HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 92


Lesca Thr 92


"Daddy, nanti aku ingin ke rumah kakek dan nenek," ucap Given di sela sela makan paginya.


"Bukankah kemarin kau sudah ke rumah kakek, Sayang?" tanya Lesca.


"Ya, tapi aku ingin bermain di sana lagi," jawab Given.


"Wait, apakah kau punya teman bermain di sana?" tanya Thor.


Given mengangguk dan tersenyum.


"Siapa temanmu? Apakah rumahnya di dekat rumah kakek?" tanya Lesca.


"Ya," jawab Given.


"Namanya Steven. Nama kami hampir sama, bukan?" ucap Given.


"Dia laki - laki?" tanya Thor dengan menyipitkan matanya.


Given kembali mengangguk.


"Kalian bermain di mana?" tanya Thor yang sudah mulai serius.


"Di halaman depan rumah kakek," jawab Given.


"Berapa usianya?" tanya Thor lagi.


"Dia lebih tinggi dariku, Dad. Seperti ini," ucap Given dan berdiri lalu mengangkat tangannya tinggi tinggi.


"Dia sudah besar? Honey, kau tak boleh bermain dengan laki laki yang lebih besar darimu," kata Thor.


"Tidak, Dad. Dia tidak besar seperti daddy," jawab Given.


"Baiklah, nanti daddy akan menemuinya dulu," ucap Thor.


"Oke," jawab Given tersenyum.


Lesca melihat Thor dan tertawa kecil melihat keposesifan Thor pada putri semata wayangnya itu.


"Baby, aku tak bisa membiarkan hal ini," ucap Thor.


"Ya, terserah kau saja, Tuan," jawab Lesca tersenyum.


*


Setelah makan pagi selesai, Thor dan Lesca mengantar Given ke sekolah.


Hari ini Thor juga akan mengantar Lesca ke rumah sakit dan memastikan tak ada Duncan di sana.


Lima belas menit kemudian, mereka tiba di gerbang sekolah Given.


Thor dan Lesca keluar dari mobil dan mengantar Given sampai ke gerbang sekolah.


"Bye, Honey. Have a good day," ucap Lesca dan mencium kedua pipi Given.


"Bye, Daddy, Mommy. I love you," ucap Given tersenyum dan berbalik pergi masuk ke dalam gerbang sekolahnya.


"Dia baru enam tahun tapi aku merasa di sudah begitu besar sekarang," ucap Thor.


"Dia masih kecil, Honey," ucap Lesca pada sang suami.


"Aku harus menjemputnya nanti dan melihat laki laki yang main bersamanya di rumah daddy," kata Thor.


Lesca hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan pria posesif itu.


Lalu Thor dan Lesca masuk kembali ke dalam mobil dan menuju ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit, Thor dan Lesca turun bersama.


Thor menggandeng tangan Lesca sepanjang perjalanan menuju ruangan Lesca.


Mata Thor tampak tajam melihat ke area rumah sakit dan melihat apakah ada Duncan di sana.


"Aku akan ke ruangan Burton," ucap Thor.


"Honey, jangan membuat keributan," kata Lesca memperingatkan.


Thor hanya mengedikkan bahunya dan mengecup bibir sang istri.


"Bye, i love you," ucap Thor dan pergi dari ruangan Lesca.


*


Thor menuju ke ruangan Burton yang ada di lantai 5.


CEKLEK


Di saat Thor masuk, Burton sedang bicara dengan Duncan.


"Kebetulan sekali. Aku ingin membicarakan pria ini denganmu, Burton," ucap Thor.


Duncan berdiri dari kursinya dan melihat ke arah Thor.


"Kau menggunakan kekuasaanmu untuk mengusirku dari sini?" ucap Duncan dengan emosi.


Thor tersenyum miring.


"Kau yang memulainya," sahut Thor.


"Yang kukatakan itu kenyataan. Kau menelantarkan Lesca dan Given, Tuan," jawab Duncan.


BUG!!


Thor tak banyak bicara dan langsung menjawabnya dengan pukulan telak di pipi Duncan hingga membuat pria itu tersungkur ke meja Burton.


Burton berdiri dari kursinya untuk menengahi keributan itu.