
Lesca Thor 51
Keesokan harinya, Thor bangun pagi setelah Rex menggedor kamarnya.
"Thor, bangunlah!! Kita makan pagi bersama," teriak Rex dari luar.
Thor memegang kepalanya yang sangat pusing itu dan memaksakan dirinya bangun karena jika tidur terus menerus, maka kepalanya akan semakin pusing.
"YAAA!!" sahut Thor dengan suara bass-nya.
Thor kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Dia tak mandi dan hanya membersihkan wajahnya serta menyikat giginya karena tubuhnya masih penuh luka.
Thor kemudian keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya.
Thor juga mengganti perban di kepalanya dengan plester besar bening di atas perbannya.
Setelah itu, Thor meminum dua obatnya agar mengurangi rasa pusing di kepalanya.
Beberapa menit kemudian, Thor keluar dari kamarnya dan menuju ke area ruang makan.
Thor masih mencari - cari ruangan itu karena dia masih tak hafal dengan seluk beluk rumah besar ini.
Akhirnya Thor menemukan ruang makan setelah mendengar obrolan antara Rex dan Lemony.
"Good morning," sapa Thor.
Leny melihat ke arah Thor.
"Kau baik - baik saja, Nak?" tanya Leny.
"Aku baik -baik saja, Nek. Hanya sedikit pusing saja," jawab Thor yang kemudian ikut duduk bersama mereka bertiga.
"Ayo kita makan," kata Leny.
Lalu mereka berempat pun makan pagi bersama disertai obrolan - obrolan ringan di dalamnya.
*
*
Natasha menggandeng Given keluar dari paviliun dan Franklin naik ke dalam mobilnya.
"Nenek, boleh kah aku menemui Nenek Leny? Sudah dua hari, aku tak bertemu dengan Nenek Leny. Aku hanya ingin menyapanya saja dan mencium pipinya agar Nenek Leny segera sembuh dan bisa bermain denganku lagi," kata Given.
"Baiklah. Tapi jangan terlalu lama. Nenek menunggu di sini bersama kakek," sahut Natasha tersenyum.
Given mengangguk senang dan berlari ke arah rumah Leny.
"Given!! Tak perlu berlari, Sayang!!" teriak Natasha.
Natasha hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang cucu yang selalu ceria dan seakan tak pernah ada capeknya.
*
*
"NENEEEEKKKK!!!" teriak Given memasuki rumah Leny.
Leny dan semuanya yang ada di ruang makan langsung menghentikan makan pagi mereka.
"Siapa itu?" tanya Rex.
"Given," jawab Lemony tersenyum.
"KAMI DI RUANG MAKAN, SAYANG!!!" sahut Lemony dengan berteriak juga.
"Mengapa kau tak menghampirinya saja, Sayang?" tanya Rex.
"Dia tak suka itu karena biasanya dia akan berlari melewati ruangan - ruangan di rumah ini dan itu membuatnya senang," sahut Lemony tersenyum.
Terdengar suara langkah kaki orang berlari dan tentu saja itu langkah Given.
"Good morning!!" sapa Given dengan wajah cantiknya yang cerah ceria.
"Halo, Sayang. Kemarilah," sahut Leny.
Given melihat lebih banyak orang di rumah Leny dan Given suka dengan hal itu.
"Siapa orang - orang ini, Nenek?" tanya Given mendekati Leny.
Thor melihat ke arah Given -- gadis yang dilihatnya kemarin siang.
"Hei, bukankah kau gadis kemarin?" tanya Thor.
Given melihat Thor dan berlari ke arahnya lalu menutup mulutnya.
"Ssssttt ... Jangan mengatakan apa pun, Uncle. Nanti aku akan kena marah mommy," bisik Given di telinga Thor yang membuat pria itu tertawa.
Thor mengerlingkan matanya dan melihat mata cantik Given.
"Lihatlah, Rex. Dia mirip nenek kita," kata Thor.
Given melihat Rex dan Rex melihat mata indah Given.
"Hei, kau benar. Dia mirip sekali dengan nenek buyut kita," sahut Rex.