HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 32


Given 32


"Hai, apakah aku terlambat?" tanya Given dengan senyum cantiknya.


Steven melihat ke arah wanita cantik itu dan ikut tersenyum.


"Tidak, kami juga baru datang," sahut Steven.


"Maaf, tadi kita tak sempat berkenalan dengan layak. Aku Lillia," ucap wanita di sebelah Steven yang tak lain adalah istri Steven.


Steven melihat ke arah Kenzo.


"Dia Kenzo dan dia bos-ku yang paling menyebalkan," ucap Given jujur.


"Really? Bukankah kau yang menyebalkan, Cherie?" sahut Kenzo.


Given menoleh ke arah Kenzo karena Kenzo memanggilnya dengan panggilan sayang dalam bahasa perancis dan pria itu hanya mengedikkan bahuny.


Lillia tertawa kecil melihat interaksi Kenzo dan Given yang justru sangat manis di matanya. Berbeda dengan Steven yang tak bisa ditebak ekspresinya.


"Kalian sangat lucu sekali," ucap Lillia.


"Ya, dia sangat lucu hingga aku selalu ingin bergulat dengannya," jawab Given.


"Dan karena makan malam ini, kami menunda pergulatan kami," sahut Kenzo dan mereka masih saling menatap dengan tatapan tajam.


"Oh my ... Maaf jika mengganggu moment romantis kalian," ucap Lillia salah paham.


Given mengerutkan keningnya dan memandang heran.


"Wait, bukan itu maksudku__"


Ucapan Given terpotong karena ada pelayan yang menghampiri meja mereka. Lalu mereka pun memesan makan malam dan kembali mengobrol setelah itu.


"Sampai kapan kalian di sini?" tanya Given.


"Belum tahu. Sebenarnya Steven melarangku bepergian jauh karena aku sedang hamil. Tapi aku begitu ingin berlibur karena kami sudah melewatkan bulan madu kami karena kehamilanku," jawab Lillia.


Given tampak diam dan hanya terpaku.


Given senang mendengar hal itu tapi entah mengapa hatinya terasa sakit mendengarnya.


Kenzo tak berkomentar apa pun dan hanya meminum kopinya yang sudah ada di atas mejanya.


Lalu pria itu memegang tangan Given di bawah meja dan mengusapnya perlahan.


Given mengartikan itu sebagai bentuk semangat yang diberikan oleh Kenzo padanya karena mungkin Kenzo tahu bahwa Steven adalah pria yang pernah dicintainya.


Tapi usapan tangan itu semakin lama semakin tak tentu arah karena Kenzo mengusap paha Given yang terdapat belahan pas di bawah tangannya.


Given menoleh ke arah Kenzo dan menajamkan matanya. Kenzo hanya mengedikkan bahunya dan kemudian Given menginjak kaki pria itu hingga akhirnya Kenzo menangkap kaki Given di bawah meja.


Kenzo mengangkat kaki Given ke pahanya dan membuat kaki Given tak bisa bergerak lagi.


"You lose, Cherie," bisik Kenzo di telinga Given.


"Jangan bermain main di sini, Brengseeek!!" sahut Given berbisik dan karena kesal dia menggigit sedikit telinga Kenzo.


"Ouucchh ... Apakah kita pulang saja? Kita bisa bergulat sepuasnya di ring kemarin," jawab Kenzo yang justru terlihat mesra di mata Steven dan Lillia.


"Ehem ..." Pelayan berdehem di belakang mereka berdua dan Kenzo melepaskan kaki Given.


"Kau akan habis nanti," bisik Given di telinga Kenzo.


"Coba saja. Aku benar benar ingin tahu bagaimana caramu menghabisiku," sahut Kenzo yang juga berbisik lalu menjilat telinga Given.


Dan itu membuat Given tersentak.


"Kita imbang," ucap Kenzo karena tadi Given menggigit telinganya.


"Kalian berdua lebih mesra dari pada kami yang baru saja menikah," kata Lillia apa adanya.


Dan sejak tadi Steven tak bicara karena hanya mengamati interaksi Kenzo dan Given yang tak terlalu disukainya itu.


"Dia bagaikan berlian bagiku. Tak semua orang bisa menyentuhnya dan hanya aku yang dengan leluasa bisa melakukan hal itu," kata Kenzo tersenyum miring dengan kata kata yang selalu ambigu dan siapa pun yang mendengarnya akan selalu berpikiran jorok.