HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 40


Given 40


Given dan Kenzo masuk ke dalam lift bersama dan suasana tampak hening kembali.


Given menjadi canggung dan diam seribu bahasa ketika otak cantiknya kembali melintas adegan ciuman panas mereka tadi.


Given melepaskan tangannya dari tangan Kenzo dan melipatnya di depan dadanya.


"Aku akan ke Gym. Kau ingin ikut?" tanya Kenzo memecah keheningan di dalam lift itu.


"Tidak, aku ingin istirahat lebih cepat agar besok tak terlambat lagi karena aku malas mendengar omelan dari Boss ku yang menyebalkan itu," kata Given yang sangat jelas menyindir Kenzo.


"Besok tak ada meeting," sahut Kenzo.


Given berbalik dan melihat ke arah Kenzo.


"Apa yang kau ingin kan sebenarnya dariku?" tanya Given to the point.


"Hubungan tanpa status?" sahut Kenzo dengan entengnya.


"Ck ck ck ... Ternyata kau lebih brengseek dari Steven. Apakah semua pria seperti itu? Suka sekali memanfaatkan kelemahan wanita," ucap Given.


"Semua wanita juga suka memanfaatkan kelemahan pria. Steven contohnya. Dia terjebak pada pesona wanita yang membuka pahanya lebar lebar di depannya dan itu membuatmu kalah," sahut Kenzo dengan senyuman smirk nya.


"Lalu? Hubungan yang kau inginkan denganku adalah hubungan karena hasrat saja? Kau ingin aku membuka pahaku lebar lebar di depanmu agar aku menang? Begitu kah yang kau inginkan dariku?" tanya Given.


Kenzo memajukan langkahnya dan berdiri sangat dekat dengan Given.


"Jika aku dan kau sama sama menyukai hal itu, maka tak ada salahnya sama sekali. Aku tak memaksamu dan aku tak pernah memaksakan wanita untuk menerimaku," ucap Kenzo lirih.


Given hanya tersenyum dan memundurkan langkahnya lalu mengacungkan jari tengahnya pada Kenzo.


"Bermimpilah, Brengseek," sahut Given tersenyum smirk dan membalik tubuhnya kembali.


TING


Pintu lift terbuka dan Given segera keluar dari sana.


"Given!!" panggil Steven dari arah samping kanan.


Steven terlihat ngos ngosan karena mengejar Given tadi.


Given menoleh ke arah Steven.


"Bisakah kita bicara sebentar?" tanya Steven.


"Sudah tak ada yang perlu kau bicarakan dengannya," sahut Kenzo di belakang Given.


"Baiklah, ayo. Sekalian antar aku pulang," kata Given yang mematahkan ucapan Kenzo.


Kenzo melihat ke arah Given dengan matanya yang tajam.


"Kau pulang bersamaku," kata Kenzo.


"Tidak, aku pulang dengan Kak Steven saja," sahut Given dan berjalan bersama Steven keluar menuju pintu lobby.


Steven tersenyum karena hal itu. Steven melihat ada situasi tak nyaman antara Kenzo dan Given. Mereka berdua terlihat seperti sedang bertengkar dan bermasalah.


Kenzo menarik tangan Given dan membuatnya berhenti melangkah.


"Kau tak boleh pergi bersamanya karena Uncle Thor tak akan menyukai hal ini," ucap Kenzo sembari memandang tajam mata Given.


"Lepaskan aku," ucap Given dengan suara pelan.


"Lepaskan dia. Dia tak mau bersamamu," sahut Steven.


"Shut up, Brengseek," bentak Kenzo pada Steven.


"Ken, aku akan pulang bersamanya dan kau tak bisa mengaturku semaumu. Ini sudah jam di luar kantor dan ini waktu bebasku!" tegas Given.


"Kau tahu kan sekeras apa aku? Aku tak akan membiarkanmu pulang bersama pria itu," jawab Kenzo.


"Kau ingin bertarung denganku di lobby ini?" tanya Given kesal.


"Aku akan mencarikanmu tempat bertarung yang bagus untuk kita," jawab Kenzo dan memanggul Given di bahunya.


"HEI!! LEPASKAN DIA!!" teriak Steven yang maju mendekati Kenzo.


Kenzo mengangkat kakinya ke samping dan menendang perut Steven hingga pria itu terpental ke atas lantai.


"Aku benar benar akan menyiksamu kali ini, KEN!!" kesal Given karena ia sangat tak suka jika Kenzo memanggulnya seperti itu.


To be continue …