
Given 17
"Oke, kali ini aku benar benar tak mau ikut denganmu. Aku lebih baik tidur di pinggir jalan dari pada di mansionmu!!" bentak Given yang tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo padanya.
Ini baru pertama kalinya dirinya diperlakukan seperti ini oleh seseorang. Bahkan Steven pun tak pernah berbicara kasar padanya.
Hati Given terasa dicubit ketika mendengar ucapan Kenzo tadi.
"Buang saja koperku itu!!" Teriak Given dan berbalik pergi.
"Shittt!!" Umpat Kenzo dan mengikuti Given lalu menarik tangannya.
"Lepaskan tanganku!!" teriak Given dan memukul wajah Kenzo dengan sikutnya hingga bibirnya berdarah.
"Kau ingin menggunakan kekerasan?" sahut Kenzo sembari mengusap darah di bibirnya.
"Ya, kau tahu betapa inginnya aku menghajarmu!!" Bentak Given.
"Sudah dua kali kau memukulku," ucap Kenzo.
"Lalu?" Sahut Given dan berbalik pergi meninggalkan Kenzo.
Lalu Kenzo mengangkat tubuh Given dan mengunci pahanya dengan erat agar wanita itu tak bergerak di atas bahunya.
"DASAR BRENGSEEKK!!!" teriak Given dan memukul punggung Kenzo.
"Aku akan mengikatmu jika kau tak bisa diam. Aku sangat serius dengan ucapanku," jawab Kenzo.
"Let me go!!" teriak Given lagi.
Lalu Kenzo membuka mobilnya dan memasukkan tubuh Given dengan paksa.
Given masih memberontak hingga akhirnya Kenzo menempelkan keningnya pada Given.
"Jangan menguji kesabaranku!!" Ucapnya dingin.
Hidung mancung mereka saling menempel dan itu membuat Given terdiam dan terpaku di tempatnya.
Lalu Given segera tersadar dan mendorong keras perut pria itu tapi tubuh Kenzo sama sekali tak bergerak dari tempatnya.
Given mengumpat dan Kenzo menangkup rahangnya lalu menatap tajam mata indah yang sedang marah itu.
Given sebenarnya wanita bermental kuat. Hanya saja dia tak pernah dibentak dan diperlakukan sekasar itu oleh siapa pun.
Hal ini membuatnya sakit hati dan matanya berkaca kaca.
"I hate you," bisik Given dan mengerjapkan matanya seakan ingin menangis.
"Ooohh ... Come on ... Jangan menangis hanya karena hal sepele ini," ucap Kenzo.
Kini Given hanya diam dan tak menanggapi perkataan Kenzo.
Karena Given sudah diam dan tak memberontak, Kenzo melepaskan tangannya dari wajah Given.
Lalu Kanzo menutup pintu mobilnya dan menuju ke arah kursinya di belakang kemudi.
Kenzo memgemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan Given tampak melihat ke arah jendela.
Dia mengusap matanya yang berair dan menahan tangisnya hingga membuat dadanya sakit.
Kenzo hanya melihat sekilas ke arah Given dan kemudian kembali fokus menyetir.
Hanya 15 menit saja, mereka telah sampai di mansion baru milik Kenzo.
Hanya ada 2 pelayan di mansion barunya itu dan ia akan menambahnya minggu depan.
"Turunlah," perintah Kenzo dengan nada dingin.
Given pun turun dengan mendekap tanganya di depan dada. Tak ada ucapan apa pun dari Given dan ia hanya mengikuti ke mana Kenzo melangkah.
Kenzo membawakan koper Given dan mereka tiba di dalam mansion.
Kenzo membuka pintu sebuah kamar dan menaruh koper Given di dalam kamar itu.
"Ini kamarmu untuk malam ini," kata Kenzo.
Lalu Given masuk dan tak melihat ke arah Kenzo sama sekali.
Kenzo tahu bahwa sikapnya terlalu kasar pada Given tadi. Tapi ia memilih tak meminta maaf dan membiarkan itu menjadi ingatan buruk bagi Given tentang dirinya.
Kenzo keluar dadi kamar dan menutup kembali pintunya.