HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 26


Given 26


Rapat besar itu berlangsung lancar dan Given melakukan tugasnya dengan baik.


Kenzo tampak memanggil Brenn dengan kode dari matanya. Brenn pun mendatanginya dan kepalanya menunduk untuk mendengarkan perintah bos barunya yang masih dalam posisi duduk.


"Tahan dia untuk berhenti. Apapun caranya. Aku tak akan memberikannya pada perusahaan lain," bisik Kenzo pada Brenn.


"Baik, Tuan," jawab Brenn.


Given yang sedang membereskan berkasnya di samping Kenzo tak mendengar hal itu karena pikirannya masih terbang pada Steven dan istrinya.


Given berjanji akan menemui mereka nanti. Dia memang sudah baik baik saja, tapi jika disuruh memilih, Given tak akan menemui mereka.


Kenzo kemudian beranjak dari kursinya dan kembali ke ruangannya.


"Given, bisakah kita bicara di ruangan kita?" ucap Brenn pada partner kerjanya itu.


"Hmm, ayo. Ada yang ingin kubicarakan juga tentang pekerjaanku tadi sebelum aku benar benar berhenti dari sini," jawab Given.


Lalu mereka berdua menuju ruangan staf Finance dengan beberapa staf yang lainnya.


"Bisakah kau tak mengundurkan dirimu? Apa yang menjadi masalahmu sampai ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini? Bukankah kau senang bekerja di sini, Given?" ucap Brenn.


Lalu Alba -- salah satu teman Given juga memeluk Given dari samping.


"Ya, jangan kau pergi dari sini, Given. Aku akan kesepian tanpamu. Apakah ada yang memiliki masalah denganmu? Ini terlalu mendadak dan tak normal. Kau suka di sini tapi mengapa ingin berhenti?" sahut Alba.


"Keluargaku ingin aku pulang," jawab Given singkat karena tak ingin memperpanjang pembicaraan ini dan mereka tak bertanya macam macam padanya.


"Hmm, Tuan Kenzo ingin aku menahanmu untuk tetap bekerja di sini. Dia suka cara kerjamu. Kupikir dia akan menaikkan gajimu karena hal itu," ucap Brenn.


"Pria itu ingin aku bekerja di sini? Yang benar saja. Aku tak mau bertemu dengannya terlalu lama. Aku ingin secepatnya keluar dari sini," kata Given dengan raut wajah yang sudah berubah.


"Wait ... Kau kenal dengan Tuan Kenzo sebelumnya? Atau kalian sedang menjalin hubungan lalu putus?" ucap Nina -- salah satu staf lain yang tiba tiba ikut dalam obrolan itu karena penasaran dengan ucapan Given.


"Ya, aku mengenalnya sebelumnya dan kami benar benar musuh bebuyutan," ucap Given.


"Waaahh ... Jadi karena dia, kau mengundurkan diri dari pekerjaan bagus ini?" sahut Brenn.


"Ya, karena aku tak tahan dengan sikap angkuhnya," kata Given.


Semua mata langsung tertuju pada Kenzo dan mereka semua kembali ke mejanya masing masing.


Given menoleh dan memandang tajam pada pria itu.


"Kau tak bilang juga pada mereka bahwa kita beberapa kali bergulat dan kau bermain sangat liar di atas tubuhku?" lanjut Kenzo.


"Apa yang kau katakan??" sahut Given mendekati Kenzo.


"Ke ruanganku sekarang juga," ucap Kenzo.


"Aku tidak mau, Tuan Angkuh" sahut Given tak mau kalah.


"Apakah aku harus memanggulmu seperti tadi?" sahut Kenzo dengan wajah dinginnya.


"Dasar pemaksa," ucap Given.


"Aku tak akan jadi bos jika tak bisa memaksa. Kau bisa tanyakan itu pada daddy-mu," jawab Kenzo dan berbalik pergi.


Given masih terpaku di tempatnya dan tak beranjak dari sana.


Kenzo menghentikan langkahnya dan menoleh pada Given.


"Mau kuangkat?" ucap Kenzo tak main main.


Given mencebik dan berdecak lalu mengikuti Kenzo dari belakang.


Lalu ruangan staf mendadakn riuh dan berkumpul lagi di tengah ruangan.


"Mereka pernah berkencan. Ya, aku sangat yakin dengan hal itu," ucap Alba dengan mulut gosipnya.


"Ya, aku juga berpikir seperti itu," jawab dua teman lainnya.


Dan tak berapa lama gosip itu pun menjadi topik hangat seantero perusahaan.


TO BE CONTINUE


(ini belum tamat ya.. Update setiap hari)