
Given kenzo 60
"Ken, aku harus ke perusahaan hari ini. Aku sudah terlalu lama tak bekerja dan mereka akan menanyakan tentang kredibilitas kerjaku nanti," ucap Given ketika mereka makan malam bersama di hari ke 7 mereka bersama.
"Aku bos nya dan aku yang menentukan kau masuk kerja atau tidak," jawab Kenzo.
"Tapi Ken, kau sudah sembuh total," sahut Given.
"Aku belum sembuh total," jawab Kenzo yang membuat Given kesal.
"Oh God ... Kau benar - benar kekanakan," sahut Given.
"I don't care," jawab Kenzo yang membuat Given semakin kesal.
"Kapan kau bisa bertinju? Aku benar benar ingin meninjumu," balas Given.
Kenzo hanya tertawa kecil.
"Tunggulah karena sebentar lagi aku akan bergulat denganmu," jawab Kenzo yang kemudian memakan makanannya lagi.
"You're so annoying, Mister," sahut Given.
Dan Kenzo hanya tersenyum miring yang membuat Given ingin sekali melemparnya dengan piring yang ada di depannya.
*
*
Setelah makan pagi, Kenzo dan Given memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat di mana Kenzo berencana akan membeli tempat itu.
"Kita akan ke mana?" tanya Given sambil melihat ke arah Kenzo.
"Ke suatu tempat," jawab Kenzo sambil masih fokus menyetir.
"Aku saja yang menyetir. Bukankah tanganmu masih sakit?" tanya Given.
"Sudah lebih baik," jawab Kenzo.
"Kau benar benar keras kepala," sahut Kenzo.
"Yes, i'am," jawab Kenzo tersenyum tipis.
Tak sampai satu jam perjalanan, Kenzo dan Given akhirnya sampai di sebuah tempat lalu memasuki sebuah gerbang besar.
Gerbang itu terbuka dan tampak dua petugas keamanan menyambut mereka.
"Mansion siapa ini?" tanya Given.
"Aku baru membelinya," jawab Kenzo.
Kenzo mengangguk. Given melihat pemandangan melalui jendela mobil.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Kenzo.
"Sangat indah," jawab Given dan akhirnya mereka tiba pas di depan mansion yang seperti istana itu.
"Ayo turun," ucap Kenzo dan mereka pun turun bersama dari mobil.
Lalu Kenzo menggandeng tangan Given dan berjalan menuju ke dalam mansion.
"Ini terlihat seperti istana. Berapa kamar?" tanya Given singkat.
"Tak terlalu banyak. Sekitar 30 kamar karena aku sudah merombaknya. Awalnya ada sekitar 100 kamar, aku merombaknya agar setiap kamar menjadi lebih lebar dan besar," sahut Kenzo.
"Buat apa kamar sebanyak itu?" tanya Given.
"Aku ingin memiliki keluarga besar," jawab Kenzo.
Given terdiam dan tak bertanya lagi karena ia tak ingin berpikir macam macam dan terlalu jauh.
"Ayo masuk," ucap Kenzo dan menarik kembali tangan Given.
Lalu Kenzo menuju arah pintu besar itu dan berhenti di depannya.
"Ada apa? Jangan bilang kau tak membawa kuncinya," ucap Given.
"Oh my ... Aku meninggalkannya di mobil," kata Kenzo.
"Bisakah kau mengambilkannya?" tanya Kenzo.
"Kau serius?? Kau menyuruhku mengambilkan kunci itu?" tanya Given balik.
Kenzo mengangguk tanpa merasa berdosa.
"Tanganku masih sakit," jawab Kenzo.
"Ck, menyebalkan," sahut Given dan akhirnya turun kembali dan menuju ke arah mobil yang jaraknya sekitar 17 meter saja dari tempat Kenzo berdiri.
Given membuka pintu mobil dan mencari kunci dan ia cukup bingung mencarinya karena Kenzo bahkan tak bilang di mana letak kuncinya berada.
Lalu akhirnya Given menemukan kunci itu di dekat pintu mobil. Given mengerutkan keningnya karena melihat sebuah kertas kecil diikat pita merah di kunci berwarna emas itu.
Wanita itu lalu membaca sebuah tulisan di kertas kecil yang terikat di kunci itu. Setelah membacanya, Given melihat ke arah Kenzo melalui kaca mobil dan pria itu tampak memandangnya dari jauh seakan meminta jawaban.
'I love you, will you marry me? Jika iya, bukalah pintu ini dengan kunci yang kau pegang,' tulis Kenzo di kertas itu.