahut Thor.


"Oke. I love you," ucap Lesca.


"I love you too," jawab Thor.


Lesca menutup ponselnya dan berjalan keluar dari kamar menuju ke halaman depan.


Lesca membawa satu tas besar mainan untuk Given karena putri cantiknya itu akan tidur di rumah Franklin.