
Given 61
Given melihat ke arah Kenzo dan ia sama sekali tak menyangka jika Kenzo akan secepat ini menyatakan perasaan cintanya.
Kenzo masih menatap ke arah Given dari jauh. Tak lama kemudian, Given turun dari mobil dan mengantongi kunci itu.
Kenzo tak bisa menebak ekspresi wajah Given dan ia masih tak memiliki kepercayaan diri ketika menyatakan hal itu. Given adalah wanita mapan dan mandiri serta berasa dari keluarga konglomerat jadi Kenzo masih belum yakin apakah Given juga menyukainya atau hanya menganggapnya teman dekat saja.
Kenzo tak ingin menunda lamaran ini karena ia merasa Given lah belahan jiwanya dan ia tak ingin kehilangan Give serta menjadikan Given miliknya.
Given kini berada tepat di depan Kenzo dan mereka saling bertatapan dalam waktu yang lama tanpa berbicara sedikit pun.
"I love you," ucap Kenzo akhirnya setelah mereka terdiam lama dan hanya saling menatap.
Given tersenyum karena hanya itu yang ingin ia dengan tadi dari mulut Kenzo secara langsung.
Lalu Given melingkarkan tangannya pada leher Kenzo dan memeluknya.
"I love you too, Tuan Angkuh," bisik Given di telinga Kenzo.
Kenzo memeluk erat Given dan tersenyum ketika mendengar perasaan wanita yang dicintainya itu.
Kenzo lega karena ternyata mereka memiliki perasaan yang sama dan itu artinya ia akan menikah dengan Given.
Given melepaskan pelukannya dan kemudian Kenzo memagut bibir Given dengan lembut. Mereka saling membalas pagutan itu cukup lama.
"Bukalah pintunya," ucap Kenzo.
"Kapan kau membeli rumah ini?" tanya Given sebelum membuka pintu.
"Beberapa hari sebelum aku kecelakaan," jawab Kenzo.
"Jawab dengan jujur, apakah rumah ini memang kau beli untukku atau untukmu sendiri?" tanya Given.
"Untukmu," jawab Kenzo.
"Mengapa tak mengatakan lebih awal perasaanmu padaku? Dan sejak kapan kau menyukaiku?" tanya Given.
"Perlukah dibahas? Aku tak mau membahasnya," jawab Kenzo.
Given bergelayut di leher Kenzo.
"Kalau begitu aku tak akan membuka pintunya," kata Given tersenyum usil.
"Aku hanya ingin tahu sejak kapan kau menyukaiku," kata Given.
Kenzo tak langsung menjawab dan tampak terdiam saja.
"Aku menunggu," ucap Given lagi.
"Sejak kita bertemu di danau," jawab Kenzo akhirnya.
Given mengerutkan dahinya menatap ke arah mata tajam Kenzo.
"Lalu mengapa kau selalu memusuhiku dan selalu bersikap menyebalkan padaku?" tanya Given heran.
"Entahlah. Sangat menyenangkan bisa mengganggumu," jawab Kenzo.
"What??" sahut Given mencebik.
Dan Kenzo langsung memagut bibir yang sedang mencebik itu.
"Cepatlah buka pintunya," kata Kenzo.
Lalu Given tersenyum dan melepaskan pelukannya dari tubuh Kenzo.
Given berjalan ke depan pintu dan membuka pintu besar itu perlahan.
"SURPRISEEEE!!!" Sorak sorai itu terdengar dari dalam mansion.
Dan Given melihat keluarga lengkapnya dan keluarga Kenzo termasuk Gaby sudah berkumpul di dalam.
"Oh My God ... Apa apaan ini?" ucap Given tak bisa menahan rasa harunya karena keluarga besarnya semuanya datang dari Amerika dan memberikan surprise padanya karena lamaran ini.
Lesca mendekatinya dan memeluknya.
"Kami sudah mengurus surat pernikahan kalian. Bersiaplah besok," kata Lesca yang semakin membuat Given terkejut.
"B-bagaimana bisa?" sahut Given yang masih terkejut.
Thor kemudian memeluk sang putri serta sang istri.
"Kami tahu kau pasti akan menerima lamaran pria menyebalkan itu, Sayang," jawab Thor dan semuanya tertawa mendengar hal itu.
Dan semua tampak bahagia menyambut moment ini di mana perjodohan antara para bos besar untuk putra putri mereka telah berhasil.