HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 42


Lesca Thor 42


Lesca ke rumah sakit menggunakan GPS karena belum tahu di mana tempatnya.


Setelah lima belas menit berlalu, Lesca pun sampai di sebuah rumah sakit yang tak terlalu besar di kota kecil itu.


Meskipun kotanya kecil, tapi cukup banyak warga di kota itu dan semuanya tampak ramah.


Lesca memarkirkan mobil dan setelah itu keluar dari mobil.


Lesca memakai jas putihnya lalu berjalan ke arah pintu utama rumah sakit.


Dia menyunggingkan senyumnya pada beberapa pegawai di rumah sakit itu.


"Bisakah kau memberitahuku di mana ruangan Dokter Nora?" tanya Lesca pada perawat yang berpapasan dengannya.


"Di pojok ruangan itu. Apakah anda dokter yang baru?" Ucap perawat itu.


"Ya, aku Dokter Lesca," jawab Lesca.


"Selamat datang di rumah sakit ini, Dokter," kata perawat itu dengan ramah.


"Terima kasih," sahut Lesca terssenyum.


Lalu Lesca berjalan menuji ruangan direktur rumah sakit itu yang bernama Dokter Nora.


TOK TOK TOK


Lesca mengetuk pintu ruangan itu.


"Masuklah!!" Sahut sebuah suara dari dalam ruangan.


Lalu Lesca membuka pintunya.


CEKLEK ...


"Selamat pagi, Dokter," sapa Lesca tersenyum.


"Halo, Dokter Lesca. Akhirnya kita bertemu. Duduklah," kata Nora.


"Maaf kami belum membereskan tempat tinggalmu. Hari ini mulai dibersihkan. Apakah kau tinggal di hotel?" tanya Nora.


"Tidak, Dokter. Aku tinggal di rumah kenalanku yang kebetulan rumahnya ada di kota ini," sahut Lesca.


"Nanti akan kuperbaiki dulu rumah dinasmu. Mungkin membutuhkan waktu selama satu bulan. Kau jadi mengajak keluargamu kemari?" tanya Nora.


"Ya, mereka akan datang seminggu lagi," jawab Lesca.


"Baiklah. Ruanganmu ada di sebelah ruanganku dan kau juga merangkap sebagai wakilku di rumah sakit ini. Reputasimu sangat baik dan pengalamanmu juga sudah lumayan banyak. Jadi aku yakin kau bisa sangat diandalkan di rumah sakit ini," kata Nora.


"Terima kasih, Dokter," sahut Lesca tersenyum.


*


Setelah mereka mebgobrol cukup lama, akhirnya Lesca pergi ke ruangannya dan mulai melakukan prakteknya yang pertama.


Lesca mengerjakan pekerjaannya hari ini dengan sangat lancar dan tak ada hambatan sama sekali.


Hal itu mungkin dikarenakan Lesca sudah biasa mengatasi masalah di ruman sakit serta segala macam keriuhannya.


Lesca pulang dari rumah sakit menjelang sore untuk pergantian shift dengan dokter lain setelahnya.


*


*


Dua minggu kemudian.


"Lesca sudah meneleponmu?" tanya Franklin.


"Ya, barang - kita sudah tiba di sana dan kita hanya tinggal ke sana saja," jawab Natasha sembari membereskan koper yang akan dibawanya ke Dingle.


""Bersiaplah karena setelah ini kita akan berangkat," kata.Natasha.


Frankln tersenyum dan mengangguk.


*


*


"Jadi keluargamu akan datang hari ini, Lesca?" tanya Lemony di sela - sela makan pagi mereka.


"Ya, aku memilih hari ini karena aku libur," jawab Lesca.


"Kuharap perjalanan mereka lancar," kata Lemony.


Lesca mengangguk.


Lesca masih tinggal di paviliun milik nenek Lemony dan tak boleh pindah oleh Leny.


Paviliun itu cukup besar jika disebut paviliun karena fasilitasnya cukup lengkap.


Ada dua kamar di dalamnya dan dapur serta kamar mandi.


Sudah dua minggu Lesca berada di Dingle dan dia sangat betah di sana. Lesca juga sudah mengenal beberapa pejabat penting serta warga di kota kecil itu.


*


*


"Ya, Lemon sudah menelepon mommy dan mengatakan bahwa nenek ingin kita ke sana lebih cepat karena bertepatan dengan festival di kota itu," sahut Lara.


"Kau ikut bersamaku atau berangkat sendiri, Thor?" tanya Rex.


"Oh ya, jangan membawa pacar barumu. Aku tak mau acaraku kacau ketika seandainya kau kembali putus dengan pacarmu yang kupastikan akan membuat kacau pestaku," kata Rex.


"Aku sudah putus. Jadi kau jangan khawatir," sahut Thor enteng yang kemudian mengunyah kembali makanannya.


"Ooohh ... Kau hebat," ucap Rex speechless.


"Jadi kau akan berangkat bersama Rex?" tanya Phoenix.


"Ya, besok lusa kami berangkat terlebih dulu. Benar kan, Rex?" Tanya Thor.


"Ya," jawab Rex.


"Kita bawa helikopter saja setelah tiba di Dublin karena aku tak suka menempuh perjalanan terlalu lama," kata Thor.


"Terserah kau saja," sahut Rex.


Setelah makan pagi selesai, Thor dan Rex sama - sama pergi ke perusahaan mereka masing - masing.


Thor akan segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum dirinha pergi selama seminggu ke Irlandia.


Setibanya di perusahaan, Thor segera masuk ke dalam ruangannya.


CEKLEK ..


Thor membuka pintu ruangan kantornya lalu seorang wanita sudah menunggunya di sana.


Wanita itu menghampirinya dan memeluk Thor.


"Ada apa kau kemari?" tanya Thor.


"Maafkan aku masalah kemarin. Bisakah kita kembali bersama lagi? Tolong, aku tak bisa menjauh darimu dan terlalu sulit untuk melupakanmu, Thor," ucap wanita itu.


"Dalam sejarahku, aku tak akan pernah kembali menjalin hubungan dengan mantanku. Aku tak suka hal itu. Jadi pergilah sekarang karena apa pun yang kau lakukan, itu tak ada gunanya untukku. Aku lebih suka mencari kekasih baru daripada mengulang cerita kita kembali, Vonnie," kata Thor.


Vonnie melepaskan pelukannya dan melihat ke arah wajah tampan Thor.


"Apakah sejak awal kau mempermainkanku, Thor?" tanya Vonnie.


Thor tak menjawab.


"Apakah hubungan kita kemarin sama sekali tak membekas di hatimu? Aku mencintaimu, Thor. Beri aku kesempatan untuk kembali padamu. Aku berjanji tak akan membahas tentang pernikahan lagi denganmu. Cukup bersamamu saja sudah membuatku bahagia," kata Vonnie dengan wajah lembutnya yang tampan sendu.


"Aku sudah memiliki kekasih baru. Jadi lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga," kata Thor.


"Itu tak mungkin. Kita baru putus dua hari yang lalu, Thor," sahut Vonnie tak percaya.


Lalu Thor berjalan menuju ke kursi kebesarannya.


"Aku tak butuh tanggapanmu. Pergilah, karena ini ranah kerjaku. Aku tak suka jika kehidupan pribadiku dibicarakan di sini," kata Thor dengan wajah dan suara dinginnya.


"Aku tak akan menyerah mendapatkanmu kembali, Thor. Aku yakin aku pasti bisa membuatmu terpesona kembali padaku seperti ketika pertama kali kita bertemu," kata Vonnie tak patah arang.


"Aku tak pernah terpesona padamu," jawab Thor sembari membuka dokumen pekerjaannya.


Vonie merasa kecewa dengan ucapan Thor yang cukup menyakiti hatinya itu.


"Aku tak akan menyerah mendapatkan cintamu kembali," kata Vonnie.


Thor melihat ke arah Vonnie.


"Aku tak pernah mencintaimu," jawab Thor.


Mata Vonnie tampak berkaca- kaca mendengar hal itu dan berbalik pergi dari sana.


"Huuuffftt ..." Thor menghela nafasnya setelah Vonnie keluar dari ruangannya.


*


*


Lesca menunggu di depan halaman luas itu ketika keluarganya mengabarkan bahwa mereka akan segera sampai dalam beberapa menit lagi.


Lemony yang melihat Lesca mondar mandir di halaman depan yang luas itu, tampak menghampiri Lesca.


"Keluargamu akan datang sebentar lagi?" tanya Lemony.


"Ya, aku sangat merindukan mereka," jawab Lesca.


"Aku juga tak sabar bertemu dan berkenalan dengan mereka," sahut Lemony.


Lesca tersenyum dan kemudian tampak dari jauh dia melihat ke arah mobil yang baru datang memasuki halaman lebar itu.


"Itu mereka," kata Lesca dengan senyum lebarnya.