HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 14


Given 14


Baru jalan dua puluh menit, Kenzo kembali menghentikan mobilnya dan itu kembali membuat Given menahan kekesalannya.


'Oh God ... Help me,' batinnya.


"Aku lapar. Terserah kau mau ikut aku ke dalam cafe itu atau tetap berada di sini," ucap Kenzo yang membuka kotak di samping kursinya lalu mengambil sebungkus rokok di sana.


Given tak mengatakan apa pun. Entah mengapa dia benar benar habis kesabaran jika menghadapi Kenzo.


Padahal biasanya Given adalah orang yang cukup tangguh kesabarannya dan tak gampang terpancing.


Tapi kali ini dia tak bisa menahan emosinya pada Kenzo yang dianggapnya sangat angkuh. Dan Given benar benar tak suka tipe pria seperti Kenzo.


Kenzo keluar dari mobil dan Given hanya melihat ke arah pria itu yang berjalan menuju cafe kecil di pinggir jalan.


"Redamkan emosimu, Given. Dia akan merasa menang jika kau marah dan emosi," gumam Given pada dirinya sendiri.


Sepuluh menit kemudian, Given mulai tak betah di dalam mobil. Dia melepas head phone di telinganya dan akhirnya keluar dari mobil lalu masuk ke dalam cafe itu.


Given duduk di meja yang berbeda dengan Kenzo dan Kenzo melihat kearahnya.


Given juga melihatnya tapi wajah mereka sama sama tak berekspresi ketika sekilas saling memandang.


Given memesan sandwich dan Americano panas.


Dia kemudian memakan sandwich nya sambil melihat ke arah luar cafe.


Kenzo memilih duduk di area out door karena bisa sambil merokok. Mata mereka kembali bertautan dan kali ini Given tak mengalihkan pandangan matanya.


Begitu juga dengan Kenzo yang masih menatap ke arah mata indah Given yang kini terlihat tajam.


Dia masih menghisap rokoknya dan mereka tampak seperti adu tatapan mata.


Semakin lama Given akhirnya menyerah. Dia mengalihkan pandangannya ke arah kopinya.


Dua puluh menit berada di cafe mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke London.


Tak ada obrolan dan Given sudah bertekad tak akan bicara dengan Kenzo sampai dia tiba di London.


Di tengah perjalanan, ponsel Kenzo berbunyi dan dia mengangkatnya melalui layar di dekat kemudi mobilnya melalui koneksi bluetooth.


"Halo," sahut Kenzo.


"Belum, Daddy masih di perjalanan," jawab Kenzo.


"Be careful, Daddy. I love you," ucap Gaby.


"I love you too," sahut Kenzo.


Given mendengar percakapan hangat itu dan sedikit melupakan rasa kesalnya pada Kenzo jika dia sudah semanis ini pada Gaby.


"Di mana Kakak Given?" tanya Gaby.


"Di sebelah Daddy," jawab Kenzo.


"Bolehkah aku bicara dengannya/" tanya Gaby.


"Hmm, bicaralah. Dia mendengarmu," ucap Kenzo.


"Halo, Kakak," sapa Gaby.


"Halo, Sayang. Apakah kau masih bersama Kak Mighty?" tanya Given dengan senyumnya yang sudah terbit di wajahnya yang cantik.


"Ya, aku akan selalu menginap di sini selama Kak Mighty ada di sini," sahut Gaby.


"Kau sedang main apa, Sayang?" tanya Given.


"Aku berenang. Kalau nanti aku ke London, apakah Kak Given mau menemaniku berenang?" tanya Gaby.


"Tentu saja," jawab Given.


"Yeaayyy ... Kita akan berenang di rumah Daddy Ken," ucap Gaby senang.


"Kita berenang di apartemen kakak saja, bagaimana? Di sana lebih menyenangkan," jawab Given.


"Baiklah, nanti Daddy Kenzo akan mengantarku ke sana," sahut Gaby penuh semangat.


"Kakak saja yang menjemputmu nanti, ok?" sahut Given yang seakan bernegosiasi dengan seorang gadis kecil.


"Kau yang akan ke rumahku karena aku tak akan mengizinkannya ke apartemenmu," ucap Kenzo akhirnya.


Given menoleh ke arah Kenzo dan mencebik kesal.