HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
SEASON 2-5


"Aku pergi dulu," kata Given pada Kenzo.


"Hmm," sahut Kenzo tanpa melihat ke arah Given.


Given ingin sekali memukul kepala pria yang ada di depannya itu.


Lalu Given berbalik pergi dan kemudian menabrak seorang anak kecil yang berlari ke arahnya.


"Uupss, sorry," ucap Given dan menggendong gafis berusia sekitar lima tahun itu.


Kenzo menoleh ke belakang dan melihat ke arah mereka berdua.


"Gaby, kau sudah bangun? Di mana nanny?" tanya Kenzo yang kemudian berdiri dari sofanya.


Gadis kecil itu tak menggubris Kenzo dan justru menangkup wajah cantik Given karena begitu takjub melihat mata indah miliknya.


"Seperti barbie," kata gadis itu tersenyum.


"Thank you. Kau juga, Sayang," jawab Given.


Lalu Kenzo mengambil Gaby dari gendongan Given.


"Pergilah," kata Kenzo pada Given.


"Kau ingin bermain?" tanya Kenzo pada gadis kecil itu.


"Daddy Ken, bolehkah aku bermain dengannya?" tanya Gaby sambil menunjuk ke arah Given.


"Dia akan pulang," jawab Kenzo.


"Kau ingin ikut ke rumahku?" tanya Given menawarkan hal itu pada Gaby.


"Mau, aku mau," jawab Gaby tersenyum lebar.


"Tidak, nenek dan kakek akan datang. Kau harus di sini," kata Kenzo.


"Aku sangat bosan di sini. Aku tak punya teman. Aku ingin bermain, Daddy Ken," kata Gaby merengek.


"Dia anakmu?" tanya Given.


"Tidak, daddyku sudah ada di surga," sahut Gaby pada Given dan meminta untuk diturunkan dari gendongan Kenzo.


"Maaf," sahut Given dan kembali menggendong Gaby.


"Aku akan membawanya ke rumah jika kau tak keberatan. Di sana ada adik adikku dan mereka bisa main bersama," kata Given dengan niat baiknya.


Kenzo tak langsung menjawab.


"Please, Dad," ucap Gaby memohon.


"Hei, ada tamu rupanya," ucap seorang pria tua yang berjalan memakai tongkat.


"Anda pasti Tuan Carl," ucap Given tersenyum.


"Ya, kau kerabat Jared, bukan?" sahut Carl.


"Ya, kakek. Aku Given Robert. Dan terima kasih atas kue selamat datangnya," kata Given.


"Ayo duduklah bersama kakek," kata Carl menarik tangan Given menuju beranda belakang.


"Dia mau pulang, Kakek," kata Kenzo.


"Tidak, aku tak mau pulang," sahut Given.


Kenzo mengerutkan keningnya dan mengikuti mereka duduk di sofa beranda.


Gaby tampak memeluk leher Given seakan tak mau lepas dari wanita yang dianggapnya boneka barbie itu.


"Kakek buyut, aku ingin pergi dengan kakak ini," ucap Gaby pada Carl.


"Boleh saja jika dia tak keberatan," jawab Carl.


"Aku tak keberatan, Kakek. Di rumahku banyak orang jadi mungkin Gaby akan senang bermain di sana," jawab Given.


"Terima kasih, Sayang," jawab Carl.


"Oh ya, ada apa kau kemari?" tanya Carl.


"Daddy mengundang kakek untuk makan malam besok. Apakah kakek bisa?" tanya Given.


"Tentu saja. Kebetulan putri dan menantuku akan datang nanti. Jadi kami akan ke sana sekeluarga," jawab Carl tersenyum.


"Itu akan menyenangkan," sahut Given.


"Yeeaayy," teriak Gaby senang.


"Ayo, kita ke rumah kakak sekarang," kata Gaby.


"Panggil Aunty, Sayang," kata Carl.


"Tak apa, Kakek. Aku suka dia memanggilku kakak," jawab Given tersenyum.


"Aku akan mengantar kalian," kata Kenzo.


"Aku bawa mobil sendiri," jawab Given.


"Gaby tanggung jawabku selama di sini. Jadi aku harus memastikan bahwa dia baik baik saja sampai ke rumahmu," kata Kenzo.


"Baiklah," jawab Given mengikuti kemauan Kenzo.