HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 23


Given 23


Given memberontak ketika Kenzo mengangkat tubuhnya.


"Kau benar benar tak sopan, Ken!!" teriak Given marah dan tangannya menjepit leher Kenzo hingga tercekik.


Hal itu membuat Kenzo akhirnya melepaskan Given dan mereka terjatuh di atas sofa yang berada pas di dekat pintu kamar Given.


Given dengan lincah naik ke atas dada Kenzo dan mencekik lehernya.


"Kau mau mati, Hah!!" teriak Given kesal.


Kenzo memegang pinggang Given dan mengangkatnya lalu mndorongnya hingga mereka terjatuh di posisi kanan sofa dan keadaan berbalik dengan Kenzo di atas tubuh Given.


Given menggunakan kakinya dengan melingkarkannya di pinggang Kenzo dan berusaha memukul wajah menyebalkan itu.


Tapi Kenzo dengan cepat mengambil tangan Given dan menariknya ke atas.


"Oh God ... Aku tak menyangka kau seliar ini," ucap Kenzo dengan mata tajamnya.


"Lepaskan aku, Brengseekk!!" teriak Given.


Lalu Kenzo melihat ke arah bawah dan gaun tidur Given sudah tersingkap sampa setengah perutnya.


"Jangan melihatnya!! Aku tak sudi matamu melihat tubuhku!!" bentak Given.


"Kau suka kekerasan sepertinya. Aku akan meladenimu jika itu keinginanmu," sahut Kenzo tersenyum miring.


Kaki Given bergerak dan akan menendang bagian intiim Kenzo tapi sekali lagi Kenzo tak sebodoh itu dan tak membiarkan Given melakukannya dengan mudah.


Kenzo membuka pahanya lalu mengapit paha dan kaki Given dengan erat.


"Apa maumu?" tanya Given dengan nafas cepatnya karena sangat kesal.


"Kau sudah tahu apa mauku dan kau tak memenuhinya," jawab Kenzo yang masih memegang tangan Given dan kini keningnya juga menahan kening Given karena dia tak ingin hidungnya patah dan berdarah lagi.


Hal itu membuat wajah mereka tak berjarak lagi.


Hidung mereka saling menempel dan bibir Kenzo menyentuh pipi Given.


"Aku sudah memintanya baik baik padamu kemarin," jawab Kenzo.


"Lepaskan aku dan singkirkan wajah jelekmu itu dari wajahku!!" bentak Given yang kini menutup matanya karena tak mau melihat ke arah Kenzo.


"Bisakah kita berdamai untuk sesaat saja? Aku ingin kau menyelesaikan pekerjaanmu tanpa banyak drama. Setelah itu kita sudahi urusan kita dan kau tak akan bertemu lagi denganku," ucap Kenzo.


Given mengesah nafasnya.


"Aku sudah terlanjur membencimu. Dan setiap melihatmu aku benar benar ingin menghajarmu. Tapi, baiklah ... Aku akan berdamai untuk sementara. Karena aku sudah muak melihatmu jadi aku ingin menyelesaikannya dengan cepat tanpa ada drama. Sekarang lepaskan aku," sahut Given.


Lalu Kenzo melepaskan Given dan wanita itu beranjak duduk lalu mendorong tubuh Kenzo hingga terjatuh lagi di sisi sofa kiri.


BUG BUG


Given memukul telak pipi Kenzo hingga pria itu mengumpat.


"Ini untuk yang terakhir kalinya. Kau sudah tak sopan padaku tadi," ucap Given dengan senyuman smirk nya.


Lalu Given beranjak dari tubuh Kenzo dan berjalan ke arah kamarnya.


"Kau seksi juga," ucap Kenzo yang membuat Given berhenti melangkah.


"Kau ingin kulempar guci ini?" sahut Given dan melihat guci keramik di sebelahnya.


Lalu Kenzo duduk di kursi sofa panjang itu. Dan Given menoleh pada Kenzo.


"Hei, pergilah. Aku akan menyusul ke perusahaan satu jam lagi," kata Given.


"Tidak, aku akan menunggumu di sini sampai kau selesai. Kau akan berangkat bersamaku ke perusahaan," sahut Kenzo sambil merapikan jas nya yang sudah tak karuan karena pergulatan paginya bersama Given barusan.


Given mengesah kesal dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.


BRAK!!


Wanita itu menutup pintu dengan keras agar Kenzo tahu kadar kekesalannya.